Minggu, 26 Jul 2026 15:34 WIB

Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Jul 2026 14:21 WIB
Suasana pintu masuk Kebun Binatang Surabaya (KBS). (dok.ist)
Suasana pintu masuk Kebun Binatang Surabaya (KBS). (dok.ist)

selalu.id– Aliansi Pecinta Satwa Liar (Apecsi) mengirimkan surat kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berisi masukan terhadap proses seleksi anggota Direksi Perum Daerah Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Dalam surat bernomor 038/A/V/2026 itu, Apecsi meminta panitia seleksi melibatkan pakar konservasi dan lingkungan untuk memperkuat tata kelola KBS.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tegaskan Restoran di Surabaya yang Tolak Sistem Pajak Digital Lebih Baik Tutup

Koordinator Apecsi, Singky Soewadji, mengatakan seleksi direksi KBS tidak cukup hanya mempertimbangkan kemampuan manajerial dan pengalaman organisasi.

“Pemimpin Kebun Binatang Surabaya tidak cukup hanya memiliki kemampuan organisasi, pengalaman, kompetensi, dan integritas. Namun, juga harus memiliki komitmen serta visi konservasi karena tugas utamanya adalah melindungi satwa liar,” ujar Singky, Minggu (26/7/2027). 

Apecsi menyampaikan masukan tersebut setelah mencermati pengumuman seleksi anggota direksi KBS yang kembali dibuka serta mencuatnya dugaan korupsi pakan satwa yang menyeret mantan Direktur Utama KBS.

Dalam suratnya, Apecsi menilai dugaan korupsi pakan satwa diduga berlangsung selama delapan tahun. Kondisi itu disebut terjadi karena adanya perangkapan tiga jabatan strategis sekaligus, yakni direktur utama, direktur operasional, dan direktur keuangan.

Baca Juga: Lapak Barang Bekas di Kaliwaron Digerebek, Temukan Kursi Besi Berlogo Pemkot Surabaya

Selain itu, Apecsi juga menilai lemahnya fungsi Dewan Pengawas dan berlarut-larutnya proses seleksi direksi menyebabkan kekosongan jabatan strategis yang berdampak pada lemahnya pengawasan.

Singky juga menyoroti hasil seleksi direksi sebelumnya. Menurutnya, belum ada calon yang memiliki rekam jejak kuat di bidang konservasi satwa, padahal Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di bidang tersebut.

Karena itu, Apecsi mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya melibatkan pakar konservasi dan lingkungan dalam panitia seleksi maupun Dewan Pengawas KBS.

Baca Juga: Makam Keputih Surabaya Bakal Diterapkan Parkir Non-Tunai dan Sistem Gate Ber-CCTV

“Kami mengusulkan agar Panitia Seleksi Direksi KBS juga diisi atau melibatkan pakar-pakar di bidang konservasi dan lingkungan serta menunjuk beberapa pakar menjadi anggota Dewan Pengawas,” kata Singky.

Melalui surat tersebut, Apecsi berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Surabaya dalam menentukan jajaran direksi baru KBS, sehingga pembenahan tata kelola lembaga konservasi tersebut dapat berjalan lebih optimal.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Untuk menguasai teknik membatik, Dyah belajar secara otodidak dan berguru kepada tujuh perajin dari berbagai kota.

Harkopnas 79 di Sidoarjo jadi Ajang Konsolidasi Anggota Koperasi

Bupati Sidoarjo Subandi menilai keberadaan koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kos di Surabaya Bisa jadi Data Hunian: Penghuni Dipermudah Pemilik Kos Resah

Alamat kos dikhawatirkan tetap menjadi tujuan pencarian debt collector maupun pihak lain.

Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari rumah sakit.

Gelar Gerak Jalan Serentak 40 Kota, IKPI Pecahkan Rekor MURI

Di Surabaya, kegiatan tersebut dipusatkan di Balerina Raya Road, Citraland, dan dibuka secara simbolis oleh Ketua Umum IKPI, Vaudi Starworld.

Porkab Sidoarjo Berakhir, Atlet Dijanjikan Bonus dan Prioritas Sekolah

selalu.id - Prestasi olahraga di Kabupaten Sidoarjo ke depan tidak hanya akan dihargai melalui raihan medali dan bonus. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai