Jumat, 04 Sep 2026 14:23 WIB

DPRD Jatim Soroti Peran Dinkes yang Tak Terlihat di Tengah Penanganan Banjir Pasuruan

Banjir Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Banjir Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Penanganan banjir di Kabupaten Pasuruan menjadi sorotan setelah tidak terlihatnya peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur dalam penanganan bencana yang telah berlangsung beberapa hari.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mengkritik hal tersebut dan mengingatkan potensi munculnya penyakit pascabanjir.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Puguh menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu lintas sektor, tidak hanya bergantung pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

Politisi dari PKS ini mengatakan aspek kesehatan merupakan komponen krusial yang tidak boleh diabaikan mengingat genangan air yang lama berpotensi memicu berbagai penyakit.

“Dalam satu paket penanganan kebencanaan harus melibatkan berbagai pihak, antara lain BPBD, Dinas Sosial, Tagana, dan tentu Dinas Kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat terhindar dari risiko penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya,” jelasnya, Jumat (27/3/2026).

Puguh menilai bahwa ketiadaan Dinkes Jatim di lapangan berpotensi menciptakan celah dalam penanganan kesehatan warga terdampak.

Ia menambahkan bahwa idealnya Dinkes Jatim berkoordinasi aktif dengan Dinkes Kabupaten Pasuruan dan puskesmas setempat untuk melakukan pendataan serta asesmen kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

“Harus ada asesmen langsung ke lapangan untuk mengetahui apakah ada warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan. Hal ini bertujuan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Puguh juga mengingatkan bahwa kehadiran negara dalam situasi bencana tidak hanya diukur dari distribusi bantuan logistik, tetapi juga dari kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Jangan sampai masyarakat merasa tidak mendapatkan perlindungan kesehatan. Kehadiran negara harus dirasakan secara utuh,” paparnya.

Konfirmasi dengan petugas BPBD Jawa Timur di lapangan menunjukkan bahwa pihaknya tidak melihat kehadiran Dinkes Jatim selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

"Yang kami temui hanya Dinkes Pasuruan dan puskesmas setempat,” kata salah satu petugas.

Berdasarkan data BPBD Jatim, hingga Kamis (26/3/2026), jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.148 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.

Dengan jumlah terdampak yang cukup besar dan durasi banjir yang belum sepenuhnya surut, DPRD Jatim mendesak agar koordinasi lintas sektor segera diperkuat, khususnya untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.