Sabtu, 05 Sep 2026 17:25 WIB

Buntut Maaf Armuji ke Madas, Aktifis 98: Tak Peka Martabat Arek Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 12:36 WIB

selalu.id Koordinator Presidium Srawungan Arek Kampung Suroboyo (AKAS), Cak Bonang Adji Handoko, menilai permintaan maaf Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kepada Ormas Madura Asli Sedarah (Madas) berada di persimpangan.

 

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Cak Bonang yang juga aktivis Reformasi 1998 juga menilai langkah politik Armuji terlalu naif dan tidak mencerminkan sensitivitas seorang pemimpin kota besar seperti Surabaya.

 

Bahkan, kata dia, sikap Armuji justru menimbulkan antipati baru di tengah masyarakat, terutama kalangan arek-arek Surabaya yang selama ini resah dengan praktik premanisme berkedok organisasi.

 

“Saya kira ini sikap yang sangat naif. Seorang pejabat publik tidak boleh hanya membaca momentum sesaat, tapi harus peka terhadap rasa keadilan dan martabat warga Surabaya,” kata Cak Bonang, kepada selalu.id, Rabu (14/1/2026).

 

Menurutnya, sejak awal kasus pengusiran rumah nenek Elina mencuat, Armuji tampil dengan gaya heroik dan berapi-api. Namun, sikap tersebut dinilai berubah drastis setelah muncul laporan hukum dari Madas.

 

“Awalnya tampil seperti pahlawan, lantang membela warga kecil. Tapi begitu dilaporkan, sikapnya melempem. Ini yang membuat publik bingung dan kecewa,” ujarnya.

 

Cak Bonang menilai pernyataan dan langkah Armuji yang kemudian memilih jalur mediasi dan permintaan maaf justru memunculkan kesan inkonsistensi. Padahal, kata dia, persoalan utama yang dirasakan masyarakat adalah keresahan sosial akibat tindakan oknum yang kerap dikaitkan dengan ormas tertentu.

 

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

“Di warung kopi, di media sosial, hampir tidak ada yang membenarkan sikap itu. Banyak anak muda kaget dan kecewa. Ini bukan soal benci, tapi soal rasa keadilan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti narasi yang dibangun Armuji melalui media sosial dan kanal digitalnya. Menurut Cak Bonang, konten-konten tersebut justru berpotensi menyesatkan publik dan memperkeruh situasi jika tidak didasarkan pada fakta yang utuh.

 

“Kalau pemimpin membuat narasi yang tidak akurat, apalagi berpotensi memecah belah dan menyentuh isu sensitif, ini berbahaya. Surabaya ini kota majemuk,” katanya.

 

Lebih jauh, Aktivis 98 itu menegaskan bahwa status Armuji sebagai politisi tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi sikap yang dinilai plin-plan.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

 

“Betul, dia politisi. Tapi tidak semua politisi bersikap seperti ini. Jangan lalu perilaku yang inkonsisten itu dianggap wajar,” ujar Cak Bonang.

 

Ia bahkan mengungkapkan kemungkinan adanya langkah lanjutan berupa konsolidasi warga untuk melaporkan persoalan tersebut melalui jalur kebijakan daerah jika dinilai melanggar prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan.

 

“Ini masih konsolidasi. Tapi yang jelas, Armuji sekarang ada di persimpangan. Apakah mau berdiri tegas membela martabat warga Surabaya, atau sekadar bermain aman secara politik,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.