Kasus Covid-19 Melandai, Wakil Wali Kota Sebut Ekonomi Surabaya 'On The Track'
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 13 Mar 2022 12:07 WIB
selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menyebut dengan melandainya jumlah kasus Covid-19 di Surabaya, secara otomatis membawa angin segar geliat ekonomi. Armuji menyebut ekonomi di Surabaya sudah On The Track.
Angka konfirmasi kasus positif Covid-19 di Surabaya tercatat dibawah 1000 pasien. Ini lebih rendah jika dibanding dengan seminggu yang lalu.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Berdasarkan informasi yang didapat selalu.id tercatat angka konfirmasi positif berturut-turut bulan maret tahun 2022 mulai 6 maret sebesar 649 kasus.
Kemudian, 7 maret sebesar 393 kasus, 8 maret sebesar 611 kasus, 9 maret sebesar 522 kasus, dan 10 maret sebesar 290 kasus, lalu 11 maret sebesar 333 kasus.
Diketahui, tercatat Angka kesembuhan kumulatif Per 12 Maret 2022 mencapai 107.340 Jiwa atau sebesar 94,9 Persen dari Kumulatif Positif sebesar 113.090 Jiwa data tersebut melalui laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id/.
Wakil Walikota Surabaya, Armuji menegaskan menurunnya tren infeksi Covid-19 di kota Surabaya memompa semangat berbagai sektor untuk melakukan percepatan Pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Tren infeksi Covid-19 menurun dalam seminggu terakhir , level PPKM di kota Surabaya juga turun ke Level dua sehingga dunia usaha bisa bergerak kembali," kata Armuji, Sabtu (12/3/2022).
Armuji menyampaikan, upaya Penanganan pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi oleh Pemerintah Kota Surabaya sudah 'On The Track'. Dengan ditopang berbagai indikator, diantaranya Pertumbuhan Ekonomi merangkak naik ke angka 4,29 Persen.
Pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya 2021, kata dia, melampaui kinerja Jawa Timur dan bahkan Nasional.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Ia menambahkan, peningkatan itu tercatat dari tahun 2020 terkontraksi minus 4,85 persen, kemudian melompat ke angka 4,29 persen pada tahun 2021.
"Di tahun 2022 langkah konkret yang dilakukan reformasi Struktural dan upaya transformasi digital hingga perubahan perilaku masyarakat. Perlahan Surabaya Pulih kembali," ungkap Armuji. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi