Minggu, 15 Feb 2026 12:50 WIB

Untuk Pengendalian Banjir, Wali Kota Eri Fokus Rumah Pompa Ahmad Yani di 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut sejumlah kawasan rawan banjir mulai menunjukkan hasil penanganan. Ketintang kini dinilai relatif aman dari genangan, sementara Jemursari masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dalam pengendalian banjir di Kota Pahlawan.

Eri menjelaskan, keberhasilan penanganan di Ketintang merupakan hasil pembenahan saluran dan sistem pengendalian air yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di kawasan Jemursari yang membutuhkan intervensi lebih besar.

Baca Juga: Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

“Ketintang sudah tertangani. Tapi Jemursari memang masih jadi PR karena sistem salurannya panjang dan saling terhubung,” ujar Eri, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, percepatan pembangunan rumah pompa di kawasan Ahmad Yani menjadi kunci untuk mengurangi genangan di wilayah Injoko Jemursari. Selain itu, rumah pompa Margorejo juga perlu ditunjang saluran yang memadai agar berfungsi optimal.

“Bangunan rumah pompa Margorejo sudah ada, tapi salurannya belum maksimal. Ini yang sedang kami benahi,” jelasnya.

Sejak 2021, Surabaya tercatat memiliki sekitar 350 titik rawan banjir. Hingga kini, 100 titik di antaranya telah berhasil diselesaikan, sementara 250 titik lainnya masih ditangani secara bertahap dengan pendekatan berbasis kawasan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Eri menambahkan, penanganan banjir di Jalan Jemursari tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Surabaya. Saluran di kawasan tersebut merupakan saluran alam dengan bentang panjang, sehingga membutuhkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR.

“Kami menggandeng Pemprov Jatim dan Kementerian PUPR, termasuk untuk jalur menuju Gresik yang sampai sekarang belum memiliki saluran di sisi kanan dan kiri jalan,” terangnya.

Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa persoalan banjir di Surabaya tidak semata disebabkan faktor curah hujan atau keterbatasan anggaran. Ketidaktertiban pembangunan drainase dan tertutupnya saluran oleh bangunan selama puluhan tahun turut memperparah kondisi.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

“Banyak bangunan yang tidak memiliki saluran di depannya. Padahal, rumah tinggal dan tempat usaha itu kebutuhannya berbeda,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Surabaya memperketat izin bangunan baru dengan mewajibkan penyediaan saluran drainase sesuai fungsi bangunan. Ketentuan ini akan menjadi syarat mutlak penerbitan izin.

“Kalau semua diserahkan ke pemerintah, anggaran tidak akan pernah cukup. Maka ke depan, semua harus tertib sejak awal,” pungkas Eri.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.

Adaptasi Teknologi Informasi, PMI Kota Mojokerto Perkuat Layanan Kemanusiaan

​Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.

Brigjen Dekananto Eko Purwono Dianugerahi Satyalancana Wira Karya, Ini Rekam Jejaknya

Salah satu prestasi menonjol yang diingat publik adalah keberhasilannya menyatukan elemen suporter sepak bola di Jawa Timur pada awal November 2023.