Pria di Gangsir Pasuruan Tewas usai Ditangkap Polisi, Keluarga Tuntut Keadilan
- Penulis : Ariyanto
- | Selasa, 04 Agu 2026 19:58 WIB
selalu.id - Kematian Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, usai diamankan anggota Polsek Beji pada Senin (3/8), masih menyisakan teka-teki besar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban belum terungkap karena penyidik masih menunggu hasil autopsi.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Pasuruan, Berikut Daftar Korban Tewas dan Selamat
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga. Mereka mendesak kepolisian agar seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka, objektif, dan profesional guna mengungkap fakta hukum yang sebenarnya.
Kepolisian sendiri menyatakan proses penyelidikan masih berjalan. Selain mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil autopsi, penyidik telah memeriksa sejumlah anggota yang terlibat dalam penangkapan serta para saksi di lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Beji, Ipda Binsar, menegaskan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya korban.
"Hasil autopsi masih kami tunggu. Semua pihak yang terkait sudah kami mintai keterangan dan proses penyelidikan masih berjalan," tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Keluarga Bantah Tuduhan Judi Online
Di sisi lain, pihak keluarga membantah keras tuduhan yang menyebut korban terlibat aktivitas judi online saat diamankan.
Kakak korban, Choirul Anwar, menjelaskan bahwa adiknya sehari-hari bekerja menjaga loket Payment Point Online Bank (PPOB) untuk layanan pembayaran listrik dan PDAM.
Choirul menegaskan bahwa komputer yang digunakan Widi murni merupakan fasilitas kerja untuk melayani transaksi pelanggan.
"Saya meminta polisi menunjukkan surat penangkapan sebagai dasar tindakan terhadap adik saya. Sampai sekarang keluarga belum pernah menerima ataupun melihat surat tersebut," tegasnya.
Choirul menceritakan, ia mengetahui kabar pengamanan tersebut dari keluarga. Saat tiba di lokasi kejadian, korban sudah tidak ada. Ia kemudian bertemu dengan dua anggota Polsek Beji di sekitar minimarket tak jauh dari lokasi.
Baca Juga: Foto: Kecelakaan Maut di Gempol Pasuruan
Dalam pertemuan itu, polisi berdalih pengamanan dilakukan atas laporan masyarakat terkait dugaan judi online. Keluarga lantas mempertanyakan dasar hukum serta prosedur operasi yang dijalankan petugas.
Saksi Sebut Korban Sempat Minta Tolong dan Sesak Napas
Berdasarkan kesaksian sejumlah warga di sekitar lokasi, proses pengamanan berlangsung dramatis.
Korban disebut sempat berteriak meminta pertolongan, mengeluhkan rasa sakit, hingga mengalami kesulitan bernapas sebelum akhirnya dibawa menggunakan kendaraan polisi.
Sekitar 30 menit hingga satu jam pasca-kejadian, petugas kepolisian kembali menemui keluarga untuk meminta identitas korban. Saat itulah keluarga mendapat kabar bahwa Widi telah dilarikan ke puskesmas.
"Salah seorang anggota kepolisian sempat menyampaikan bahwa adik saya masih bernapas. Namun ketika saya tiba di puskesmas, petugas medis menyatakan Widi telah meninggal dunia," ungkap Choirul.
Baca Juga: Kecelakaan di Gempol Pasuruan: 4 Orang Tewas, 6 Terluka hingga Rusak Rumah Warga
Choirul menambahkan, saat tiba di puskesmas ia melihat petugas medis masih berupaya memberikan bantuan oksigen, namun korban sudah tidak merespons.
Keadaan ini dinilai janggal oleh keluarga, sebab sebelum kejadian Widi dalam kondisi sehat bugar tanpa keluhan kesehatan.
Sementara itu, Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.
Kini, pihak keluarga dan masyarakat menunggu hasil autopsi resmi guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penegakan hukum dalam kasus tersebut.
Keluarga menegaskan, jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur oleh oknum petugas, proses hukum tegas harus ditegakkan.
Editor : Zein Muhammad