Kamis, 04 Jun 2026 08:13 WIB

PGN Bangun Fasilitas Injeksi Biomethane di Sumatera Selatan

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membangun titik injeksi (injection point) biomethane di Pagardewa, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan energi terbarukan untuk mendukung transisi energi nasional.

 

Baca Juga: Kembangkan Blue Ammonia di Indonesia, PGN Gandeng JSA pada Ajang IPA Convex 2026

Injection point Pagardewa akan berfungsi sebagai titik penyuntikan biomethane ke jaringan gas bumi agar dapat dimanfaatkan untuk rumah tangga, industri, ritel, hingga transportasi darat. Dengan sistem ini, biomethane dapat diakses luas melalui jaringan gas eksisting milik PGN.

 

Fasilitas injeksi tersebut dilengkapi Pressure Reducing System (PRS) yang juga dapat digunakan untuk pasokan lain seperti coalbed methane (CBM) dan stranded gas. PGN menargetkan pasokan biomethane melalui titik injeksi Pagardewa mencapai 1,2 BBTUD.

 

“Proyek biomethane akan memperluas portofolio PGN di sektor energi terbarukan dengan menyediakan produk untuk dekarbonisasi. Selain itu, proyek ini membuka peluang pendapatan baru sekaligus memperkuat peran PGN dalam transisi energi serta mendukung pencapaian target ESG perusahaan,” kata Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto, Kamis (6/11/2025).

 

Baca Juga: PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

PGN memanfaatkan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) untuk menghasilkan biogas. Biogas tersebut diolah lebih lanjut menjadi biomethane dan dikompresi menjadi renewable natural gas (RNG) agar bisa diinjeksikan ke jaringan gas bumi. Energi hasil olahan ini memiliki karakteristik serupa dengan gas bumi konvensional.

 

Proyek biomethane PGN diinisiasi dengan mempertimbangkan potensi besar Indonesia dalam produksi energi terbarukan berbasis limbah sawit. Selain meningkatkan efisiensi energi, proyek ini juga menekan risiko pencemaran lingkungan. PGN memperkirakan reduksi emisi gas rumah kaca dari proyek ini mencapai 29.688 ton CO2e per tahun melalui konversi bahan bakar, serta 204.867 ton CO2e per tahun dari methane capture POME.

 

Baca Juga: PGN Jaga Kinerja Solid di Triwulan I 2026, Fokus Layanan Dosmetik dan Disiplin Keuangan

“Pulau Sumatera memiliki banyak pabrik pengolahan kelapa sawit dan PGN telah memiliki jaringan gas bumi eksisting seperti Pipa Transmisi SSWJ dan Stasiun Kompresor Gas Pagardewa. Karena itu, pengembangan biomethane menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan energi ramah lingkungan di masyarakat,” ujar Arief.

 

PGN menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan biomethane sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat upaya pemerintah dalam dekarbonisasi, menjaga ketahanan pasokan gas domestik, serta mendorong tercapainya target bauran energi berkelanjutan di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.