Minggu, 18 Okt 2026 22:22 WIB

Menteri HAM soal Ratusan Siswa Keracunan MBG di Surabaya: SPPG Wajib Disanksi Tegas!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 18:43 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai. (Foto: Ade/selalu.id).
Menteri HAM Natalius Pigai. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti keras kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya.

Pigai menilai kelalaian terjadi pada pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta lemahnya pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

Menurut Pigai, insiden yang menyeret sekitar 200 lebih siswa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

“Ini tidak boleh terjadi lagi. Saya menyimak penjelasan ilmiah dari Kepala Dinas Kesehatan, melihat fakta lapangan, dan mewawancarai anak-anak korban. Saya menemukan SPPG sangat tidak profesional dan tidak layak, tapi tetap beroperasi,” ungkap Pigai selepas hearing bersama DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, satu dapur SPPG menangani 13 sekolah, dan dari jumlah itu sembilan sekolah terdampak dugaan keracunan. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan sumber persoalan berasal dari satu titik produksi makanan.

“Kalau sembilan sekolah terpapar, artinya bisa disimpulkan keracunan disebabkan kelalaian satu SPPG. Karena yang memproduksi makanannya hanya satu,” tegasnya.

Pigai menyebut tanggung jawab utama berada pada SPPG selaku operator dapur serta BGN sebagai pengawas program nasional. Ia menilai sistem kontrol harian nyaris tidak berjalan.

“Harusnya ada checklist setiap hari. Dapurnya dicek, tempat penyimpanan dicek, suhu makanan dicek, higienesnya dicek. Tapi ini hampir lalai,” katanya.

Baca Juga: 15 Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Mojokerto

Menurut Pigai, lemahnya pengawasan berpotensi menjadi masalah besar karena jumlah dapur MBG akan terus bertambah. Ia menyebut saat ini di Jawa Timur terdapat 119 SPPG yang melayani sekitar 1.900 sekolah.

“Nanti kalau bertambah ratusan SPPG lagi bagaimana pengawasannya? Kalau sekarang saja tidak maksimal,” paparnya.

Selain itu, Pigai juga menyoroti belum terhubungnya sistem koordinasi antara BGN dan pemerintah daerah. Ia menilai banyak pemda menganggap program MBG sepenuhnya urusan pusat sehingga tidak merasa ikut bertanggung jawab.

“Program ini dianggap bergerak di luar sistem pemerintah daerah. Akibatnya daerah tidak merasa memiliki, tidak ikut mengawasi, tidak ikut menganggarkan,” jelasnya.

Baca Juga: Sidoarjo Perketat Pengawasan MBG usai Temuan SLHS Palsu

Pigai mengusulkan pembentukan dinas gizi daerah agar program MBG bisa berkelanjutan dan tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan nasional.

Saat ditanya kondisi dapur SPPG yang diduga kumuh, Pigai menyebut lokasi tersebut layak dihentikan sementara. Ia mengaku menemukan banyak persoalan sanitasi.

“Tadi ada lalat, ada tikus keluar masuk dekat ember dan IPAL. Ini makanan untuk anak-anak. Apa nggak punya hati?” katanya dengan nada tinggi.

Meski begitu, Pigai menyerahkan keputusan sanksi permanen kepada mekanisme dan SOP di BGN. Namun ia menegaskan operasional dapur tersebut sudah layak dihentikan sementara sampai evaluasi selesai.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.