Sabtu, 05 Sep 2026 07:26 WIB

DPRD Surabaya Dorong Penerapan Berbasis Alam hingga Dakel Dalam Atasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Mar 2026 16:19 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Masalah banjir masih menjadi pekerjaan rumah serius di Surabaya. Hingga kini, tercatat sebanyak 138 titik genangan tersebar di berbagai wilayah dengan durasi surut yang relatif lama.

Kondisi ini mendorong Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian Banjir DPRD Kota Surabaya mengubah pendekatan penanganan banjir. Tidak lagi sekadar mengandalkan pembangunan drainase, dewan mulai mendorong penerapan solusi berbasis alam.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menegaskan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak cukup menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

“Selama ini penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran. Padahal debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase,” jelas Eri, Kamis (26/3/2026).

Ia mengatakan solusi berbasis alam yang dimaksud meliputi pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, hingga optimalisasi waduk atau bozem.

Konsep ini mengedepankan prinsip “memanen air” bukan langsung mengalirkannya ke saluran.

Dengan cara tersebut, sebagian air hujan dapat diserap ke tanah atau ditampung sementara, sehingga beban sistem drainase berkurang. Selain itu, langkah ini juga dinilai mampu meningkatkan cadangan air tanah di Surabaya.

Namun, penerapan solusi tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.

Eri menekankan pentingnya kajian geologis, mengingat kondisi tanah di Surabaya yang beragam.

“Tidak semua wilayah cocok untuk sumur resapan. Kalau dipaksakan di tanah yang sudah jenuh, hasilnya tidak akan optimal,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti persoalan klasik yang belum tertangani optimal, yakni sedimentasi saluran.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Di sejumlah kawasan seperti Simo dan Menur Pumpungan, kapasitas saluran bahkan disebut tinggal 50 persen akibat endapan lumpur yang mengeras.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai bahwa kondisi ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur baru tidak akan efektif tanpa diimbangi normalisasi saluran lama.

“Banyak saluran di perkampungan sudah puluhan tahun tidak dibersihkan. Mau bangun baru sebanyak apa pun, kalau yang lama tidak dinormalisasi, banjir tetap terjadi,” katanya.

Untuk itu, DPRD mengusulkan agar dana kelurahan (dakel) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga dikunci untuk pemeliharaan rutin.

Dana tersebut bisa digunakan untuk pengadaan alat sedot lumpur, pompa portabel, hingga operasional pembersihan saluran di tingkat RW dan RT.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Dari sisi anggaran, alokasi penanganan banjir pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran Rp1 triliun, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, DPRD mendorong agar 10–20 persen anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk solusi berbasis alam dan pemeliharaan.

Dalam Raperda Pengendalian Banjir yang tengah dibahas, keberhasilan program akan diukur melalui tiga indikator utama, yakni durasi genangan, luas wilayah terdampak, dan tinggi genangan.

“Targetnya realistis, bukan menghilangkan genangan sepenuhnya, tapi meminimalkan dampaknya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

Selain itu, tinggi sedimen di saluran dan sungai juga akan menjadi indikator evaluasi. Jika melebihi ambang batas, maka pengerukan wajib segera dilakukan oleh dinas terkait maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

DPRD menilai, kombinasi antara normalisasi rutin dan penerapan solusi berbasis alam menjadi kunci untuk menekan risiko banjir di tengah tantangan perubahan iklim dan kepadatan permukiman di Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.