Kamis, 03 Sep 2026 13:40 WIB

Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Ilustrasi kekeringan. (Dok. AI/Ist).
Ilustrasi kekeringan. (Dok. AI/Ist).

selalu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai memetakan munculnya titik-titik rawan kekeringan di sejumlah wilayah seiring perubahan cuaca yang mulai terjadi di Jatim.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, saat ini pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan mitigasi bencana, pemasangan rambu evakuasi hingga penguatan sumber daya manusia di tingkat desa.

Baca Juga: Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan hingga Tim Psikologis ke Lokasi Bencana Gempa NTT

“Masyarakat harus bisa bergerak lebih dulu sebelum petugas datang. Karena saat bencana terjadi, petugas tidak mungkin langsung menjangkau semuanya,” katanya, Senin (25/5/2026).

Menurut Gatot, potensi kerawanan bencana di Jawa Timur telah dipetakan bersama sejumlah pihak, termasuk Dinas PU.

Tercatat terdapat sekitar 400 titik rawan yang tersebar di beberapa desa, mulai dari banjir, longsor hingga potensi kekeringan.

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

BPBD Jatim sendiri fokus pada penanganan tanggap darurat jangka pendek, sementara pembangunan infrastruktur permanen menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.

“Kalau penanganan fisik jangka panjang itu di PU. Kami lebih ke penanganan darurat dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat,” jelasnya.

Gatot menambahkan, meski musim hujan masih terjadi secara parsial, masyarakat tetap diminta waspada, terutama di wilayah sekitar bendungan dan kawasan rawan longsor.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Ia juga menyoroti tantangan penyediaan sumber air di daerah pegunungan yang membutuhkan pengeboran hingga ratusan meter.

“Di pegunungan sebenarnya ada sumber air, tapi kedalamannya bisa 100 sampai 400 meter. Biaya pengeborannya juga cukup besar,” sebut Gatot.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.