Jumat, 21 Agu 2026 22:08 WIB

Dinilai Rugikan Pemilik Rumah Sah, Langkah Mediasi Wawali Surabaya Armuji Tuai Protes

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jul 2026 16:18 WIB
Polemik sengketa rumah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Polemik sengketa rumah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji disorot warganet usai video mediasi sengketa rumah yang melibatkan pemilik baru dan pengontrak, viral di media sosial. 

Alih-alih mendapat apresiasi, Armuji justru menuai kritik dari warganet yang menilai langkah mediasi tersebut tidak berpihak kepada pemilik rumah yang sah.

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Video yang diunggah melalui akun media sosial Armuji pada Sabtu (4/7/2026) lalu, itu memperlihatkan proses mediasi terhadap kasus rumah yang telah dibeli pemilik baru, namun masih ditempati pengontrak yang menolak keluar. 

Dalam video itu disebutkan, pembeli bersedia memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga agar penghuni bersedia mengosongkan rumah dalam waktu satu bulan.  

Namun, potongan video tersebut memicu kritik di berbagai platform media sosial. 

Sejumlah unggahan di Threads berkomentar mempertanyakan alasan pemilik rumah masih diminta memberikan uang kompensasi kepada pihak yang dinilai sudah tidak memiliki hak menempati rumah tersebut.

Kritik terhadap Armuji ramai bermunculan di media sosial, terutama di Threads. Sejumlah unggahan yang membahas video mediasi tersebut mendapat ribuan tanda suka dan ratusan komentar.

Akun Threads @anggitakusumarey menilai pemilik rumah seharusnya tidak lagi dibebani kewajiban memberikan kompensasi kepada pengontrak.

Baca Juga: Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

“Semoga ending cerita ini pemilik rumah sah menang mutlak. Kalau memang bukan rumahmu, ya pergi. Jangan sampai orang yang haknya dirampas masih disuruh keluar uang juga, logikanya di mana?,” tulisnya seperti dilihat selalu.id, Senin (6/7/2026).

Sementara akun @cyradnl mengkritik sikap Armuji yang dinilai kurang tegas saat memediasi persoalan tersebut.

“Di part ini geram banget sama wakil wali kota. Padahal pemilik rumah sudah tidak mau kasih kompensasi karena sering diintimidasi, malah disuruh ngasih Rp5 juta per kepala keluarga. Pemilik rumah yang dirugikan bertahun-tahun kok sekarang masih diminta memberikan kompensasi,” sahutnya.

Komentar serupa juga disampaikan akun @intanqosasih_21. Ia menilai pengontrak seharusnya menghormati hak pemilik rumah yang telah membeli properti tersebut secara sah.

Baca Juga: Mengenal Program Pisang Danor, Strategi Surabaya dalam Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

“Minimal kalau masih ngontrak tahu adab. Jangan seakan-akan merasa yang punya rumah. Mediasi kok malah merugikan pemilik rumah,” tulis akun tersebut.

Dalam video yang beredar, Armuji menjelaskan bahwa mediasi dilakukan untuk mencari solusi damai agar persoalan tidak berujung konflik berkepanjangan. 

Ia menyebut pihak pembeli secara sukarela menawarkan uang pengganti kepada penghuni sebagai jalan tengah agar rumah segera dikosongkan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.

Kisah Pilu Gadis di Surabaya, Disetubuhi Ayah Tiri Sejak SD hingga Dicekoki Ekstasi

Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis 18 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar. Bila tak dibayar, akan diganti hukuman 310 hari.

Penataan OPD Sidoarjo Harus Berdampak Nyata, Pemkab Minta Efisiensi Birokrasi hingga Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Wabup Mimik menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci utama untuk mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan kualifikasi para pencari kerja.

Pemuda Jombang Ditemukan Tewas di Sungai Tarik Sidoarjo, Ada Luka Lebam di Wajah

Saat ini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Hari Juang Polri 2026: Kapolri Pesan Jaga Integritas dan Teladani M Jasin

Momen tahunan ini menjadi refleksi penting lahirnya Kepolisian Republik Indonesia melalui Proklamasi Polisi Istimewa tahun 1945 di bawah kepemimpinan M. Jasin.

Pemkot Surabaya Tertibkan Pengolahan Sampah Ilegal di Keputih, Baunya Menyengat

Pasca penertiban, muncul usulan warga agar lahan bekas pengolahan sampah ilegal tersebut dialihfungsikan menjadi taman kota dan ruang publik.