Rabu, 21 Okt 2026 12:10 WIB

Miliki 30 Persen Siswa Miskin, SMPN 37 Surabaya Belum Dapat MBG, Harga Kantin Justru Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:12 WIB

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37 Kalianyar, Genteng. Dugaan Imam, kebijakan itu untuk menarik dana dari pedagang.

 

Baca Juga: Sidoarjo Perketat Pengawasan MBG usai Temuan SLHS Palsu

Pada perayaan Hari Guru Nasional, Imam melakukan inspeksi mendadak Selasa (25/11/2025) setelah menerima aduan wali murid. Mereka mengeluhkan kenaikan harga setiap jajanan sebesar Rp1.000.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Pihak sekolah menyatakan kenaikan harga sudah disepakati pedagang. Dana yang terkumpul disebut untuk kegiatan pelajar. Imam menilai mekanisme tersebut tidak transparan dan dapat merugikan siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Imam menilai kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri masih belum mencukupi sehingga pihak sekolah mencari cara untuk menutup kebutuhan.

 

Baca Juga: Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Jumlah itu lebih dari 30 persen. Namun sekolah ini belum menerima program Makan Bergizi Gratis MBG dari Pemkot Surabaya.

 

“Loh, siswa miskin ini … kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban. Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” sindir Imam.

 

Baca Juga: 31 SPPG di Sidoarjo Disuspensi, Kadin Sebut 10 SLHS Segera Terbit

Ia menyampaikan data bahwa dari lebih dari 3.000 sekolah di Surabaya, baru sekitar 80 yang mendapat MBG atau sekitar 2 persen.

 

Imam menegaskan prioritas MBG harus diberikan kepada sekolah di kawasan padat penduduk dan kantong kemiskinan seperti Genteng, Simokerto, Tambaksari, dan Semampir.

 

“Kawasan padat dan keluarga miskin ini yang harus diutamakan,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Geger, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Balkon Rumah Warga Surabaya

Bayi ditemukan sekitar pukul 02.45 WIB dalam keadaan menangis, terbalut sarung dan kain, serta tidak mengenakan pakaian.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.