Jumat, 18 Sep 2026 16:56 WIB

DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Agu 2026 12:54 WIB
Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti pola penanganan saluran air yang selama ini dinilai terlalu bergantung pada laporan warga. 

Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian dan Penanggulangan Banjir meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola tersebut dengan melakukan normalisasi saluran secara berkala tanpa menunggu adanya keluhan dari masyarakat.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Ketua Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar, mengatakan sedimentasi di saluran air tidak bisa ditangani secara insidental. Menurutnya, pengerukan harus dilakukan secara rutin agar kapasitas saluran tetap terjaga.

“Normalisasi tidak boleh menunggu permintaan masyarakat. Kalau menunggu laporan terus, sedimentasi akan semakin tebal dan kapasitas saluran terus berkurang,” jelasnya, Selasa (4/82026).

Pansus mengusulkan agar normalisasi dilakukan secara menyeluruh setiap tiga tahun sekali. Skema itu dinilai mampu membuat seluruh wilayah Surabaya mendapatkan penanganan secara bergilir dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, DPRD juga mendorong penyediaan peralatan normalisasi di seluruh kelurahan. Selama ini, proses pengerukan kerap terhambat karena alat harus dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain.

Sukadar menilai kondisi tersebut membuat penanganan saluran berjalan lambat, terutama ketika muncul kebutuhan mendesak di lingkungan permukiman.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

“Kalau kita ingin melakukan normalisasi di seluruh Surabaya, alatnya tidak boleh hanya berada di satu lokasi. Selama ini alat harus bergantian dipindahkan sehingga permintaan masyarakat sering kali harus menunggu,” katanya.

Sukadar menyatakan bahwa kebutuhan anggaran untuk pengadaan peralatan di 153 kelurahan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Angka tersebut mencakup pengadaan peralatan ringan, seperti jack hammer, cangkul, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, alat berat seperti ekskavator mini diusulkan untuk ditempatkan di tingkat kecamatan agar penggunaannya lebih efektif.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Pansus menilai langkah tersebut akan mengubah pola pengendalian banjir di Surabaya dari sistem reaktif menjadi sistem pencegahan yang lebih terukur.

Selain mengandalkan pemerintah, Sukadar juga meminta masyarakat ikut menjaga kondisi saluran melalui kegiatan kerja bakti secara berkala.

“Kami ingin ada timeline yang jelas. Tiga tahun sekali dilakukan normalisasi besar di seluruh Surabaya. Setelah selesai satu siklus, program kembali dimulai dari awal sehingga kegiatan ini berlangsung terus-menerus,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bikin Heboh! Wulan Guritno Beri Kejutan Ultah dan Pelukan Hangat untuk Ariel NOAH

Kehadiran Wulan mendadak bikin heboh saat ia menyanyikan lagu ulang tahun, mendekat, lalu memberikan pelukan hangat serta ciuman di kedua pipi Ariel.

Antisipasi Gempa Patahan Aktif, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Seismograf

Alat yang disiapkan merupakan Raspberry Shake (RS6D), berdasarkan usulan tim geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipimpin Prof Amien Widodo.

Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Evakuasi Keluarga Korban di Operasi Damai Cartenz

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi selamat.

Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

Tim harus membongkar dinding dulu pakai ekskavator yang sudah didatangkan pihak pabrik.

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Buku rekening dan ATM diserahkan kepada SH. Uang dikelola sendiri, dipakai melunasi kredit macet agar bisa mengajukan pinjaman baru serta melunasi utang pribadi