Minggu, 06 Sep 2026 03:33 WIB

Miliki 30 Persen Siswa Miskin, SMPN 37 Surabaya Belum Dapat MBG, Harga Kantin Justru Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:12 WIB

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37 Kalianyar, Genteng. Dugaan Imam, kebijakan itu untuk menarik dana dari pedagang.

 

Baca Juga: Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Pada perayaan Hari Guru Nasional, Imam melakukan inspeksi mendadak Selasa (25/11/2025) setelah menerima aduan wali murid. Mereka mengeluhkan kenaikan harga setiap jajanan sebesar Rp1.000.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Pihak sekolah menyatakan kenaikan harga sudah disepakati pedagang. Dana yang terkumpul disebut untuk kegiatan pelajar. Imam menilai mekanisme tersebut tidak transparan dan dapat merugikan siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Imam menilai kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri masih belum mencukupi sehingga pihak sekolah mencari cara untuk menutup kebutuhan.

 

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Jumlah itu lebih dari 30 persen. Namun sekolah ini belum menerima program Makan Bergizi Gratis MBG dari Pemkot Surabaya.

 

“Loh, siswa miskin ini … kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban. Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” sindir Imam.

 

Baca Juga: Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Ia menyampaikan data bahwa dari lebih dari 3.000 sekolah di Surabaya, baru sekitar 80 yang mendapat MBG atau sekitar 2 persen.

 

Imam menegaskan prioritas MBG harus diberikan kepada sekolah di kawasan padat penduduk dan kantong kemiskinan seperti Genteng, Simokerto, Tambaksari, dan Semampir.

 

“Kawasan padat dan keluarga miskin ini yang harus diutamakan,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.