Selasa, 21 Jul 2026 02:47 WIB

DPRD Surabaya Dorong Penerapan Berbasis Alam hingga Dakel Dalam Atasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Mar 2026 16:19 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Masalah banjir masih menjadi pekerjaan rumah serius di Surabaya. Hingga kini, tercatat sebanyak 138 titik genangan tersebar di berbagai wilayah dengan durasi surut yang relatif lama.

Kondisi ini mendorong Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian Banjir DPRD Kota Surabaya mengubah pendekatan penanganan banjir. Tidak lagi sekadar mengandalkan pembangunan drainase, dewan mulai mendorong penerapan solusi berbasis alam.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menegaskan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak cukup menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

“Selama ini penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran. Padahal debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase,” jelas Eri, Kamis (26/3/2026).

Ia mengatakan solusi berbasis alam yang dimaksud meliputi pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, hingga optimalisasi waduk atau bozem.

Konsep ini mengedepankan prinsip “memanen air” bukan langsung mengalirkannya ke saluran.

Dengan cara tersebut, sebagian air hujan dapat diserap ke tanah atau ditampung sementara, sehingga beban sistem drainase berkurang. Selain itu, langkah ini juga dinilai mampu meningkatkan cadangan air tanah di Surabaya.

Namun, penerapan solusi tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.

Eri menekankan pentingnya kajian geologis, mengingat kondisi tanah di Surabaya yang beragam.

“Tidak semua wilayah cocok untuk sumur resapan. Kalau dipaksakan di tanah yang sudah jenuh, hasilnya tidak akan optimal,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti persoalan klasik yang belum tertangani optimal, yakni sedimentasi saluran.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Di sejumlah kawasan seperti Simo dan Menur Pumpungan, kapasitas saluran bahkan disebut tinggal 50 persen akibat endapan lumpur yang mengeras.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai bahwa kondisi ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur baru tidak akan efektif tanpa diimbangi normalisasi saluran lama.

“Banyak saluran di perkampungan sudah puluhan tahun tidak dibersihkan. Mau bangun baru sebanyak apa pun, kalau yang lama tidak dinormalisasi, banjir tetap terjadi,” katanya.

Untuk itu, DPRD mengusulkan agar dana kelurahan (dakel) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga dikunci untuk pemeliharaan rutin.

Dana tersebut bisa digunakan untuk pengadaan alat sedot lumpur, pompa portabel, hingga operasional pembersihan saluran di tingkat RW dan RT.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Dari sisi anggaran, alokasi penanganan banjir pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran Rp1 triliun, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, DPRD mendorong agar 10–20 persen anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk solusi berbasis alam dan pemeliharaan.

Dalam Raperda Pengendalian Banjir yang tengah dibahas, keberhasilan program akan diukur melalui tiga indikator utama, yakni durasi genangan, luas wilayah terdampak, dan tinggi genangan.

“Targetnya realistis, bukan menghilangkan genangan sepenuhnya, tapi meminimalkan dampaknya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

Selain itu, tinggi sedimen di saluran dan sungai juga akan menjadi indikator evaluasi. Jika melebihi ambang batas, maka pengerukan wajib segera dilakukan oleh dinas terkait maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

DPRD menilai, kombinasi antara normalisasi rutin dan penerapan solusi berbasis alam menjadi kunci untuk menekan risiko banjir di tengah tantangan perubahan iklim dan kepadatan permukiman di Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.