Jumat, 18 Sep 2026 05:39 WIB

DPRD Surabaya Dukung Larangan Siswa SMP Bawa Motor, Ini Solusinya Biar Aman dan Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Apr 2026 18:56 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma. (Foto. Ade/selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma. (Foto. Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya mendukung larangan siswa SMP mengendarai sepeda motor saat sekolah.

Anggota Komisi D, William Wirakusuma menilai kebijakan tersebut penting demi keselamatan pelajar dan menekan pelanggaran lalu lintas usia di bawah umur.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Menurutnya, siswa SMP belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai.

“Anak SMP belum punya SIM, dan cara mengemudinya kebanyakan otodidak. Mereka juga belum paham aturan lalu lintas. Jadi larangan itu memang harus dilakukan,” tegas William kepada selalu.id, Rabu (8/4/2026).

Ia menyarankan agar pelajar beralih menggunakan sepeda kayuh sebagai alternatif yang lebih aman dan menyehatkan.

Selain itu, William menyoroti masih adanya praktik parkir liar di sekitar sekolah yang dimanfaatkan pelajar.

Politisi PSI Surabaya ini meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk turun tangan menertibkan, sekaligus memastikan seluruh titik parkir terdaftar resmi.

“Tidak boleh ada parkir liar, apalagi Surabaya sudah mengarah ke sistem parkir digital,” jelasnya.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

William juga mendorong sekolah untuk aktif menyosialisasikan larangan membawa kendaraan bermotor kepada siswa.

Sebagai solusi mobilitas, ia mengusulkan optimalisasi transportasi umum seperti Suroboyo Bus dan WiraWiri.

Bahkan, ia mengusulkan agar layanan tersebut digratiskan pada jam tertentu bagi pelajar berseragam.

“Kalau bisa saat jam berangkat sekolah, siswa digratiskan naik Suroboyo Bus atau WiraWiri. Ini solusi tanpa harus menambah banyak bus sekolah,” bebernya.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Menurut William, kebijakan ini tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga membentuk kebiasaan menggunakan transportasi umum sejak dini untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi di masa depan.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur, termasuk sepeda listrik yang dinilai memiliki risiko serupa.

“Demi keamanan, sebaiknya anak tidak diberi kendaraan bermotor. Lebih aman pakai sepeda biasa atau naik transportasi umum," pungkas William.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.