Minggu, 01 Nov 2026 12:53 WIB

Aturan Baru Pengangkutan Sampah di Surabaya, Pengurus RT-RW Wajib Catat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Apr 2026 14:40 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di TPS. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di TPS. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merombak pola dan jadwal pengangkutan sampah dengan sistem baru yang lebih ketat.

Salah satu perubahan utama adalah pengangkutan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang akan dilakukan pada malam hari untuk mengurangi gangguan aktivitas warga, sekaligus menertibkan sistem persampahan.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di sejumlah TPS di kawasan Rangkah dan Simpang Dukuh pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Dalam sidak tersebut, ditemukan berbagai pelanggaran, mulai dari tumpukan sampah meluber hingga banyaknya gerobak milik warga dan pemulung yang diparkir sembarangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan agar alur pengangkutan sampah lebih tertib dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Jadwal pengiriman sampah dari gerobak ke TPS akan disesuaikan dengan jadwal pengambilan dari TPS ke TPA,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Fikser menegaskan, setelah gerobak membongkar muatan ke dalam kontainer atau armada pengangkut, kendaraan tersebut wajib segera dikembalikan ke lokasi asal yang telah ditentukan oleh RT atau RW.

“Setelah bongkar, gerobak harus langsung dibawa kembali ke tempatnya. Tidak boleh parkir di TPS,” jelasnya.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Pemkot Surabaya juga tidak segan menindak gerobak yang masih tertinggal di TPS. Petugas akan mengamankan gerobak tersebut dan membawanya ke gudang sebagai bentuk penertiban.

Menurut Fikser, langkah ini dilakukan untuk membangun kedisiplinan seluruh pihak, baik petugas DLH maupun pengangkut sampah di tingkat lingkungan.

Selain itu, Pemkot Surabaya mulai menggeser jadwal pengangkutan sampah ke malam hari. Skema ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan gangguan aktivitas masyarakat di siang hari.

“Akan ada perubahan kultur pengangkutan sampah, sebagian dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga,” paparnya.

Baca Juga: Tujuh Program Unggulan Kunci Surabaya Sabet TPAKD Award 2026 Terbaik Jawa - Bali

Di sisi lain, Pemkot juga mempertegas aturan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga.

Sementara sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari diwajibkan langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sebagai tindak lanjut, DLH Surabaya akan menggencarkan sosialisasi kepada pengurus RT/RW melalui pertemuan daring agar aturan baru ini dipahami hingga tingkat bawah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.