Sabtu, 07 Mar 2026 22:00 WIB

Alasan di Balik Izin Indomaret-Alfamart yang Distop

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart kini dalam bayang-bayang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa ekspansi tidak terus menerus dilakukan hingga ke desa.

Baca Juga: Tanggapi Moratorium Pendirian Indomaret dan Alfamart, Apindo: Baru Wacana Pak Menteri Saja

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai pedesaan seharusnya menjadi ladang ekonomi bagi warga lokal melalui Kopdes Merah Putih.

Dominasi ritel modern di desa hanya akan membuat perputaran uang lari ke pusat, bukan menyejahterakan warga setempat.

"Itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mendudukkan masalahnya. Sudah, retail modern yang sudah ada kita hormati, nggak apa-apa, tapi terhadap keinginan ekspansi sampai apalagi ke desa ya mbok ingat-ingat yang lain. Ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat juga," jelas Ferry dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan masyarakat desa juga mempunyai hak untuk mengelola ritel modern melalui Kopdes Merah Putih serta bersaing dengan sehat dengan pelaku usaha besar. "Persaingan tidak akan berjalan dengan sehat apabila area bisnis tidak adil," tegas Ferry.

Pihaknya juga menyoroti ketimpangan arena persaingan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan jaringan ritel raksasa.

Baca Juga: Desas-desus Izin Indomaret dan Alfamart Distop, Benarkah?

Tanpa kehadiran negara melalui Koperasi Desa, para pedagang kecil dipastikan akan tumbang.

"Jangan arenanya nggak fair dan nggak sehat, kemudian kita disuruh teman-teman dari asosiasi pedagang kaki lima suruh berkompetisi dengan ritel modern, sampai kiamat nggak mungkin menang," papar Ferry.

Ia menambahkan filosofi di balik penguatan sebagai pengelola ritel modern adalah soal distribusi.

Baca Juga: Resmikan KDMP di Pacet Mojokerto, Mendes Soroti Ketersediaan Lahan

"Koperasi adalah milik masyarakat desa, bukan milik kementerian," tegasnya.

Dengan dikelola koperasi, maka keuntungan dari bisnis retail akan kembali kepada anggota yang merupakan warga desa itu sendiri.

"Kenapa harus koperasi? Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) itu milik masyarakat desa, yang anggotanya masyarakat desa. Sehingga kalau Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) ini salah satu kegiatannya retail modern, ya nanti keuntungannya akan kembali kepada masyarakat desa," tandas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying

Berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah melimpah.

Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan

Khusunya pada hari Sabtu, kawasan pasar selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar menjadikannya sebagai tempat ngabuburit.

Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 

"Mobilnya terbang tinggi, terus terbalik dan nggosrot ada garis putih di jalan," ujar saksi mata Zainul

Vidi Aldiano Tutup Usia

Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun. Ia sebelumnya mengalami sakit kanker ginjal stadium tiga sejak Desember 2019.

Mobil Terbalik di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya, Diduga Laka Tunggal

Mobil itu dalam posisi terbalik saat warga dan pelintas jalan mulai mengerumuni dan mengabadikan peristiwa ini.

Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Pelangi yang tampak melingkupi air terjun menciptakan pemandangan yang mempesona dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.