Kasus Keracunan Massal Nasi Berkat di Sidokapasan, Polisi Selidiki Sumber Makanan
- Penulis : Moris Mangke
- | Sabtu, 04 Apr 2026 17:31 WIB
selalu.id - Hajatan peringatan tujuh hari warga yang meninggal dunia, berbuntut keracunan massal di Sidokapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Sejauh ini korban keracunan nasi kotak hajatan, mencapai 26 orang dengan perawatan di beberapa rumah sakit dan rawat jalan di rumah.
Baca Juga: 18 Murid TK Diduga Keracunan MBG, SPPG Penyedia Kerap Dapat Keluhan
Pihak kepolisian mengaku kejadian hajatan berlangsung pada Selasa (31/3/2026) malam. Dan sehari setelahnya gejala keracunan mulai muncul dari para korban.
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari warga.
Berdasarkan data sementara, sekitar 70 orang menghadiri acara tahlilan tersebut. Gejala keracunan mulai muncul sehari setelah kegiatan berlangsung, namun laporan baru diterima pada hari ini, Sabtu (4/4/2026).
“Itu bermula ada warga yang hajatan tujuh harian. Setelah besoknya hari Rabu ada yang merasa sakit mual-mual. Baru Sabtu ini ada laporan,” ujarnya.
Dari total 26 korban, dua orang menjalani perawatan di RSUD Dr Soewandhie, 1 orang di RS PHC, serta 1 lagi dibawa keluarganya ke RS Al-Irsyad. Sementara korban lainnya menjalani rawat jalan.
Baca Juga: Menteri HAM soal Ratusan Siswa Keracunan MBG di Surabaya: SPPG Wajib Disanksi Tegas!
“Kurang lebih jam 11.30 WIB hari ini kami dapat laporan dari warga, langsung kita cek ke tempat bersama kelurahan, puskesmas, dan RS Soewandhie, dan ada beberapa yang dirujuk,” bebernya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis makanan yang menjadi penyebab keracunan dengan berkoordinasi bersama tenaga medis dan instansi terkait.
“Masih kita lidik dari apa makannya. Nanti kerja sama dengan RS Soewandhie dan Polrestabes,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 1 RW 7 Sidodadi, Arif menyebut bahwa kasus tersebut awalnya hanya dialami oleh beberapa orang, namun jumlah korban terus bertambah hingga akhirnya diketahui meluas pada hari Jumat.
Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Langkah Serius usut Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG
Menurut Arif, jumlah korban terus meningkat hingga Sabtu pagi dan tercatat mencapai 26 orang. Korban terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Ada yang bapak-bapak, ibu-ibu, ada anak kecil juga karena makan berkat yang dibawa pulang,” bebernya.
Ia menyebut warga yang mengalami keracunan adalah mereka yang mengkonsumsi nasi berkat yang dibawa pulang. Sementara warga yang makan langsung di lokasi selamatan tidak mengalami keluhan serupa.
Editor : Redaksi