Selasa, 20 Okt 2026 05:08 WIB

Alasan di Balik Izin Indomaret-Alfamart yang Distop

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart kini dalam bayang-bayang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa ekspansi tidak terus menerus dilakukan hingga ke desa.

Baca Juga: Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai pedesaan seharusnya menjadi ladang ekonomi bagi warga lokal melalui Kopdes Merah Putih.

Dominasi ritel modern di desa hanya akan membuat perputaran uang lari ke pusat, bukan menyejahterakan warga setempat.

"Itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mendudukkan masalahnya. Sudah, retail modern yang sudah ada kita hormati, nggak apa-apa, tapi terhadap keinginan ekspansi sampai apalagi ke desa ya mbok ingat-ingat yang lain. Ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat juga," jelas Ferry dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan masyarakat desa juga mempunyai hak untuk mengelola ritel modern melalui Kopdes Merah Putih serta bersaing dengan sehat dengan pelaku usaha besar. "Persaingan tidak akan berjalan dengan sehat apabila area bisnis tidak adil," tegas Ferry.

Pihaknya juga menyoroti ketimpangan arena persaingan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan jaringan ritel raksasa.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Tanpa kehadiran negara melalui Koperasi Desa, para pedagang kecil dipastikan akan tumbang.

"Jangan arenanya nggak fair dan nggak sehat, kemudian kita disuruh teman-teman dari asosiasi pedagang kaki lima suruh berkompetisi dengan ritel modern, sampai kiamat nggak mungkin menang," papar Ferry.

Ia menambahkan filosofi di balik penguatan sebagai pengelola ritel modern adalah soal distribusi.

Baca Juga: Komitmen Lintas Sektor Sidoarjo dalam Perkuat Ekonomi Desa Lewat Gerai KDKMP

"Koperasi adalah milik masyarakat desa, bukan milik kementerian," tegasnya.

Dengan dikelola koperasi, maka keuntungan dari bisnis retail akan kembali kepada anggota yang merupakan warga desa itu sendiri.

"Kenapa harus koperasi? Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) itu milik masyarakat desa, yang anggotanya masyarakat desa. Sehingga kalau Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) ini salah satu kegiatannya retail modern, ya nanti keuntungannya akan kembali kepada masyarakat desa," tandas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).