Senin, 20 Jul 2026 07:04 WIB

DPRD Surabaya Dukung Larangan Siswa SMP Bawa Motor, Ini Solusinya Biar Aman dan Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Apr 2026 18:56 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma. (Foto. Ade/selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma. (Foto. Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya mendukung larangan siswa SMP mengendarai sepeda motor saat sekolah.

Anggota Komisi D, William Wirakusuma menilai kebijakan tersebut penting demi keselamatan pelajar dan menekan pelanggaran lalu lintas usia di bawah umur.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Menurutnya, siswa SMP belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai.

“Anak SMP belum punya SIM, dan cara mengemudinya kebanyakan otodidak. Mereka juga belum paham aturan lalu lintas. Jadi larangan itu memang harus dilakukan,” tegas William kepada selalu.id, Rabu (8/4/2026).

Ia menyarankan agar pelajar beralih menggunakan sepeda kayuh sebagai alternatif yang lebih aman dan menyehatkan.

Selain itu, William menyoroti masih adanya praktik parkir liar di sekitar sekolah yang dimanfaatkan pelajar.

Politisi PSI Surabaya ini meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk turun tangan menertibkan, sekaligus memastikan seluruh titik parkir terdaftar resmi.

“Tidak boleh ada parkir liar, apalagi Surabaya sudah mengarah ke sistem parkir digital,” jelasnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

William juga mendorong sekolah untuk aktif menyosialisasikan larangan membawa kendaraan bermotor kepada siswa.

Sebagai solusi mobilitas, ia mengusulkan optimalisasi transportasi umum seperti Suroboyo Bus dan WiraWiri.

Bahkan, ia mengusulkan agar layanan tersebut digratiskan pada jam tertentu bagi pelajar berseragam.

“Kalau bisa saat jam berangkat sekolah, siswa digratiskan naik Suroboyo Bus atau WiraWiri. Ini solusi tanpa harus menambah banyak bus sekolah,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Menurut William, kebijakan ini tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga membentuk kebiasaan menggunakan transportasi umum sejak dini untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi di masa depan.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur, termasuk sepeda listrik yang dinilai memiliki risiko serupa.

“Demi keamanan, sebaiknya anak tidak diberi kendaraan bermotor. Lebih aman pakai sepeda biasa atau naik transportasi umum," pungkas William.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.