30 Tahun Reuni Posko Pandegiling, Refleksi Perjuangan Pro Demokrasi di Era Orde Baru
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 29 Mar 2026 16:00 WIB
selalu.id - Reuni bertajuk “Merekatkan Persatuan Demi Keutuhan Bangsa” digelar para aktivis lintas daerah yang pernah terlibat dalam gerakan pro demokrasi pada 1990-an, menjelang masa reformasi. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjuangan aktivis era Orde Baru.
Tokoh aktivis Pandegiling Surabaya yang ikut berkumpul ini diantaranya ada mantan manajer Persebaya dan politisi PDI-P, Saleh Ismail Mukadar, Wali Kota Surabaya periode 2002-2010, Bambang DH, Advokat M. Sholeh, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Ketua panitia, Baktiono, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar nostalgia, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan yang pernah mereka bangun bersama.
“Setelah 30 tahun, ini momen bersejarah karena akhirnya bisa berkumpul lagi. Dulu kami berasal dari berbagai latar belakang, tapi dipersatukan oleh semangat memperjuangkan demokrasi,” ujar Baktiono, saat ditemui selalu.id.
Ketua Panitia Reuni 30 Tahun Posko Pandegiling, Baktiono.
Ia menjelaskan, Jalan Pandegiling No. 223 pada masa itu menjadi titik kumpul para aktivis muda untuk berdiskusi dan menyuarakan gagasan perubahan, meski berada dalam tekanan politik yang ketat.
Menurutnya, pada masa tersebut ruang kebebasan berpendapat sangat terbatas, sehingga kritik terhadap pemerintah berisiko menimbulkan tekanan hingga ancaman penangkapan.
Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Peserta reuni datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Banyuwangi, Madura, Malang, hingga Jombang. Sejumlah alumni yang tidak dapat hadir karena faktor usia dan kesehatan tetap menyampaikan salam.
Baktiono berharap reuni ini tidak berhenti sebagai ajang temu kangen, tetapi menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus menularkan nilai perjuangan kepada generasi muda.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyebut kegiatan ini juga menjadi momentum halal bihalal di bulan Syawal.
Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya
Ia mengenang Posko Pandegiling sebagai pusat pergerakan aktivis saat melakukan konsolidasi dan perlawanan terhadap rezim saat itu.
“Ini kenangan lama yang bisa direfleksikan kembali. Teman-teman dari berbagai daerah hadir dan semangatnya masih sama,” kata Armuji.
Reuni ini diharapkan menjadi pengingat atas perjalanan panjang gerakan demokrasi sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Editor : Redaksi