Senin, 07 Sep 2026 08:55 WIB

Begini Strategi Pemkot Surabaya Atasi Tingginya Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 10:05 WIB
Kedelai
Kedelai

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berupaya mengatasi naiknya harga kedelai yang dikeluhkan oleh pengusaha tahu dan tempe.

Harga kedelai terus merangkak naik dari Rp 9.300 perkilo menjadi Rp 12.600 perkilonya. Harga ini dianggap memberatkan bagi pengusaha makanan yang berbahan kedelai impor tersebut.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

"Kami sudah cek ke distributor besar kedelai impor ini saat para pengusaha tempe dan tahu ini sudah mulai mengeluhkan," kata Kepala Bidang (Kabid) distribusi Perdagangan Surabaya, Devie Afrianto, saat dihubungi selalu.id Jumat (18/2/2022).

Devie menyampaikan, pihaknya akan melakukan langkah yang sama seperti minyak goreng yakni operasi pasar, jika harga kedelai ini dalam kondisi tidak stabil.

"Nanti kalau memang ini kondisinya terus memburuk, kelihatannya kami akan menggunakan skema yang sama, kami akan melakukan operasi pasar, agar pengusaha tempe dan tahu dapat harga kedelai yang bagus," ujarnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Devie menyampaikan bahwa stok ketersediaan kedelai di pasaran masih ada, namun hanya harganya saja yang mengalami kenaikan. Disebutkan, penyebab kenaikan harga kedelai dikarenakan harga impor yang sudah tinggi. Bahkan, Devie menyebut posisi harga kedelai di pasar sudah menyentuh diangka 13 ribu.

Untuk melakukan operasi pasar, lanjut Devie, hal itu dilakukan jika satu obyeknya tidak bisa mendapatkan barang tersebut. Devie mencontohkan seperti minyak goreng yang mengalami kelangkaan di pasar.

"Saat mereka susah mencari bahannya, kami sudah mendapatkan calon penyedia. Mereka sudah siap untuk menyiapkan," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sementara itu, ditanya soal surat pernyataan ajakan pengusaha tempe dan tahu di Surabaya mogok selama tiga hari mulai tanggal 21-23 Februari 2022, Devie mengaku bahwa pihaknya belum menerima surat mogok tersebut.

"Kami belum dapat informasi. Kami coba update lagi untuk komunikasi dengan pengrajin. Terakhir kami diskusi akhir Januari lalu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.