Rabu, 04 Nov 2026 02:26 WIB

DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Agu 2026 12:54 WIB
Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti pola penanganan saluran air yang selama ini dinilai terlalu bergantung pada laporan warga. 

Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian dan Penanggulangan Banjir meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola tersebut dengan melakukan normalisasi saluran secara berkala tanpa menunggu adanya keluhan dari masyarakat.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar, mengatakan sedimentasi di saluran air tidak bisa ditangani secara insidental. Menurutnya, pengerukan harus dilakukan secara rutin agar kapasitas saluran tetap terjaga.

“Normalisasi tidak boleh menunggu permintaan masyarakat. Kalau menunggu laporan terus, sedimentasi akan semakin tebal dan kapasitas saluran terus berkurang,” jelasnya, Selasa (4/82026).

Pansus mengusulkan agar normalisasi dilakukan secara menyeluruh setiap tiga tahun sekali. Skema itu dinilai mampu membuat seluruh wilayah Surabaya mendapatkan penanganan secara bergilir dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, DPRD juga mendorong penyediaan peralatan normalisasi di seluruh kelurahan. Selama ini, proses pengerukan kerap terhambat karena alat harus dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain.

Sukadar menilai kondisi tersebut membuat penanganan saluran berjalan lambat, terutama ketika muncul kebutuhan mendesak di lingkungan permukiman.

Baca Juga: Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

“Kalau kita ingin melakukan normalisasi di seluruh Surabaya, alatnya tidak boleh hanya berada di satu lokasi. Selama ini alat harus bergantian dipindahkan sehingga permintaan masyarakat sering kali harus menunggu,” katanya.

Sukadar menyatakan bahwa kebutuhan anggaran untuk pengadaan peralatan di 153 kelurahan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Angka tersebut mencakup pengadaan peralatan ringan, seperti jack hammer, cangkul, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, alat berat seperti ekskavator mini diusulkan untuk ditempatkan di tingkat kecamatan agar penggunaannya lebih efektif.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Pansus menilai langkah tersebut akan mengubah pola pengendalian banjir di Surabaya dari sistem reaktif menjadi sistem pencegahan yang lebih terukur.

Selain mengandalkan pemerintah, Sukadar juga meminta masyarakat ikut menjaga kondisi saluran melalui kegiatan kerja bakti secara berkala.

“Kami ingin ada timeline yang jelas. Tiga tahun sekali dilakukan normalisasi besar di seluruh Surabaya. Setelah selesai satu siklus, program kembali dimulai dari awal sehingga kegiatan ini berlangsung terus-menerus,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.