Minggu, 15 Feb 2026 11:22 WIB

Buntut Maaf Armuji ke Madas, Aktifis 98: Tak Peka Martabat Arek Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 12:36 WIB

selalu.id Koordinator Presidium Srawungan Arek Kampung Suroboyo (AKAS), Cak Bonang Adji Handoko, menilai permintaan maaf Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kepada Ormas Madura Asli Sedarah (Madas) berada di persimpangan.

 

Baca Juga: Capaian Satu Tahun Eri-Armuji Pimpin Surabaya

Cak Bonang yang juga aktivis Reformasi 1998 juga menilai langkah politik Armuji terlalu naif dan tidak mencerminkan sensitivitas seorang pemimpin kota besar seperti Surabaya.

 

Bahkan, kata dia, sikap Armuji justru menimbulkan antipati baru di tengah masyarakat, terutama kalangan arek-arek Surabaya yang selama ini resah dengan praktik premanisme berkedok organisasi.

 

“Saya kira ini sikap yang sangat naif. Seorang pejabat publik tidak boleh hanya membaca momentum sesaat, tapi harus peka terhadap rasa keadilan dan martabat warga Surabaya,” kata Cak Bonang, kepada selalu.id, Rabu (14/1/2026).

 

Menurutnya, sejak awal kasus pengusiran rumah nenek Elina mencuat, Armuji tampil dengan gaya heroik dan berapi-api. Namun, sikap tersebut dinilai berubah drastis setelah muncul laporan hukum dari Madas.

 

“Awalnya tampil seperti pahlawan, lantang membela warga kecil. Tapi begitu dilaporkan, sikapnya melempem. Ini yang membuat publik bingung dan kecewa,” ujarnya.

 

Cak Bonang menilai pernyataan dan langkah Armuji yang kemudian memilih jalur mediasi dan permintaan maaf justru memunculkan kesan inkonsistensi. Padahal, kata dia, persoalan utama yang dirasakan masyarakat adalah keresahan sosial akibat tindakan oknum yang kerap dikaitkan dengan ormas tertentu.

 

Baca Juga: Polisi Juga Bakal Panggil Anggota DPRD Surabaya dalam Kasus Bimtek, Siapa Jadi Tersangka?

“Di warung kopi, di media sosial, hampir tidak ada yang membenarkan sikap itu. Banyak anak muda kaget dan kecewa. Ini bukan soal benci, tapi soal rasa keadilan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti narasi yang dibangun Armuji melalui media sosial dan kanal digitalnya. Menurut Cak Bonang, konten-konten tersebut justru berpotensi menyesatkan publik dan memperkeruh situasi jika tidak didasarkan pada fakta yang utuh.

 

“Kalau pemimpin membuat narasi yang tidak akurat, apalagi berpotensi memecah belah dan menyentuh isu sensitif, ini berbahaya. Surabaya ini kota majemuk,” katanya.

 

Lebih jauh, Aktivis 98 itu menegaskan bahwa status Armuji sebagai politisi tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi sikap yang dinilai plin-plan.

Baca Juga: Selain Armuji, Ketua DPRD Jatim Musyafak juga Diperiksa Polrestabes

 

“Betul, dia politisi. Tapi tidak semua politisi bersikap seperti ini. Jangan lalu perilaku yang inkonsisten itu dianggap wajar,” ujar Cak Bonang.

 

Ia bahkan mengungkapkan kemungkinan adanya langkah lanjutan berupa konsolidasi warga untuk melaporkan persoalan tersebut melalui jalur kebijakan daerah jika dinilai melanggar prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan.

 

“Ini masih konsolidasi. Tapi yang jelas, Armuji sekarang ada di persimpangan. Apakah mau berdiri tegas membela martabat warga Surabaya, atau sekadar bermain aman secara politik,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.