Minggu, 20 Sep 2026 14:00 WIB

Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Jun 2026 16:07 WIB
Ratusan Mahasiswa Aksi di Depan Grahadi pada 10/6/2026. (Dok.selalu.id)
Ratusan Mahasiswa Aksi di Depan Grahadi pada 10/6/2026. (Dok.selalu.id)

selalu.id - Gelombang aksi kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali disebut akan terjadi di Kota Surabaya. 

Massa yang mengatasnamakan diri Rakyat Surabaya Menggugat menyerukan aksi bertajuk #ReformatiIndonesia yang dijadwalkan berlangsung, Senin (22/6/2026) besok.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan

Dalam seruan yang beredar di media sosial. massa mengajak peserta berkumpul di Taman Bambu Runcing mulai pukul 13.00 WIB sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi.

Koordinator lapangan aksi, Radit Ananta, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut aksi akan melibatkan gabungan elemen masyarakat sipil dan mahasiswa.

“Gabungan, dari sipil dan juga mahasiswa,” kata Radit saat dikonfirmasi selalu.id, Minggu (21/6/2026).

Radit memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai ratusan orang. Namun ia menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah dengan adanya partisipasi spontan di lapangan.

Baca Juga: DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

“Mungkin 300–500, belum terhitung yang massa cair,” ujarnya.

Kata dia, ini mengusung tema “Turut Berduka Cita atas 9 Kegagalan Rezim Prabowo-Gibran (Nawa-Nestapa)”.

Mereka membawa tuntutan yakni sembilan poin kritik terhadap pemerintahan saat ini, mulai dari isu krisis legitimasi, dugaan pelanggaran etika konstitusional, pelemahan demokrasi dan negara hukum, hingga militerisasi kekuasaan serta kondisi sosial-ekonomi yang dinilai memburuk.

Baca Juga: Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Selain itu, massa juga mengajukan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri. 

Kedua, menuntut pembentukan pemerintahan transisi sesuai mekanisme Pasal 8 Ayat (3) UUD 1945. Ketiga, mendorong perubahan mendasar terhadap sistem politik yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Ia adalah jeritan awal dari sebuah krisis eksistensial: hukum hak cipta kita gagap dan tersengal-sengal mengejar lompatan zaman.

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.