Rabu, 22 Jul 2026 23:29 WIB

Begini Strategi Pemkot Surabaya Atasi Tingginya Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 10:05 WIB
Kedelai
Kedelai

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berupaya mengatasi naiknya harga kedelai yang dikeluhkan oleh pengusaha tahu dan tempe.

Harga kedelai terus merangkak naik dari Rp 9.300 perkilo menjadi Rp 12.600 perkilonya. Harga ini dianggap memberatkan bagi pengusaha makanan yang berbahan kedelai impor tersebut.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Kami sudah cek ke distributor besar kedelai impor ini saat para pengusaha tempe dan tahu ini sudah mulai mengeluhkan," kata Kepala Bidang (Kabid) distribusi Perdagangan Surabaya, Devie Afrianto, saat dihubungi selalu.id Jumat (18/2/2022).

Devie menyampaikan, pihaknya akan melakukan langkah yang sama seperti minyak goreng yakni operasi pasar, jika harga kedelai ini dalam kondisi tidak stabil.

"Nanti kalau memang ini kondisinya terus memburuk, kelihatannya kami akan menggunakan skema yang sama, kami akan melakukan operasi pasar, agar pengusaha tempe dan tahu dapat harga kedelai yang bagus," ujarnya.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Devie menyampaikan bahwa stok ketersediaan kedelai di pasaran masih ada, namun hanya harganya saja yang mengalami kenaikan. Disebutkan, penyebab kenaikan harga kedelai dikarenakan harga impor yang sudah tinggi. Bahkan, Devie menyebut posisi harga kedelai di pasar sudah menyentuh diangka 13 ribu.

Untuk melakukan operasi pasar, lanjut Devie, hal itu dilakukan jika satu obyeknya tidak bisa mendapatkan barang tersebut. Devie mencontohkan seperti minyak goreng yang mengalami kelangkaan di pasar.

"Saat mereka susah mencari bahannya, kami sudah mendapatkan calon penyedia. Mereka sudah siap untuk menyiapkan," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Sementara itu, ditanya soal surat pernyataan ajakan pengusaha tempe dan tahu di Surabaya mogok selama tiga hari mulai tanggal 21-23 Februari 2022, Devie mengaku bahwa pihaknya belum menerima surat mogok tersebut.

"Kami belum dapat informasi. Kami coba update lagi untuk komunikasi dengan pengrajin. Terakhir kami diskusi akhir Januari lalu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.