Selasa, 10 Feb 2026 13:52 WIB

Miliki 30 Persen Siswa Miskin, SMPN 37 Surabaya Belum Dapat MBG, Harga Kantin Justru Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:12 WIB

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37 Kalianyar, Genteng. Dugaan Imam, kebijakan itu untuk menarik dana dari pedagang.

 

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

Pada perayaan Hari Guru Nasional, Imam melakukan inspeksi mendadak Selasa (25/11/2025) setelah menerima aduan wali murid. Mereka mengeluhkan kenaikan harga setiap jajanan sebesar Rp1.000.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Pihak sekolah menyatakan kenaikan harga sudah disepakati pedagang. Dana yang terkumpul disebut untuk kegiatan pelajar. Imam menilai mekanisme tersebut tidak transparan dan dapat merugikan siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Imam menilai kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri masih belum mencukupi sehingga pihak sekolah mencari cara untuk menutup kebutuhan.

 

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Jumlah itu lebih dari 30 persen. Namun sekolah ini belum menerima program Makan Bergizi Gratis MBG dari Pemkot Surabaya.

 

“Loh, siswa miskin ini … kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban. Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” sindir Imam.

 

Baca Juga: Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Ia menyampaikan data bahwa dari lebih dari 3.000 sekolah di Surabaya, baru sekitar 80 yang mendapat MBG atau sekitar 2 persen.

 

Imam menegaskan prioritas MBG harus diberikan kepada sekolah di kawasan padat penduduk dan kantong kemiskinan seperti Genteng, Simokerto, Tambaksari, dan Semampir.

 

“Kawasan padat dan keluarga miskin ini yang harus diutamakan,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.