Minggu, 06 Sep 2026 13:02 WIB

DPRD Jatim Sebut Bojonegoro Berpeluang jadi Role Model Koperasi Merah Putih

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Dony/selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Jawa Timur atas langkah cepatnya menyiapkan 430 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Capaian ini disiapkan menjelang peluncuran nasional yang akan dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Antara Ijazah Kilat dan Penggunaan APBD: Implikasi Hukum Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni menilai capaian tersebut sebagai bukti keseriusan daerah dalam menerjemahkan program strategis nasional berbasis ekonomi kerakyatan.

Ia menyebut keberhasilan Bojonegoro yang telah memastikan seluruh koperasi yang dibentuk sudah memiliki badan hukum yang jelas.

“Ini progres yang sangat positif. Ketika 100 persen koperasi sudah berbadan hukum, artinya pondasinya kuat. Tinggal memastikan manajemen dan keberlanjutannya berjalan optimal,” kata Sri Wahyuni, Selasa (28/4/2026).

Politisi dari daerah pemilihan Bojonegoro–Tuban ini juga menilai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) laporan keuangan dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai langkah strategis.

Hal itu dinilai penting untuk mendorong tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Baca Juga: Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Meski demikian, Sri Wahyuni mengingatkan agar keberhasilan tidak hanya berhenti pada aspek administratif semata. Koperasi harus benar-benar hadir dan berfungsi untuk mensejahterakan masyarakat.

“Jangan hanya berdiri secara administratif. Koperasi harus hidup, mampu memutus rantai pasok, menekan harga kebutuhan, dan meningkatkan pendapatan anggota,” tegasnya.

Ia pun mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala di lapangan, mulai dari persoalan lahan hingga administrasi aset, melalui sinergi lintas sektor agar target nasional tidak terganggu.

Saat ini, Pemkab Bojonegoro telah mencatatkan legalitas koperasi mencapai 100 persen, perizinan usaha 84,4 persen, dan ratusan koperasi telah melaksanakan RAT.

Baca Juga: Pelapor Desak Polisi Pakai UU Perguruan Tinggi-Sisdiknas dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 KDKMP ditargetkan menjadi bagian dari peluncuran perdana 1.000 koperasi secara nasional pada 18 Mei mendatang.

Secara bertahap, pemerintah pusat menargetkan peluncuran total 50.000 koperasi di seluruh Indonesia pada 17 Agustus 2026.

“Kalau ini dikawal serius, Bojonegoro berpeluang besar menjadi role model pengembangan koperasi desa, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional,” tandas Sri Wahyuni.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item