Selasa, 21 Jul 2026 09:35 WIB

Untuk Pengendalian Banjir, Wali Kota Eri Fokus Rumah Pompa Ahmad Yani di 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut sejumlah kawasan rawan banjir mulai menunjukkan hasil penanganan. Ketintang kini dinilai relatif aman dari genangan, sementara Jemursari masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dalam pengendalian banjir di Kota Pahlawan.

Eri menjelaskan, keberhasilan penanganan di Ketintang merupakan hasil pembenahan saluran dan sistem pengendalian air yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di kawasan Jemursari yang membutuhkan intervensi lebih besar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Ketintang sudah tertangani. Tapi Jemursari memang masih jadi PR karena sistem salurannya panjang dan saling terhubung,” ujar Eri, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, percepatan pembangunan rumah pompa di kawasan Ahmad Yani menjadi kunci untuk mengurangi genangan di wilayah Injoko Jemursari. Selain itu, rumah pompa Margorejo juga perlu ditunjang saluran yang memadai agar berfungsi optimal.

“Bangunan rumah pompa Margorejo sudah ada, tapi salurannya belum maksimal. Ini yang sedang kami benahi,” jelasnya.

Sejak 2021, Surabaya tercatat memiliki sekitar 350 titik rawan banjir. Hingga kini, 100 titik di antaranya telah berhasil diselesaikan, sementara 250 titik lainnya masih ditangani secara bertahap dengan pendekatan berbasis kawasan.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Eri menambahkan, penanganan banjir di Jalan Jemursari tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Surabaya. Saluran di kawasan tersebut merupakan saluran alam dengan bentang panjang, sehingga membutuhkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR.

“Kami menggandeng Pemprov Jatim dan Kementerian PUPR, termasuk untuk jalur menuju Gresik yang sampai sekarang belum memiliki saluran di sisi kanan dan kiri jalan,” terangnya.

Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa persoalan banjir di Surabaya tidak semata disebabkan faktor curah hujan atau keterbatasan anggaran. Ketidaktertiban pembangunan drainase dan tertutupnya saluran oleh bangunan selama puluhan tahun turut memperparah kondisi.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Banyak bangunan yang tidak memiliki saluran di depannya. Padahal, rumah tinggal dan tempat usaha itu kebutuhannya berbeda,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Surabaya memperketat izin bangunan baru dengan mewajibkan penyediaan saluran drainase sesuai fungsi bangunan. Ketentuan ini akan menjadi syarat mutlak penerbitan izin.

“Kalau semua diserahkan ke pemerintah, anggaran tidak akan pernah cukup. Maka ke depan, semua harus tertib sejak awal,” pungkas Eri.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.