Selasa, 20 Okt 2026 13:45 WIB

DPRD Surabaya Desak Pemkot Copot Direksi BUMD yang Terus Merugi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Jul 2026 19:20 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono atau Buleks. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono atau Buleks. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) yang terus mengalami kerugian. 

Menurutnya, direksi yang tidak mampu menghasilkan keuntungan sudah semestinya dievaluasi dan diganti.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks ini menilai sejumlah BUMD masih berjalan stagnan. Bahkan, ada perusahaan daerah yang setiap tahun mencatatkan kerugian tanpa menunjukkan perbaikan kinerja.

“Kalau saya ibaratkan sebuah kapal, nakhodanya harus orang yang benar-benar paham. Memimpin perusahaan itu harus orang yang punya pengalaman dan mampu membawa perusahaan menghasilkan keuntungan,” tegas Bulek kepada selalu.id, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan keberadaan BUMD seharusnya tidak sekadar menjalankan aktivitas operasional, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, aset-aset milik BUMD yang belum mampu menghasilkan keuntungan perlu dikaji ulang. Salah satu opsi yang dapat ditempuh ialah menggandeng investor atau menyewakan aset agar memberikan nilai ekonomi.

“Kalau ada aset yang tidak berkembang, lebih baik dikerjasamakan dengan investor atau disewakan. Yang penting menghasilkan pemasukan daripada aset itu menganggur,” jelas Buleks.

Pihaknya juga menilai setiap direksi harus memiliki target bisnis yang jelas. Evaluasi tidak hanya dilakukan ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga berdasarkan capaian kinerja perusahaan.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

“Kalau saya punya perusahaan dan saya minta orang memimpin, satu tahun tidak untung ya selesai. Itu yang harus dievaluasi. Jangan hanya karena tidak melanggar hukum lalu terus dipertahankan, padahal perusahaan tidak berkembang,” beber Buleks.

Ia menyatakan bahwa jajaran direksi, mulai direktur utama, direktur operasional hingga direktur keuangan, harus mampu membangun sinergi dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Selain itu, Buleks menyoroti pentingnya efisiensi operasional, termasuk menyesuaikan jumlah pegawai dengan kebutuhan riil perusahaan agar biaya operasional tidak membebani keuangan BUMD.

Secara khusus, ia menyinggung kinerja Rumah Potong Hewan (RPH) yang selama ini menjadi sorotan. 

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Menurutnya, manajemen harus mampu menghitung kebutuhan operasional berdasarkan aktivitas usaha sehingga perusahaan tetap memperoleh keuntungan.

“Kalau aktivitasnya hanya lima, jangan dipaksakan menjadi sepuluh. Semua harus dihitung agar perusahaan tetap untung. Kalau tidak ada inovasi dan efisiensi, ya sulit berkembang,” katanya.

Buleks berharap evaluasi terhadap BUMD tidak berhenti pada laporan keuangan semata, tetapi juga menyasar efektivitas manajemen dan kemampuan direksi menjalankan strategi bisnis.

“BUMD ini dibentuk untuk memberikan manfaat bagi daerah. Kalau terus merugi, manajemennya harus dibenahi agar benar-benar bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.