Rabu, 22 Jul 2026 19:54 WIB

Begini Strategi Pemkot Surabaya Atasi Tingginya Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 10:05 WIB
Kedelai
Kedelai

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berupaya mengatasi naiknya harga kedelai yang dikeluhkan oleh pengusaha tahu dan tempe.

Harga kedelai terus merangkak naik dari Rp 9.300 perkilo menjadi Rp 12.600 perkilonya. Harga ini dianggap memberatkan bagi pengusaha makanan yang berbahan kedelai impor tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Kami sudah cek ke distributor besar kedelai impor ini saat para pengusaha tempe dan tahu ini sudah mulai mengeluhkan," kata Kepala Bidang (Kabid) distribusi Perdagangan Surabaya, Devie Afrianto, saat dihubungi selalu.id Jumat (18/2/2022).

Devie menyampaikan, pihaknya akan melakukan langkah yang sama seperti minyak goreng yakni operasi pasar, jika harga kedelai ini dalam kondisi tidak stabil.

"Nanti kalau memang ini kondisinya terus memburuk, kelihatannya kami akan menggunakan skema yang sama, kami akan melakukan operasi pasar, agar pengusaha tempe dan tahu dapat harga kedelai yang bagus," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Devie menyampaikan bahwa stok ketersediaan kedelai di pasaran masih ada, namun hanya harganya saja yang mengalami kenaikan. Disebutkan, penyebab kenaikan harga kedelai dikarenakan harga impor yang sudah tinggi. Bahkan, Devie menyebut posisi harga kedelai di pasar sudah menyentuh diangka 13 ribu.

Untuk melakukan operasi pasar, lanjut Devie, hal itu dilakukan jika satu obyeknya tidak bisa mendapatkan barang tersebut. Devie mencontohkan seperti minyak goreng yang mengalami kelangkaan di pasar.

"Saat mereka susah mencari bahannya, kami sudah mendapatkan calon penyedia. Mereka sudah siap untuk menyiapkan," ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sementara itu, ditanya soal surat pernyataan ajakan pengusaha tempe dan tahu di Surabaya mogok selama tiga hari mulai tanggal 21-23 Februari 2022, Devie mengaku bahwa pihaknya belum menerima surat mogok tersebut.

"Kami belum dapat informasi. Kami coba update lagi untuk komunikasi dengan pengrajin. Terakhir kami diskusi akhir Januari lalu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.