Minggu, 01 Nov 2026 11:45 WIB

Sampah di Tengah Kota Surabaya Menumpuk, Tongbin Apakah Bisa Jadi Solusi?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Apr 2026 19:26 WIB
Tempat pembuangan sampah di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Tempat pembuangan sampah di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan pembenahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan menambah sarana tongbin (bak sampah) hingga melakukan evaluasi TPS yang berada di jalan-jalan protokol.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean gerobak serta mengantisipasi potensi sampah meluber akibat keterbatasan kapasitas.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser menjelaskan bahwa kondisi tongbin di banyak TPS saat ini mengalami kerusakan, sehingga berpengaruh terhadap daya tampung sampah.

"Jadi kita ada pengadaan 1.800 tongbin. Tongbin-tongbin kita ini kondisinya memang banyak yang rusak, terus pecah," sebutnya, Kamis (16/4/2026).

Menurut Fikser, kerusakan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah tongbin di sejumlah TPS, bahkan hingga setengah dari kapasitas awal. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memicu penumpukan sampah di TPS.

"TPS yang dulunya ada 20 (tongbin) menjadi berkurang 10 (tongbin), dan rata-rata terjadi pengurangan tongbin di semua TPS karena mengalami kerusakan. Rencananya tongbin datang di akhir bulan ini," jelasnya.

Fikser berharap, penambahan tongbin mampu mengembalikan kapasitas TPS sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Ke depan, seluruh TPS akan dilengkapi tongbin sesuai kebutuhan, disertai penerapan standar operasional kebersihan.

"Kita akan penuhi seluruh TPS dengan tongbin, perintah Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) tongbin itu kalau sudah terisi (penuh) ditutup, dan kemudian TPS-nya disemprot," papar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya tersebut.

Selain penguatan sarana, DLH Surabaya juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap TPS, terutama yang berada di ruas jalan utama.

Fikser menyebut, terdapat 38 TPS di jalan protokol yang menjadi perhatian karena rentan mengalami penumpukan.

"Ada 38 TPS di tengah jalan (protokol), di jalan-jalan utama. Itu menjadi atensi. Artinya, cara penyelesaiannya kita menambahkan jumlah pengambilan (sampah)," ungkapnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, Fikser menuturkan bahwa frekuensi pengangkutan sampah di TPS tersebut juga akan ditingkatkan. Utamanya, pada lokasi TPS dengan keterbatasan lahan.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

"Jadi waktu pengambilan kalau (misal) di situ cuma satu (sehari sekali), kita dua kalikan. Karena bisa jadi dia (tempatnya) kecil, sempit, tapi yang buang (sampah) juga banyak," jelasnya.

Fikser menegaskan bahwa pengelolaan sampah di TPS diarahkan agar tetap tertib dan tidak meluber ke area jalan. Standar ini menjadi acuan dalam pengawasan di seluruh titik TPS se-Surabaya.

"Prinsipnya tidak boleh ada TPS yang gerobaknya meluber ke jalan, tidak boleh ada (sampah) yang meluber ke bawah TPS," tegasnya.

Untuk mendukung pengawasan, Fikser menyatakan bahwa DLH Surabaya telah menempatkan petugas jaga di seluruh TPS.

Mereka bertugas memantau kondisi TPS secara langsung dan melaporkan perkembangan di lapangan.

"Nah petugas jaga nanti menyampaikan informasi terkait dengan situasi TPS. Nanti untuk ke depannya kita juga lengkapi dengan Handy Talky (HT)," ujarnya.

Baca Juga: Tujuh Program Unggulan Kunci Surabaya Sabet TPAKD Award 2026 Terbaik Jawa - Bali

Selain itu, Fikser menekankan bahwa evaluasi pengelolaan TPS juga dilakukan secara berkala, termasuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Sementara bagi petugas jaga yang tidak melaporkan kondisi TPS, akan diberikan pembinaan hingga sanksi.

"Kita juga memberikan sanksi kepada petugas TPS yang tidak membuat laporan terkait dengan kondisi TPS-nya," imbuhnya.

Tak hanya itu, Fikser menambahkan bahwa DLH Surabaya juga menyiapkan penyemprotan eco enzyme di area TPS untuk menjaga kebersihan dan mengurangi bau.

Penyemprotan dilakukan saat jeda waktu pengangkutan sampah.

"Jadi karena jadwal pengambilan dari rumah warga ke TPS itu kita atur, dari TPS ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) kita atur, ada space, dimana waktu (jeda) itu kita bersihkan TPS," pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.