10 Tradisi Katolik yang Tidak Tertulis dalam Alkitab
- Penulis : Zein Muhammad
- | Jumat, 03 Apr 2026 18:09 WIB
selalu.id - Jutaan umat dalam Gereja Katolik kerap mendaraskan rosario, menandai dahi dengan abu pada masa pra Paskah, berlutut di hadapan relikui, hingga membuat tanda salib.
Praktik-praktik ini terasa begitu melekat dalam kehidupan iman Katolik. Namun, jika ditelusuri secara tekstual, banyak di antaranya tidak ditemukan secara eksplisit dalam Alkitab.
Baca Juga: Umat Katolik Surabaya Diberangkatkan ke Jakarta untuk Ikuti Misa Akbar
Hal ini bukan berarti praktik tersebut keliru, melainkan membuka pertanyaan yang lebih mendasar tentang bagaimana tradisi-tradisi ini terbentuk, dan mengapa tetap dipertahankan hingga kini.
Berikut beberapa kebiasaan katolik yang tidak memiliki referensi langsung dalam Alkitab melansir situs oldest.org:
1. Rosario
Rosario berkembang pada Abad Pertengahan sebagai alternatif bagi umat yang tidak dapat membaca atau menghafal mazmur.
Awalnya, umat awam yang tidak bisa membaca atau tidak punya waktu menghafal 150 mazmur mulai melafalkan 150 "Bapa Kami" atau "Salam Maria" sebagai gantinya.
Mereka menggunakan kerikil atau tali bersimpul untuk menghitung dan dari situlah Rosario lahir. Dari praktik sederhana inilah rosario modern terbentuk sebagai alat bantu doa yang terstruktur.
2. Purgatori
Purgatori atau api penyesuain tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab, baik sebagai istilah maupun konsep yang utuh.
Namun, gagasan tentang penyucian setelah kematian berkembang dari interpretasi teologis terhadap ayat-ayat tertentu.
Konsep ini kemudian diformalkan melalui konsili gereja sebagai jawaban atas pertanyaan tentang nasib jiwa yang tidak sepenuhnya jahat maupun sepenuhnya suci.
3. Selibat Imam
Selibat imam bukan bagian dari praktik awal Kekristenan. Dalam periode gereja mula-mula, banyak pemimpin rohani yang berkeluarga. Namun seiring waktu, gereja menetapkan aturan selibat melalui berbagai konsili pada Abad Pertengahan, dengan alasan spiritual maupun praktis, termasuk menjaga fokus pelayanan dan menghindari konflik kepentingan.
4. Kanonisasi Santo
Baca Juga: Keliling Gereja di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Ibadah Natal Aman dan Lancar
Kanonisasi santo awalnya tidak memiliki prosedur formal. Pada masa awal, seseorang dianggap santo berdasarkan pengakuan umat. Seiring berkembangnya institusi gereja, proses ini menjadi lebih sistematis dan ketat, melibatkan investigasi, verifikasi mukjizat, serta prosedur hukum gerejawi.
5. Masa Prapaskah
Masa Prapaskah (Lent) merupakan periode puasa selama 40 hari tidak langsung ditetapkan sejak awal. Praktik puasa bervariasi di berbagai komunitas sebelum akhirnya distandarisasi setelah Konsili Nicea. Angka 40 sendiri terinspirasi dari kisah puasa Yesus, namun bentuk praktiknya berkembang kemudian.
6. Asumsi Maria
Asumsi Maria merupakan keyakinan bahwa Maria diangkat ke surga secara jasmani dan rohani. Meskipun menjadi bagian penting dalam ajaran Katolik, tidak ada penjelasan langsung dalam Alkitab mengenai peristiwa ini.
Ajaran ini berkembang dari tradisi lisan dan tulisan awal gereja sebelum akhirnya ditetapkan sebagai dogma resmi pada abad ke-20.
7. Rabu Abu
Baca Juga: Tinjau Gereja di Surabaya, Gubernur Khofifah Serukan Ibadah Natal Aman dan Penuh Kasih
Rabu Abu tidak ditemukan sebagai hari liturgi dalam Alkitab, meskipun penggunaan abu sebagai simbol pertobatan memang disebutkan. Praktik menandai dahi dengan abu sebagai awal masa Prapaskah berkembang kemudian dan distandarisasi dalam tradisi gereja.
8. Baptisan BayiBaptisan bayi menjadi salah satu praktik yang sering diperdebatkan. Alkitab menyebut pembaptisan "seluruh rumah tangga", namun tidak secara eksplisit menggambarkan bayi dibaptis. Gereja Katolik memandang praktik ini sebagai bagian dari tradisi apostolik yang diwariskan dari generasi awal.
9. Tanda Salib
Tanda salib merupakan gestur yang sangat umum dalam Katolik, tetapi tidak ditemukan dalam bentuknya sekarang di dalam Alkitab. Praktik ini berkembang dari simbol sederhana pada abad-abad awal Kekristenan menjadi ekspresi iman yang luas digunakan dalam doa dan liturgi.
10. Dikandung Tanpa Noda
Dikandung Tanpa Noda (Immaculate Conception) sering disalahpahami sebagai kelahiran Yesus, padahal merujuk pada Maria yang diyakini lahir tanpa dosa asal.
Doktrin ini tidak memiliki rujukan langsung dalam Alkitab dan berkembang melalui perdebatan teologis panjang sebelum ditetapkan secara resmi pada abad ke-19.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-13059-10-tradisi-katolik-yang-tidak-tertulis-dalam-alkitab
