Jumat, 06 Nov 2026 20:49 WIB

Buntut Maaf Armuji ke Madas, Aktifis 98: Tak Peka Martabat Arek Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 12:36 WIB

selalu.id Koordinator Presidium Srawungan Arek Kampung Suroboyo (AKAS), Cak Bonang Adji Handoko, menilai permintaan maaf Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kepada Ormas Madura Asli Sedarah (Madas) berada di persimpangan.

 

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Cak Bonang yang juga aktivis Reformasi 1998 juga menilai langkah politik Armuji terlalu naif dan tidak mencerminkan sensitivitas seorang pemimpin kota besar seperti Surabaya.

 

Bahkan, kata dia, sikap Armuji justru menimbulkan antipati baru di tengah masyarakat, terutama kalangan arek-arek Surabaya yang selama ini resah dengan praktik premanisme berkedok organisasi.

 

“Saya kira ini sikap yang sangat naif. Seorang pejabat publik tidak boleh hanya membaca momentum sesaat, tapi harus peka terhadap rasa keadilan dan martabat warga Surabaya,” kata Cak Bonang, kepada selalu.id, Rabu (14/1/2026).

 

Menurutnya, sejak awal kasus pengusiran rumah nenek Elina mencuat, Armuji tampil dengan gaya heroik dan berapi-api. Namun, sikap tersebut dinilai berubah drastis setelah muncul laporan hukum dari Madas.

 

“Awalnya tampil seperti pahlawan, lantang membela warga kecil. Tapi begitu dilaporkan, sikapnya melempem. Ini yang membuat publik bingung dan kecewa,” ujarnya.

 

Cak Bonang menilai pernyataan dan langkah Armuji yang kemudian memilih jalur mediasi dan permintaan maaf justru memunculkan kesan inkonsistensi. Padahal, kata dia, persoalan utama yang dirasakan masyarakat adalah keresahan sosial akibat tindakan oknum yang kerap dikaitkan dengan ormas tertentu.

 

Baca Juga: PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

“Di warung kopi, di media sosial, hampir tidak ada yang membenarkan sikap itu. Banyak anak muda kaget dan kecewa. Ini bukan soal benci, tapi soal rasa keadilan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti narasi yang dibangun Armuji melalui media sosial dan kanal digitalnya. Menurut Cak Bonang, konten-konten tersebut justru berpotensi menyesatkan publik dan memperkeruh situasi jika tidak didasarkan pada fakta yang utuh.

 

“Kalau pemimpin membuat narasi yang tidak akurat, apalagi berpotensi memecah belah dan menyentuh isu sensitif, ini berbahaya. Surabaya ini kota majemuk,” katanya.

 

Lebih jauh, Aktivis 98 itu menegaskan bahwa status Armuji sebagai politisi tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi sikap yang dinilai plin-plan.

Baca Juga: Mantan Kader PDIP Surabaya Ramai-ramai Pindah ke PSI, Ini Reaksi Armuji

 

“Betul, dia politisi. Tapi tidak semua politisi bersikap seperti ini. Jangan lalu perilaku yang inkonsisten itu dianggap wajar,” ujar Cak Bonang.

 

Ia bahkan mengungkapkan kemungkinan adanya langkah lanjutan berupa konsolidasi warga untuk melaporkan persoalan tersebut melalui jalur kebijakan daerah jika dinilai melanggar prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan.

 

“Ini masih konsolidasi. Tapi yang jelas, Armuji sekarang ada di persimpangan. Apakah mau berdiri tegas membela martabat warga Surabaya, atau sekadar bermain aman secara politik,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.

BPOM Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal di Jatim, Omzetnya Setahun Ugal-ugalan

Dalam ungkap ini, petugas juga menemukan berbagai produk berupa krim, losion, dan toner yang dikemas dalam wadah polos tanpa label maupun izin edar.

Asa Baru Kebangkitan Jaranan Pogogan Nganjuk

Jaranan Pogogan mengisahkan perjalanan prajurit dari Bantarangin, Ponorogo, menuju Kediri untuk melamar Putri Kediri Dewi Songgolangit.