Jumat, 27 Feb 2026 22:12 WIB

Alasan di Balik Izin Indomaret-Alfamart yang Distop

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart kini dalam bayang-bayang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa ekspansi tidak terus menerus dilakukan hingga ke desa.

Baca Juga: Desas-desus Izin Indomaret dan Alfamart Distop, Benarkah?

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai pedesaan seharusnya menjadi ladang ekonomi bagi warga lokal melalui Kopdes Merah Putih.

Dominasi ritel modern di desa hanya akan membuat perputaran uang lari ke pusat, bukan menyejahterakan warga setempat.

"Itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mendudukkan masalahnya. Sudah, retail modern yang sudah ada kita hormati, nggak apa-apa, tapi terhadap keinginan ekspansi sampai apalagi ke desa ya mbok ingat-ingat yang lain. Ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat juga," jelas Ferry dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan masyarakat desa juga mempunyai hak untuk mengelola ritel modern melalui Kopdes Merah Putih serta bersaing dengan sehat dengan pelaku usaha besar. "Persaingan tidak akan berjalan dengan sehat apabila area bisnis tidak adil," tegas Ferry.

Pihaknya juga menyoroti ketimpangan arena persaingan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan jaringan ritel raksasa.

Baca Juga: Resmikan KDMP di Pacet Mojokerto, Mendes Soroti Ketersediaan Lahan

Tanpa kehadiran negara melalui Koperasi Desa, para pedagang kecil dipastikan akan tumbang.

"Jangan arenanya nggak fair dan nggak sehat, kemudian kita disuruh teman-teman dari asosiasi pedagang kaki lima suruh berkompetisi dengan ritel modern, sampai kiamat nggak mungkin menang," papar Ferry.

Ia menambahkan filosofi di balik penguatan sebagai pengelola ritel modern adalah soal distribusi.

Baca Juga: Surabaya Libatkan Mahasiswa Operasikan Koperasi Merah Putih untuk Pasok Hotel

"Koperasi adalah milik masyarakat desa, bukan milik kementerian," tegasnya.

Dengan dikelola koperasi, maka keuntungan dari bisnis retail akan kembali kepada anggota yang merupakan warga desa itu sendiri.

"Kenapa harus koperasi? Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) itu milik masyarakat desa, yang anggotanya masyarakat desa. Sehingga kalau Koperasi Desa (Kelurahan Merah Putih) ini salah satu kegiatannya retail modern, ya nanti keuntungannya akan kembali kepada masyarakat desa," tandas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Upaya Gerakkan UMKM, Walikota Mojokerto Ning Ita Buka Pasar Takjil Ramadan 1447 H

Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Pasar Takjil Ketidur juga menjadi wadah kreasi seni masyarakat.

DPRD Jatim Bagikan Ribuan Paket Takjil saat Hujan Deras di Surabaya

Ali Kuncoro mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tujuh agenda sosial dan keagamaan rutin yang disusun setiap tahun di bulan suci Ramadan.

Momen Bunda PAUD Kapasan Surabaya Berbagi Takjil pada Warga

Kegiatan pembagian takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian antarsesama sekaligus mempererat silaturahmi.

PKB Jatim Targetkan Muscab di 38 Kabupaten-Kota Rampung Akhir Tahun 2026

Kegiatan ini akan digencarkan mulai April hingga Juli mendatang pasca rampungnya kepengurusan Dinas Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim periode saat ini.

TPS Gelar Pertemuan Bulanan Spesial Ramadan 2026: Update Peralatan hingga Standar Layanan

Selain update operasional, TPS juga menyegarkan informasi mengenai prosedur penanganan klaim dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Polres Jember Musnahkan Narkotika, Miras hingga Knalpot Brong

Bobby memastikan penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan humanis demi terciptanya situasi Jember yang aman dan kondusif.