Selasa, 03 Nov 2026 02:58 WIB

Mojokerto Dilanda Banjir: 125 Rumah Terdampak, 11 Lansia Dievakuasi

Penampakan rumah warga di Mojokerto yang tergenang banjir. (Foto: Supri/selalu.id).
Penampakan rumah warga di Mojokerto yang tergenang banjir. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Sebanyak 125 rumah di Desa Gayaman, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto terdampak banjir akibat hujan deras selama tiga jam.

Ketinggian air mulai 60 centimeter hingga 1 meter atau dada orang dewasa akibat luapan Sungai Gayaman yang tidak bisa menampung air.

Baca Juga: Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, ada beberapa tempat genangan dan banjir akibat hujan deras.

"Ada beberapa desa yang tercatat mengalami banjir atau genangan, tapi saat ini sudah surut. Total yang belum surut dan kita prediksi masih akan ada potensi air untuk lebih naik lagi, itu ada di Desa Gayaman," katanya, Senin (16/3/2026).

Rinaldi mengatakan, ada beberapa orang lansia yang minta untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman lantaran rumahnya tergenang hingga dada orang dewasa.

Penampakan rumah warga di Mojokerto yang tergenang banjir. (Foto: Supri/selalu.id).Penampakan rumah warga di Mojokerto yang tergenang banjir. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: 48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

"Kebetulan ada tiga dusun yang terdampak, dan satu dusun yang kondisinya masih parah. Ketinggian air itu sedada orang dewasa. Untuk yang minta evakuasi para manula, sudah kita evakuasi ke balai dusun," jelasnya.

Rinaldi mengatakan bantuan untuk warga yang terdampak banjir sudah disiapkan untuk santap sahur nanti. Saat ini pihaknya menunggu tren air.

"Saat ini kita memastikan dulu kondisi daripada keluarga kita yang sudah kita evakuasi. Kita pastikan kebutuhan utamanya terpenuhi karena kita tahu juga ini bulan puasa ya. Nanti akan ada sahur sebagainya tentu itu akan bisa kita penuhi bersama," tegasnya.

Baca Juga: Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Menurut Rinaldi, banjir ini juga karena wilayah hilir serta diperparah oleh endapan dan banyaknya sampah yang menutupi beberapa pintu air.

"Selanjutnya kita masih melihat tren air karena ini kan daerah hilir ya. Daerah hilir itu menerima air dari atas. Kemudian dengan kita melihat juga pengamatan kita banyak dipengaruhi oleh endapan dan sampah di beberapa pintu-pintu air hingga memperparah banjir," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.