Rabu, 05 Agu 2026 19:55 WIB

Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Jun 2026 16:07 WIB
Ratusan Mahasiswa Aksi di Depan Grahadi pada 10/6/2026. (Dok.selalu.id)
Ratusan Mahasiswa Aksi di Depan Grahadi pada 10/6/2026. (Dok.selalu.id)

selalu.id - Gelombang aksi kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali disebut akan terjadi di Kota Surabaya. 

Massa yang mengatasnamakan diri Rakyat Surabaya Menggugat menyerukan aksi bertajuk #ReformatiIndonesia yang dijadwalkan berlangsung, Senin (22/6/2026) besok.

Baca Juga: Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Dalam seruan yang beredar di media sosial. massa mengajak peserta berkumpul di Taman Bambu Runcing mulai pukul 13.00 WIB sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi.

Koordinator lapangan aksi, Radit Ananta, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut aksi akan melibatkan gabungan elemen masyarakat sipil dan mahasiswa.

“Gabungan, dari sipil dan juga mahasiswa,” kata Radit saat dikonfirmasi selalu.id, Minggu (21/6/2026).

Radit memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai ratusan orang. Namun ia menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah dengan adanya partisipasi spontan di lapangan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

“Mungkin 300–500, belum terhitung yang massa cair,” ujarnya.

Kata dia, ini mengusung tema “Turut Berduka Cita atas 9 Kegagalan Rezim Prabowo-Gibran (Nawa-Nestapa)”.

Mereka membawa tuntutan yakni sembilan poin kritik terhadap pemerintahan saat ini, mulai dari isu krisis legitimasi, dugaan pelanggaran etika konstitusional, pelemahan demokrasi dan negara hukum, hingga militerisasi kekuasaan serta kondisi sosial-ekonomi yang dinilai memburuk.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Selain itu, massa juga mengajukan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri. 

Kedua, menuntut pembentukan pemerintahan transisi sesuai mekanisme Pasal 8 Ayat (3) UUD 1945. Ketiga, mendorong perubahan mendasar terhadap sistem politik yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.

187 Jabatan Kepsek di Sidoarjo Kosong, DPRD Minta BKD dan Dindik Segera Bertindak

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu efektivitas tata kelola sekolah sekaligus menghambat proses regenerasi.

UMKM Herbaroso Sidoarjo Sulap Pekarangan jadi Cuan dan Obat Ginjal

Selain bernilai ekonomi, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyebut tanaman kumis kucing telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.