Jumat, 05 Jun 2026 06:35 WIB

Jelang Idul Fitri 1447 H, 522 Personel Gabungan Akan Amankan Jember

Bupati Jember Muhamad fawait saat gelar upacara pasukan pengamanan jelang Idul Fitri, 12/3/2026 (foto: dok.diskominfo)
Bupati Jember Muhamad fawait saat gelar upacara pasukan pengamanan jelang Idul Fitri, 12/3/2026 (foto: dok.diskominfo)

selalu.id - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran TNI dan Polri menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 di Alun-Alun Jember, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengamanan terpadu untuk memastikan arus mudik dan perayaan Lebaran berlangsung aman dan lancar.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah, terutama setelah pengalaman sebelumnya yang sempat diwarnai kepanikan masyarakat terkait pembelian bahan bakar secara berlebihan. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri, situasi tersebut berhasil dikendalikan sehingga distribusi bahan bakar kembali berjalan normal," ujarnya.

Gus Fawait juga memastikan bahwa ketersediaan energi di wilayah Jember tetap aman selama periode Lebaran. Persediaan bahan bakar minyak dipastikan mencukupi hingga setelah hari raya," terangnya.

Sementara pasokan LPG telah ditambah melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Selain sektor energi, perhatian pemerintah juga tertuju pada peningkatan aktivitas wisata selama libur Lebaran. Beberapa destinasi wisata diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung, terutama setelah pengelolaan kawasan Pantai Papuma dan Watu Ulo dilakukan secara terpadu sehingga dinilai semakin menarik minat wisatawan," katanya

Lebih lanjut Pemerintah daerah, akan mengadakan pertemuan khusus guna membahas strategi pengamanan serta pengelolaan kawasan wisata tersebut agar kunjungan wisata tetap berjalan aman dan tertib," jelasnya.

Sementara, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputro menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari. Operasi ini melibatkan total 522 personel gabungan yang terdiri dari 250 anggota kepolisian serta personel dari berbagai instansi pendukung lainnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Para petugas akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan titik strategis, termasuk jalur utama lalu lintas serta kawasan wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran,"katanya.

Selain pengamanan wilayah, kepolisian juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai potensi kemacetan di beberapa titik rawan di Jember. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Empat Mangli sebagai akses utama keluar masuk kota, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, serta kawasan sekitar Kampus Universitas Jember yang kerap mengalami peningkatan aktivitas masyarakat pada sore hari," ungkapnya.

Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.