Selasa, 27 Okt 2026 20:30 WIB

Bripka Agus Tersangka Pembunuhan Mahasiswi UMM, Motif Sakit Hati

selalu.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur menetapkan Bripka Agus Sulaiman sebagai tersangka pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Motif pembunuhan diduga karena sakit hati dan keinginan menguasai harta milik korban.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan, penyidik telah memastikan dua motif utama dalam perkara tersebut.

Baca Juga: Keji! Pembunuh Ibu dan Anak asal Bogor Sempat Dampingi Keluarga Korban Lapor Polisi

“Berdasarkan pemeriksaan, kami memastikan dua motif utama, yaitu sakit hati dan keinginan menguasai harta korban. Kami juga menemukan jejak bahwa harta korban telah diambil,” ujar Widi kepada selalu.id.

Ia menegaskan, isu perselingkuhan yang sempat berkembang tidak ditemukan dalam proses penyidikan. Peristiwa pembunuhan terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo dan diduga dilakukan secara terencana.

“Bapak Kapolda sudah menyampaikan akan dilakukan tindakan tegas dan tidak ada toleransi terhadap pidana sendiri,” tegasnya.

Dalam perkara ini, Bripka Agus yang merupakan anggota Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo, tidak bertindak seorang diri. Ia dibantu Suyitno, teman masa kecilnya.

Agus diketahui menikahi kakak korban sekitar empat tahun lalu dan memiliki satu anak bernama Air Langga.

Terkait dugaan pembayaran kepada Suyitno, Widi menyebut hal tersebut masih dalam pendalaman karena keterangan para pihak belum sinkron.

Baca Juga: Rebutan Janda, Dua Pria di Kendal Duel Berdarah Hingga 1 Tewas

“Unsur lain di luar motif yang sudah kami yakini masih kami dalami dan akan ditindaklanjuti jika terbukti,” katanya.

Sementara itu, keluarga korban asal Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mendatangi DPD Lira LBH Jawa Timur untuk meminta pendampingan hukum. Keluarga mengaku khawatir proses hukum tidak berjalan adil karena tersangka merupakan oknum polisi.

“Kami takut prosesnya tidak adil. Masyarakat sudah punya asumsi buruk karena pelakunya aparat,” ujar perwakilan keluarga, Senin (22/12/2025).

LBH menyatakan siap mendampingi keluarga agar pasal yang dikenakan sesuai dengan perbuatan pelaku. Keluarga berharap pelaku dijatuhi hukuman maksimal, termasuk kemungkinan penerapan Pasal 340 KUHP.

Baca Juga: Enam Saksi Diperiksa, Pembunuhan di Toko Bangunan Menguat ke Motif Cemburu

Selain pembunuhan, keluarga juga menyampaikan adanya dugaan pemerkosaan dan upaya penguasaan harta milik keluarga korban, termasuk aset milik Haji Ramli.

Terkait dugaan pemerkosaan, keluarga menilai lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat kejadian memiliki pengawasan ketat. Mereka menduga terdapat lokasi lain yang belum terungkap.

Sedangkan soal penguasaan harta, keluarga menyebut sejak Agus masuk ke dalam keluarga, sopir pribadi Haji Ramli kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan, meski tidak memiliki konflik sebelumnya.

Usai memberikan keterangan, keluarga menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral BPJS Kesehatan Dikabarkan Mau Dihapus, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Intip Kecagihan dan Harganya

Diproduksi langsung di fasilitas Mitsubishi Motors Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand menawarkan Pajero terbaru dalam tiga pilihan varian.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

Proses distribusi komoditas dari berbagai wilayah dinilai tidak selalu bisa menyesuaikan ketentuan waktu yang berlaku.

Sekum MUI Jatim Ajak Pemuda Bangun Bangsa dengan Ilmu dan Amal Saleh

Gus Hasan menekankan semangat persatuan yang lahir dari Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan di tengah keberagaman bangsa. 

Pasar Keputran Surabaya Ditargetkan Rampung Oktober 2026, Jika Molor Sanksi Menanti

Menurut DPRD Surabaya, pembenahan pasar harus berorientasi pada aktivitas ekonomi pedagang sekaligus optimalisasi aset milik pemerintah kota.

DPRD Surabaya Desak Perwali Hunian Layak Segera Terbit usai Temuan Kos 6 Lantai

Di sisi lain, pengawasan di tingkat wilayah dinilai perlu diperkuat agar keberadaan bangunan yang tidak sesuai aturan dapat diketahui lebih awal.