Selasa, 21 Jul 2026 02:48 WIB

30 Tahun Reuni Posko Pandegiling, Refleksi Perjuangan Pro Demokrasi di Era Orde Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Mar 2026 16:00 WIB
Reuni 30 Tahun Aktivis Pandegiling di Graha Widya Untag Surabaya. (Dok. Ade/selalu.id)
Reuni 30 Tahun Aktivis Pandegiling di Graha Widya Untag Surabaya. (Dok. Ade/selalu.id)

selalu.id - Reuni bertajuk “Merekatkan Persatuan Demi Keutuhan Bangsa” digelar para aktivis lintas daerah yang pernah terlibat dalam gerakan pro demokrasi pada 1990-an, menjelang masa reformasi. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjuangan aktivis era Orde Baru.

Tokoh aktivis Pandegiling Surabaya yang ikut berkumpul ini diantaranya ada mantan manajer Persebaya dan politisi PDI-P, Saleh Ismail Mukadar, Wali Kota Surabaya periode 2002-2010, Bambang DH, Advokat M. Sholeh, dan masih banyak lagi.     

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ketua panitia, Baktiono, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar nostalgia, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan yang pernah mereka bangun bersama.

“Setelah 30 tahun, ini momen bersejarah karena akhirnya bisa berkumpul lagi. Dulu kami berasal dari berbagai latar belakang, tapi dipersatukan oleh semangat memperjuangkan demokrasi,” ujar Baktiono, saat ditemui selalu.id.

Ketua Panitia Reuni 30 Tahun Posko Pandegiling, Baktiono.Ketua Panitia Reuni 30 Tahun Posko Pandegiling, Baktiono.

Ia menjelaskan, Jalan Pandegiling No. 223 pada masa itu menjadi titik kumpul para aktivis muda untuk berdiskusi dan menyuarakan gagasan perubahan, meski berada dalam tekanan politik yang ketat.

Menurutnya, pada masa tersebut ruang kebebasan berpendapat sangat terbatas, sehingga kritik terhadap pemerintah berisiko menimbulkan tekanan hingga ancaman penangkapan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Peserta reuni datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Banyuwangi, Madura, Malang, hingga Jombang. Sejumlah alumni yang tidak dapat hadir karena faktor usia dan kesehatan tetap menyampaikan salam.

Baktiono berharap reuni ini tidak berhenti sebagai ajang temu kangen, tetapi menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus menularkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyebut kegiatan ini juga menjadi momentum halal bihalal di bulan Syawal.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Ia mengenang Posko Pandegiling sebagai pusat pergerakan aktivis saat melakukan konsolidasi dan perlawanan terhadap rezim saat itu.

“Ini kenangan lama yang bisa direfleksikan kembali. Teman-teman dari berbagai daerah hadir dan semangatnya masih sama,” kata Armuji.

Reuni ini diharapkan menjadi pengingat atas perjalanan panjang gerakan demokrasi sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.