Kamis, 03 Sep 2026 12:05 WIB

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Bupati Jember Muhamad Fawait saat melepas ribuan mahasiswa KKN di Alun-alun. ( Foto: Nurul/selalu id)
Bupati Jember Muhamad Fawait saat melepas ribuan mahasiswa KKN di Alun-alun. ( Foto: Nurul/selalu id)

selalu.id - Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi resmi diterjunkan ke 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V Tahun 2026. Selama 35 hari, para peserta akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui tema "KKN Desa Cinta (Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh)", dengan fokus mendukung pembangunan desa sekaligus mempercepat penanganan kemiskinan.

Pelepasan peserta dilaksanakan di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026), dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan 17 perguruan tinggi, kepala OPD, camat, hingga kepala desa dan lurah dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menyampaikan bahwa program KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

Ia menyebut pengalaman selama menjalankan KKN akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menurut Fawait, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan KKN tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi desa.

Salah satu tugas yang diberikan pemerintah daerah kepada peserta KKN adalah membantu proses validasi data masyarakat miskin ekstrem atau kelompok Desil 2. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran.

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi. Kami berharap adik-adik dapat membantu memvalidasi data warga sehingga program pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan," ujar Fawait.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Ia menjelaskan, keberadaan ribuan mahasiswa yang tersebar di berbagai desa menjadi kekuatan besar untuk memperoleh data lapangan yang lebih akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Bupati juga menyinggung kondisi Jember yang memiliki puluhan perguruan tinggi, namun masih menghadapi angka kemiskinan yang relatif tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

"Kampus harus menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah. Melalui KKN kolaboratif ini, kami ingin semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia akademik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Selain menjalankan program kerja, seluruh peserta juga diminta menjaga sikap dan etika selama berada di lokasi KKN. Fawait mengingatkan bahwa perilaku mahasiswa akan mencerminkan nama baik almamater yang mereka wakili.

Di sela kegiatan, Pemerintah Kabupaten Jember juga mengumumkan pembukaan pendaftaran Program Beasiswa Cinta Bergema mulai 20 Juli 2026. Program tersebut diperuntukkan bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember, baik melalui jalur afirmasi ekonomi maupun jalur prestasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui KKN Kolaboratif V, Pemkab Jember berharap lahir berbagai inovasi, pendampingan masyarakat, serta rekomendasi yang dapat memperkuat pembangunan desa. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.