Senin, 19 Okt 2026 14:06 WIB

Kasus Keracunan Massal Nasi Berkat di Sidokapasan, Polisi Selidiki Sumber Makanan

Suasana di Sidokapasan gang 10, setelah korban keracunan massal dilarikan ke rumah sakit.
Suasana di Sidokapasan gang 10, setelah korban keracunan massal dilarikan ke rumah sakit.

selalu.id - Hajatan peringatan tujuh hari warga yang meninggal dunia, berbuntut keracunan massal di Sidokapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Sejauh ini korban keracunan nasi kotak hajatan, mencapai 26 orang dengan perawatan di beberapa rumah sakit dan rawat jalan di rumah.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Pihak kepolisian mengaku kejadian hajatan berlangsung pada Selasa (31/3/2026) malam. Dan sehari setelahnya gejala keracunan mulai muncul dari para korban.

Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari warga.

Berdasarkan data sementara, sekitar 70 orang menghadiri acara tahlilan tersebut. Gejala keracunan mulai muncul sehari setelah kegiatan berlangsung, namun laporan baru diterima pada hari ini, Sabtu (4/4/2026).

“Itu bermula ada warga yang hajatan tujuh harian. Setelah besoknya hari Rabu ada yang merasa sakit mual-mual. Baru Sabtu ini ada laporan,” ujarnya.

Dari total 26 korban, dua orang menjalani perawatan di RSUD Dr Soewandhie, 1 orang di RS PHC, serta 1 lagi dibawa keluarganya ke RS Al-Irsyad. Sementara korban lainnya menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG Dirawat di 7 Rumah Sakit, Ini Daftarnya

“Kurang lebih jam 11.30 WIB hari ini kami dapat laporan dari warga, langsung kita cek ke tempat bersama kelurahan, puskesmas, dan RS Soewandhie, dan ada beberapa yang dirujuk,” bebernya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis makanan yang menjadi penyebab keracunan dengan berkoordinasi bersama tenaga medis dan instansi terkait.

“Masih kita lidik dari apa makannya. Nanti kerja sama dengan RS Soewandhie dan Polrestabes,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 7 Sidodadi, Arif menyebut bahwa kasus tersebut awalnya hanya dialami oleh beberapa orang, namun jumlah korban terus bertambah hingga akhirnya diketahui meluas pada hari Jumat.

Baca Juga: Santri Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Bertambah, Kini Tembus 367

Menurut Arif, jumlah korban terus meningkat hingga Sabtu pagi dan tercatat mencapai 26 orang. Korban terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Ada yang bapak-bapak, ibu-ibu, ada anak kecil juga karena makan berkat yang dibawa pulang,” bebernya.

Ia menyebut warga yang mengalami keracunan adalah mereka yang mengkonsumsi nasi berkat yang dibawa pulang. Sementara warga yang makan langsung di lokasi selamatan tidak mengalami keluhan serupa.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim, Wakapolda, dan seluruh pejabat utama turut turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pengemudi ojol.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.