Rabu, 01 Jul 2026 19:13 WIB

7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

Polisi saat melakukan identifikasi dan olah TKP di rumah kontrakan korban. (Dok. Istimewa).
Polisi saat melakukan identifikasi dan olah TKP di rumah kontrakan korban. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kasus pembunuhan terhadap Suharti Ningsih, janda asal Dusun Jarak, Jogoroto, Kabupaten Jombang, masih menyisakan misteri.

Sebelum ditemukan tewas bersimbah darah dengan tujuh luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya, di rumah kontrakan Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Surabaya, janda 51 tahun ini disebut-sebut sempat keluar dengan kekasihnya.

Baca Juga: Macet di Jalan Prof Moestopo Surabaya Imbas Proyek Drainase Diperkirakan hingga September 2026

Berikut 7 fakta di balik misteri pembunuhan janda asal Jombang:

1. Ditemukan dalam Kondisi Telanjang

Korban ditemukan tewas bersimbah darah dalamkamar rumah kontrakannya di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Surabaya pada Kamis (25/6/2026) malam.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang bulat dengan posisi tengkurap sedikit miring. Di sampingnya, ada sebuah parfum hingga tisu kering.

Korban ditemukan pertama kali oleh R, saudara dari pemilik kontrakan bersama tetangga saat main ke kawasan tersebut.

Saat berjalan di depan rumah kontrakan korban, jendelanya terbuka dan melihat banyak darah. Karena ketakutan, R bersama warga melapor ke RT setempat, hingga kemudian diteruskan ke polisi.

2. Korban Alami 7 Luka Tusuk

Polisi mengungkap bahwa Suharti Ningsih tewas dengan tujuh luka tusuk yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya.

Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban. 

"Tujuh luka tusuk itu ada di bagian dada, perut dan tangan," sebut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Sabtu (27/6/2026).

Edy mengatakan bahwa berdasarkan luka tusuk tersebut, korban diduga kuat adalah korban pembunuhan.

3. Korban Berstatus Janda

Rani, salah satu tetangga korban mengungkapkan bahwa telah mengenal perempuan paruh baya tersebut sudah lebih dari 6 tahun. 

"Mbak Har kontrak sebelum 2020, sebelum anak saya lulus kuliah. Dia sempat pergi dari sini lalu menikah. Setelah bercerai, kembali lagi ke kontrakan ini dan menjalani aktivitas seperti biasa,” ungkapnya, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi dalam Kasus Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya

4. Korban Menjalin Asmara dengan Pria Menganti Gresik

Sepengetahuan Rani dan warga lainnya, selama ini korban diketahui memiliki hubungan asmara dengan seorang laki-laki berinisial Y yang disebut asal Menganti, Gresik.

“Pacarannya sudah lama. Sekitar satu tahun. Mas Y itu sering nginep di sini kok,” jelasnya.

Menurut Rani, hubungan janda asal Jombang itu dengan Y terlihat adem ayem. Korban sangat mencintai Y. Tidak pernah ada pertengkaran.

"Setahu saya gak pernah berantem. Karena sayangnya nemen (banget) Mbak Har ke Y," ujarnya.

5. Korban Terakhir Terlihat bersama Kekasihnya

Seingat Rani, sebelum ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka tusuk, korban terlihat keluar bersama Y pada Selasa (23/6/2027). 

“Terakhir ketemu ya dari toko, lalu masuk rumah. Dia belanja. Dia sama cowoknya bawa tempat sampah,” bebernya.

Baca Juga: Ternyata Banyak Rumah di Surabaya yang Tak Layak Huni, Kini Tunggu Perbaikan

Setelah itu, Rani mengaku sudah tidak tahu aktivitas korban lagi.

Tidak terlihat selama beberapa hari, Rani dan warga sekitar mengira korban sedang bekerja atau pulang ke kampung halamannya. Ia sempat mengirimkan pesan kepada korban lewat aplikasi WhatsApp tapi tidak dibalas.

6. Polisi Periksa 6 Saksi

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa saat ini ada enam orang saksi telah diperiksa penyidik. Para saksi itu di antaranya tetangga, pemilik kos-kosan, dan pihak keluarga korban. 

"Ada enam orang kemarin yang diperiksa sebagai saksi. Kemudian juga ada satu yang terus kita dalami. Termasuk juga pemilik rumah kita periksa. Mudah-mudahan, mohon doanya dalam waktu dekat bisa segera terungkap," katanya, Selasa (30/6/2026). 

7. Tidak Ada CCTV di Sekitar TKP

Salah satu kendala yang dialami di lapangan adalah tidak adanya Camera Circuit Television (CCTV) di sekitar TKP. 

"Yang kita sayangkan, memang di situ tidak ada CCTV yang kita dapatkan. Tapi itu tidak menutup peluang kita untuk mengungkap, karena dengan scientific crime investigation (SCI), kita terus akan lakukan upaya-upaya untuk mengungkap,” jelas Luthfie.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gadis Buruh Pabrik asal Sidoarjo Tewas Terlindas Truk Kontainer di Mojokerto

Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan polisi. Petugas juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat. Sementara korban dibawa ke rumah sakit.

Wali Kota Eri Minta Hukuman Berat pada Ayah di Surabaya yang Hamili Anaknya

Eri meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku karena dinilai telah menghancurkan masa depan anaknya sendiri.

Melihat Keterampilan Kelompok Usaha Jahit Surabaya Sulap Seragam Bekas PDS jadi Dompet

Kelompok jahit yang berdiri sejak tahun 2023 ini beranggotakan 14 orang, di mana delapan di antaranya merupakan ibu-ibu warga sekitar yang terlibat langsung.

Korupsi BBM Pertamina Rp486 Miliar Libatkan PT AKT Dibongkar Polri

Penyidik saat ini tengah memeriksa para saksi dan tersangka, melakukan penelusuran aset, melengkapi berkas perkara, serta berkoordinasi dengan JPU.

Harga Emas Antam Hari Ini: Tidak Ada Perubahan, Bikin Mama Cemberut

Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas Antam berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Bikin Bahagia, Dari Percintaan hingga Pekerjaan

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Kali ini, ada kebahagiaan datang.