Sabtu, 06 Jun 2026 07:52 WIB

Alasan di Balik Izin Indomaret-Alfamart yang Distop

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart kini dalam bayang-bayang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa ekspansi tidak terus menerus dilakukan hingga ke desa.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai pedesaan seharusnya menjadi ladang ekonomi bagi warga lokal melalui Kopdes Merah Putih.

Dominasi ritel modern di desa hanya akan membuat perputaran uang lari ke pusat, bukan menyejahterakan warga setempat.

"Itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mendudukkan masalahnya. Sudah, retail modern yang sudah ada kita hormati, nggak apa-apa, tapi terhadap keinginan ekspansi sampai apalagi ke desa ya mbok ingat-ingat yang lain. Ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat juga," jelas Ferry dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan masyarakat desa juga mempunyai hak untuk mengelola ritel modern melalui Kopdes Merah Putih serta bersaing dengan sehat dengan pelaku usaha besar. "Persaingan tidak akan berjalan dengan sehat apabila area bisnis tidak adil," tegas Ferry.

Pihaknya juga menyoroti ketimpangan arena persaingan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan jaringan ritel raksasa.

Baca Juga: Komitmen Lintas Sektor Sidoarjo dalam Perkuat Ekonomi Desa Lewat Gerai KDKMP

Tanpa kehadiran negara melalui Koperasi Desa, para pedagang kecil dipastikan akan tumbang.

"Jangan arenanya nggak fair dan nggak sehat, kemudian kita disuruh teman-teman dari asosiasi pedagang kaki lima suruh berkompetisi dengan ritel modern, sampai kiamat nggak mungkin menang," papar Ferry.

Ia menambahkan filosofi di balik penguatan sebagai pengelola ritel modern adalah soal distribusi.

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut Bojonegoro Berpeluang jadi Role Model Koperasi Merah Putih

"Koperasi adalah milik masyarakat desa, bukan milik kementerian," tegasnya.

Dengan dikelola koperasi, maka keuntungan dari bisnis retail akan kembali kepada anggota yang merupakan warga desa itu sendiri.

"Kenapa harus koperasi? Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) itu milik masyarakat desa, yang anggotanya masyarakat desa. Sehingga kalau Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) ini salah satu kegiatannya retail modern, ya nanti keuntungannya akan kembali kepada masyarakat desa," tandas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.