Selasa, 21 Jul 2026 05:40 WIB

Menteri Agama Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag for selalu.id).
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag for selalu.id).

selalu.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menggunakan kendaraan dinas dalam perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Larangan ini bertujuan menjaga integritas dan memastikan fasilitas negara digunakan sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

“ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab. ASN dilarang menyalahgunakan wewenang dan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi,” tegas Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, kendaraan dinas diperuntukkan hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas kedinasan dan harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Nasaruddin menjelaskan bahwa ASN yang bertugas di momen Lebaran, seperti untuk mengawal Rumah Ibadah Ramah Pemudik diperbolehkan menggunakan fasilitas yang ada selama menjalankan tugas.

Larangan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Nasaruddin juga mengingatkan peran ASN sebagai teladan masyarakat dalam menjaga etika dan akuntabilitas penggunaan fasilitas negara, terutama di momentum Idul Fitri yang mengajarkan nilai kejujuran dan tanggung jawab.

“ASN diharapkan memberi teladan dalam menjaga etika penggunaan fasilitas negara,” jelasnya.

Baca Juga: 1.752 CPNS Kanwil Kemenag Jatim Resmi Diangkat Jadi PNS

Nasaruddin pun mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat mengingat beberapa hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan tahun ini, yaitu Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” paparnya.

Nasaruddin menjelaskan bahwa setiap perayaan membawa nilai universal yang positif, Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan saling memaafkan, dan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.

Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas, masyarakat akan semakin terdorong menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

Baca Juga: Menteri Agama: Tidak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual!

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman dalam kesempatan terpisah.

“Perbedaan bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini,” tegasnya.

Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan Masjid Ramah Pemudik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.