Rabu, 22 Jul 2026 15:54 WIB

Miliki 30 Persen Siswa Miskin, SMPN 37 Surabaya Belum Dapat MBG, Harga Kantin Justru Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 14:12 WIB

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37 Kalianyar, Genteng. Dugaan Imam, kebijakan itu untuk menarik dana dari pedagang.

 

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

Pada perayaan Hari Guru Nasional, Imam melakukan inspeksi mendadak Selasa (25/11/2025) setelah menerima aduan wali murid. Mereka mengeluhkan kenaikan harga setiap jajanan sebesar Rp1.000.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Pihak sekolah menyatakan kenaikan harga sudah disepakati pedagang. Dana yang terkumpul disebut untuk kegiatan pelajar. Imam menilai mekanisme tersebut tidak transparan dan dapat merugikan siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Imam menilai kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri masih belum mencukupi sehingga pihak sekolah mencari cara untuk menutup kebutuhan.

 

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Jumlah itu lebih dari 30 persen. Namun sekolah ini belum menerima program Makan Bergizi Gratis MBG dari Pemkot Surabaya.

 

“Loh, siswa miskin ini … kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban. Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” sindir Imam.

 

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Ia menyampaikan data bahwa dari lebih dari 3.000 sekolah di Surabaya, baru sekitar 80 yang mendapat MBG atau sekitar 2 persen.

 

Imam menegaskan prioritas MBG harus diberikan kepada sekolah di kawasan padat penduduk dan kantong kemiskinan seperti Genteng, Simokerto, Tambaksari, dan Semampir.

 

“Kawasan padat dan keluarga miskin ini yang harus diutamakan,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.