Dinilai Rugikan Pemilik Rumah Sah, Langkah Mediasi Wawali Surabaya Armuji Tuai Protes
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 06 Jul 2026 16:18 WIB
selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji disorot warganet usai video mediasi sengketa rumah yang melibatkan pemilik baru dan pengontrak, viral di media sosial.
Alih-alih mendapat apresiasi, Armuji justru menuai kritik dari warganet yang menilai langkah mediasi tersebut tidak berpihak kepada pemilik rumah yang sah.
Baca Juga: Wali Kota Eri Pastikan Kawal Perawatan Korban Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya
Video yang diunggah melalui akun media sosial Armuji pada Sabtu (4/7/2026) lalu, itu memperlihatkan proses mediasi terhadap kasus rumah yang telah dibeli pemilik baru, namun masih ditempati pengontrak yang menolak keluar.
Dalam video itu disebutkan, pembeli bersedia memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga agar penghuni bersedia mengosongkan rumah dalam waktu satu bulan.
Namun, potongan video tersebut memicu kritik di berbagai platform media sosial.
Sejumlah unggahan di Threads berkomentar mempertanyakan alasan pemilik rumah masih diminta memberikan uang kompensasi kepada pihak yang dinilai sudah tidak memiliki hak menempati rumah tersebut.
Kritik terhadap Armuji ramai bermunculan di media sosial, terutama di Threads. Sejumlah unggahan yang membahas video mediasi tersebut mendapat ribuan tanda suka dan ratusan komentar.
Akun Threads @anggitakusumarey menilai pemilik rumah seharusnya tidak lagi dibebani kewajiban memberikan kompensasi kepada pengontrak.
Baca Juga: Truk Trailer Tabrak Rumah dan Pelajar di Surabaya Hingga Patah Tulang
“Semoga ending cerita ini pemilik rumah sah menang mutlak. Kalau memang bukan rumahmu, ya pergi. Jangan sampai orang yang haknya dirampas masih disuruh keluar uang juga, logikanya di mana?,” tulisnya seperti dilihat selalu.id, Senin (6/7/2026).
Sementara akun @cyradnl mengkritik sikap Armuji yang dinilai kurang tegas saat memediasi persoalan tersebut.
“Di part ini geram banget sama wakil wali kota. Padahal pemilik rumah sudah tidak mau kasih kompensasi karena sering diintimidasi, malah disuruh ngasih Rp5 juta per kepala keluarga. Pemilik rumah yang dirugikan bertahun-tahun kok sekarang masih diminta memberikan kompensasi,” sahutnya.
Komentar serupa juga disampaikan akun @intanqosasih_21. Ia menilai pengontrak seharusnya menghormati hak pemilik rumah yang telah membeli properti tersebut secara sah.
Baca Juga: Korban Ricuh Konser Denny Caknan di Surabaya Keluhkan Pelayanan RSUD dr Soewandhie
“Minimal kalau masih ngontrak tahu adab. Jangan seakan-akan merasa yang punya rumah. Mediasi kok malah merugikan pemilik rumah,” tulis akun tersebut.
Dalam video yang beredar, Armuji menjelaskan bahwa mediasi dilakukan untuk mencari solusi damai agar persoalan tidak berujung konflik berkepanjangan.
Ia menyebut pihak pembeli secara sukarela menawarkan uang pengganti kepada penghuni sebagai jalan tengah agar rumah segera dikosongkan.
Editor : Zein Muhammad