Jumat, 04 Sep 2026 14:23 WIB

Berbagi Suami, Kisah Poligami di Balik Perselingkuhan Berujung Penderitaan

Ilustrasi perselingkuhan. (Dok. Freepik).
Ilustrasi perselingkuhan. (Dok. Freepik).

selalu.id - Dua dekade setelah "Berbagi Suami" menjadi film yang memantik percakapan publik mengenai poligami dan perselingkuhan yang dialami perempuan, Berbagi Suami 2.0 resmi memulai proses syuting yang akan berlangsung mulai 21 Mei hingga Juli 2026.

Film terbaru dari sutradara dan penulis naskah Nia Dinata ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027, dan hadir sebagai karya yang merefleksikan dinamika relasi keluarga dan posisi perempuan serta anak dalam konteks sosial masa kini.

Baca Juga: 5 Film Romantis yang Cocok Banget Ditonton Dengan Pasangan saat Weekend

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu perselingkuhan dan poligami di Indonesia, Komnas Perempuan menyebut praktik poligami kerap diawali oleh perselingkuhan dan berdampak pada penderitaan psikologis serta penelantaran terhadap perempuan.

Perbincangan mengenai dampak mental dalam keluarga poligami juga kembali mengemuka pada 2026, termasuk sorotan para psikolog mengenai meningkatnya risiko stres kronis, kecemasan, depresi, hingga rendahnya rasa percaya diri pada perempuan dan anak dalam relasi keluarga yang timpang.

Berangkat dari realitas tersebut, alih-alih menjadi kelanjutan langsung dari film tahun 2006, Berbagi Suami 2.0 hadir sebagai karya baru dengan tiga karakter utama dan dinamika keluarga yang berbeda.

Isu poligami menjadi benang merah yang menghubungkan ketiganya, sekaligus membuka perspektif baru mengenai dampak emosional, tekanan sosial, dan ketimpangan relasi dalam keluarga modern.

“Dua puluh tahun lalu, Berbagi Suami berbicara tentang poligami sebagai fenomena sosial yang mulai terlihat di ruang publik. Hari ini, struktur film tetap dengan tiga karakter keluarga, detail dan kondisinya mengalami perubahan sesuai dengan zaman. Tetapi persoalan tentang ketimpangan relasi, luka emosional, dan posisi perempuan dalam keluarga masih sangat relevan," terang Sutradara Nia Dinata pada Jumat (22/5/2026) kemarin.

Baca Juga: Gladiator II: Kisah Perjuangan Seorang Prajurit Hadapi Kekaisaran Romawi

"Film ini berangkat bukan dari penghakiman, tetapi dari sebuah ajakan untuk merasakan dampak yang sering kali disembunyikan dan dianggap normal,” tambahnya.

Menurut Nia Dinata, justru di era digital, banyak persoalan personal perkawinan dan keluarga berkembang menjadi sesuatu yang sensasional karena dihadirkan di media sosial.

Ia melihat bahwa luka emosional dalam hubungan sering kali dinormalisasi, padahal dampaknya dapat berlangsung panjang bagi semua pihak, termasuk anak-anak.

Diproduksi oleh Kalyana Shira Films, Berbagi Suami 2.0 menjalani proses produksi di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta selama beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: 6 Film Horor yang Cocok Ditonton saat Libur: Dari Kisah Maya dan Rahasia Mencekam

Sejumlah kru inti yang terlibat dalam film Berbagi Suami (2006), termasuk Penata Sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, Penata Busana Tania Soeprapto dan Penata Musik Aghi Narottama kembali bergabung dalam proyek ini.

Selain itu, Melissa Karim, yang turut berakting dalam film Berbagi Suami dua dekade lalu, kini hadir sebagai produser.

Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi publik mengenai relasi, keluarga, dan dinamika sosial yang masih terus terjadi di tengah masyarakat modern.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.