Rabu, 09 Sep 2026 17:37 WIB

Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Jul 2026 14:21 WIB
Suasana pintu masuk Kebun Binatang Surabaya (KBS). (dok.ist)
Suasana pintu masuk Kebun Binatang Surabaya (KBS). (dok.ist)

selalu.id– Aliansi Pecinta Satwa Liar (Apecsi) mengirimkan surat kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berisi masukan terhadap proses seleksi anggota Direksi Perum Daerah Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Dalam surat bernomor 038/A/V/2026 itu, Apecsi meminta panitia seleksi melibatkan pakar konservasi dan lingkungan untuk memperkuat tata kelola KBS.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit Surabaya, PDAM Pilih Jalur Diskusi

Koordinator Apecsi, Singky Soewadji, mengatakan seleksi direksi KBS tidak cukup hanya mempertimbangkan kemampuan manajerial dan pengalaman organisasi.

“Pemimpin Kebun Binatang Surabaya tidak cukup hanya memiliki kemampuan organisasi, pengalaman, kompetensi, dan integritas. Namun, juga harus memiliki komitmen serta visi konservasi karena tugas utamanya adalah melindungi satwa liar,” ujar Singky, Minggu (26/7/2027). 

Apecsi menyampaikan masukan tersebut setelah mencermati pengumuman seleksi anggota direksi KBS yang kembali dibuka serta mencuatnya dugaan korupsi pakan satwa yang menyeret mantan Direktur Utama KBS.

Dalam suratnya, Apecsi menilai dugaan korupsi pakan satwa diduga berlangsung selama delapan tahun. Kondisi itu disebut terjadi karena adanya perangkapan tiga jabatan strategis sekaligus, yakni direktur utama, direktur operasional, dan direktur keuangan.

Baca Juga: Didemo Gempar Jatim soal Air Mampet, PDAM Surabaya Cuma Jawab Begini

Selain itu, Apecsi juga menilai lemahnya fungsi Dewan Pengawas dan berlarut-larutnya proses seleksi direksi menyebabkan kekosongan jabatan strategis yang berdampak pada lemahnya pengawasan.

Singky juga menyoroti hasil seleksi direksi sebelumnya. Menurutnya, belum ada calon yang memiliki rekam jejak kuat di bidang konservasi satwa, padahal Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di bidang tersebut.

Karena itu, Apecsi mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya melibatkan pakar konservasi dan lingkungan dalam panitia seleksi maupun Dewan Pengawas KBS.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

“Kami mengusulkan agar Panitia Seleksi Direksi KBS juga diisi atau melibatkan pakar-pakar di bidang konservasi dan lingkungan serta menunjuk beberapa pakar menjadi anggota Dewan Pengawas,” kata Singky.

Melalui surat tersebut, Apecsi berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Surabaya dalam menentukan jajaran direksi baru KBS, sehingga pembenahan tata kelola lembaga konservasi tersebut dapat berjalan lebih optimal.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PN Surabaya Periksa Proyek Apartemen Trans Icon yang Bersengketa, Ini Temuannya

Dalam sengketa Apartemen Trans Icon Surabaya ini, penggugat menagih lengembalian Rp6 miliar sebagai ganti rugi karena unit tak kunjung diterima.

Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp61,9 Juta Jaringan Jawa Tengah

Pelaku mengaku membeli uang palsu tersebut secara online melalui akun Facebook "Misali Lili". Dalam skema ini uang asli Rp500.000 ditukar uang palsu Rp2,5 juta.

Sudah Bayar Iuran, Sampah Warga Kedungdoro Surabaya Tak Diangkut hingga 16 Hari

Kepala DLH Surabaya, M Fikser memeringatkan keras pada para penjaga TPS agar tidak bertindak melampaui kewenangannya atau memonopoli kesepakatan warga.

7 Wisata Bandung Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga, Murah dan Syahdu Banget

Selain panorama alam, tempat wisata Bandung juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti kafe tematik, taman edukatif, hingga area bermain keluarga.

Kode Reedem FF Gratis Hari Ini, Ada Skin Senjata hingga Diamond Royale

Garena mengimbau pemain untuk berhati-hati terhadap situs tidak resmi dan iming-iming kode palsu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Ada Selisih Rp147 Ribu per Gram, Ini Detailnya

Sebelumnya, merujuk Refinitiv, harga emas dunia masih berada dalam tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.