Kamis, 23 Jul 2026 01:26 WIB

Akademisi Tekankan Mitigasi Bencana sebagai Kebijaksanaan Pembangunan

selalu.id – Mitigasi bencana tidak cukup dipahami sebagai pendekatan teknis, tetapi harus dimaknai sebagai kebijaksanaan pembangunan yang mempertimbangkan keberlanjutan lintas generasi. Bencana banjir, rob, abrasi, dan longsor yang terus berulang dinilai mencerminkan cara manusia memperlakukan ruang dan lingkungan.

 

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Pandangan tersebut disampaikan Ali Yusa, Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik, yang juga pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur serta mahasiswa doktoral Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.

 

“Mitigasi bukan soal menahan air semata, tetapi tentang memberi ruang bagi alam untuk bekerja. Ketika ruang itu diambil secara berlebihan oleh beton, reklamasi, dan ambisi jangka pendek, maka bencana tinggal menunggu momentum,” ujar Ali Yusa kepada selalu.id, Senin (15/12/2025).

 

Ia menjelaskan, peradaban yang mampu bertahan lama umumnya memiliki kemampuan membaca dan mengelola risiko alam. Salah satu contoh adalah Kota Rotterdam di Belanda yang berkembang di delta Sungai Rhine Meuse. Kota tersebut membangun sistem kanal, tanggul, dan ruang limpasan sebagai bagian dari tata kota, sehingga mampu mengendalikan banjir sekaligus mendukung aktivitas pelabuhan berskala global.

 

Menurut Ali Yusa, praktik mitigasi berbasis perencanaan jangka panjang juga pernah diterapkan di Indonesia. Ia mencontohkan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya pada akhir abad ke-19. Saat itu, permasalahan sedimentasi di muara diatasi dengan pelurusan alur Sungai Bengawan Solo sepanjang 23 kilometer menuju laut.

 

Baca Juga: Sambil Gowes, Wali Kota dan Wawali Mojokerto Mitigasi Tanggul Sungai Brangkal

Langkah tersebut dinilai sebagai mitigasi jangka panjang yang berdampak pada menurunnya sedimentasi, stabilnya alur pelayaran, serta berkembangnya kawasan Ujung Pangkah sebagai wilayah pertanian dan budidaya perikanan.

 

Namun, Ali Yusa menilai pelajaran sejarah tersebut kerap diabaikan dalam praktik pembangunan saat ini. Sempadan sungai dan muara yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang aman kini banyak dibangun tanpa perencanaan matang. Pembangunan pulau buatan dan reklamasi pesisir juga sering didorong pertimbangan ekonomi jangka pendek tanpa memperhitungkan arus laut, sedimentasi, dan kenaikan muka air laut.

 

“Mitigasi selalu berpikir lintas generasi. Rekayasa Bengawan Solo dan sistem di Rotterdam tidak dirancang untuk lima tahun, tetapi puluhan tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga: Pengawasan Wisata Diperketat, Wali Kota Eri Wajibkan Standar CHSE

 

Ia menegaskan, mitigasi bukan penghambat kemajuan, melainkan syarat agar pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.

 

“Persoalannya bukan kurangnya teknologi atau pengetahuan, melainkan kegagalan kita memaknai ruang sebagai tempat hidup, bukan sekadar objek eksploitasi,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.