Kamis, 04 Jun 2026 09:27 WIB

Kisah Keangkeran Kamar 610 di Apartemen Surabaya: Dari Diteror Mbak Kunti, Juga Ancaman Kematian

Film horor Panggonan Wingit 2 Miss K. (Dok: Instagram @hitmakestudios).
Film horor Panggonan Wingit 2 Miss K. (Dok: Instagram @hitmakestudios).

selalu.id - Film bergenre horor masih menjadi peringkat atas yang banyak diminati oleh penonton Indonesia.

Berlatarkan dari kisah nyata suatu peristiwa atau cerita urban legend yang ada di sekitar masyarakat, atau mengangkat tema agama, menjadi alasan mengapa film horor Indonesia semakin digemari masyarakat.

Baca Juga: Kisah Horor Jalan Tapak Siring Surabaya: Bertemu Pengendara Bentor Tanpa Kepala, Satunya Berjubah Hitam

Seperti film horor "Panggonan Wingit 2 Miss K", yang merupakan salah satu film horor Indonesia yang pernah tayang pada tahun 2024.

Dilansir dari Instagram resmi @himakestudios, film Panggonan Wingit 2 Miss K ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto bersama produser Rocky Soraya, film horor tersebut mengangkat urband legend terkenal Miss K.

Miss K adalah sosok Mbak Kunti atau kuntilanak, yang konon menghuni sebuah apartemen angker yang ada di Surabaya.

Panggonan Wingit 2 Miss K menyoroti kisah Alma dan Mia yang diminta oleh Rayyan untuk pindah ke Kota Surabaya demi memulai hidup baru.

Mereka memilih untuk tinggal di sebuah apartemen kuno yang memiliki aura misterius.

Penduduk setempat percaya bahwa apartemen tersebut dihuni oleh makhluk gaib.

Di dalam apartemen tersebut terdapat sebuah kamar dengan nomor 610 yang dilarang keras untuk dimasuki ataupun dibuka.

Baca Juga: 5 Film Romantis yang Cocok Banget Ditonton Dengan Pasangan saat Weekend

Pemilik apartemen telah memperingatkan semua penghuni akan keberadaan kamar angker tersebut yang dipercayai menjadi tempat tinggal Miss K, yang disebut adalah sosok Mbak Kunti atau kuntilanak.

Alma yang mendengar suara air mengalir dari kamar 610 justru melanggar larangan tersebut. Ia memberanikan diri membuka pintu kamar itu.

Betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok kuntilanak yang menyisir rambut anak perempuan di dalam bak mandi.

Kuntilanak ini memberikan ancaman menakutkan "Patang dino, Maghrib!" (Hari keempat, waktu maghrib).

Baca Juga: Berbagi Suami, Kisah Poligami di Balik Perselingkuhan Berujung Penderitaan

Keduanya segera meminta penjelasan dari pengelola apartemen usai kejadian itu.

Mereka diberitahu bahwa siapa saja yang masuk ke kamar 610 akan menghadapi kematian mengenaskan pada hari keempat, tepat saat maghrib tiba.

Lantas, bagaimana kelanjutan kisah Alma dan Mia?

Untuk mengetahui jawabannya, bisa kamu saksikan selengkapnya di Netflix maupun platform lainnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.