Kamis, 04 Jun 2026 19:27 WIB

Akademisi Tekankan Mitigasi Bencana sebagai Kebijaksanaan Pembangunan

selalu.id – Mitigasi bencana tidak cukup dipahami sebagai pendekatan teknis, tetapi harus dimaknai sebagai kebijaksanaan pembangunan yang mempertimbangkan keberlanjutan lintas generasi. Bencana banjir, rob, abrasi, dan longsor yang terus berulang dinilai mencerminkan cara manusia memperlakukan ruang dan lingkungan.

 

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Pandangan tersebut disampaikan Ali Yusa, Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik, yang juga pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur serta mahasiswa doktoral Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.

 

“Mitigasi bukan soal menahan air semata, tetapi tentang memberi ruang bagi alam untuk bekerja. Ketika ruang itu diambil secara berlebihan oleh beton, reklamasi, dan ambisi jangka pendek, maka bencana tinggal menunggu momentum,” ujar Ali Yusa kepada selalu.id, Senin (15/12/2025).

 

Ia menjelaskan, peradaban yang mampu bertahan lama umumnya memiliki kemampuan membaca dan mengelola risiko alam. Salah satu contoh adalah Kota Rotterdam di Belanda yang berkembang di delta Sungai Rhine Meuse. Kota tersebut membangun sistem kanal, tanggul, dan ruang limpasan sebagai bagian dari tata kota, sehingga mampu mengendalikan banjir sekaligus mendukung aktivitas pelabuhan berskala global.

 

Menurut Ali Yusa, praktik mitigasi berbasis perencanaan jangka panjang juga pernah diterapkan di Indonesia. Ia mencontohkan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya pada akhir abad ke-19. Saat itu, permasalahan sedimentasi di muara diatasi dengan pelurusan alur Sungai Bengawan Solo sepanjang 23 kilometer menuju laut.

 

Baca Juga: Sambil Gowes, Wali Kota dan Wawali Mojokerto Mitigasi Tanggul Sungai Brangkal

Langkah tersebut dinilai sebagai mitigasi jangka panjang yang berdampak pada menurunnya sedimentasi, stabilnya alur pelayaran, serta berkembangnya kawasan Ujung Pangkah sebagai wilayah pertanian dan budidaya perikanan.

 

Namun, Ali Yusa menilai pelajaran sejarah tersebut kerap diabaikan dalam praktik pembangunan saat ini. Sempadan sungai dan muara yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang aman kini banyak dibangun tanpa perencanaan matang. Pembangunan pulau buatan dan reklamasi pesisir juga sering didorong pertimbangan ekonomi jangka pendek tanpa memperhitungkan arus laut, sedimentasi, dan kenaikan muka air laut.

 

“Mitigasi selalu berpikir lintas generasi. Rekayasa Bengawan Solo dan sistem di Rotterdam tidak dirancang untuk lima tahun, tetapi puluhan tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga: Pengawasan Wisata Diperketat, Wali Kota Eri Wajibkan Standar CHSE

 

Ia menegaskan, mitigasi bukan penghambat kemajuan, melainkan syarat agar pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.

 

“Persoalannya bukan kurangnya teknologi atau pengetahuan, melainkan kegagalan kita memaknai ruang sebagai tempat hidup, bukan sekadar objek eksploitasi,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.