Selasa, 20 Okt 2026 00:36 WIB

12 Remaja Diamankan di Ngoro Mojokerto, Rencana Perang Sarung Gagal Total

12 remaja yang diamankan di Polsek Ngoro.
12 remaja yang diamankan di Polsek Ngoro.

selalu.id - Polres Mojokerto Amankan 12 Remaja, Polsek Ngoro Polres Mojokerto mengamankan sebanyak 12 remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung di beberapa titik di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 

Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi mengatakan, para remaja tersebut diamankan oleh petugas yang sedang melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan ramadhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

"Kami mendapati ada sekelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung, sebanyak 12 remaja langsung kami amankan ke Mapolsek Ngoro untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Heru, Sabtu (14/3/2026).

Para remaja tersebut kemudian didata dan dipanggil orang tuanya masing-masing agar mengetahui kejadian tersebut. Kemudian diberikan pembinaan sebagai upaya edukasi dengan tujuan agar tidak mengulangi perbuatannya dan terhindar dari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Setelahnya, mereka akhirnya dipulangkan.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

"Setelah kami amankan, kami panggil orang tua masing-masing. Atas persetujuan orang tua masing-masing, kami berikan pembinaan bahwasanya perang sarung yang awalnya dianggap permainan saat Ramadhan dapat berpotensi menimbulkan bahaya," tegasnya.

Dalam beberapa kasus, yang menimbulkan bahaya seperti sarung yang diisi benda keras seperti batu atau diikat dan dapat melukai peserta lain. Sehingga dalam hal ini, Kapolsek Ngoro mengajak para remaja untuk mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan yang lebih positif, seperti kegiatan keagamaan di masjid atau aktivitas sosial di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Kapolsek Ngoro juga mengingatkan akan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktifitas anak, terutama pada malam hingga dini hari selama Ramadhan. Sehingga dapat meminimalkan adanya potensi kenakalan remaja selama Ramadhan dan dapat menciptakan suasana ibadah tetap aman dan kondusif.

"Kami harap agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya di waktu dan tempat yang semestinya, seperti mengecek keberadaan dan pergaulan anak, serta memantau aktivitas media sosial yang dimiliki anak," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).