Sabtu, 06 Jun 2026 00:03 WIB

Begini Strategi Pemkot Surabaya Atasi Tingginya Harga Kedelai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 10:05 WIB
Kedelai
Kedelai

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berupaya mengatasi naiknya harga kedelai yang dikeluhkan oleh pengusaha tahu dan tempe.

Harga kedelai terus merangkak naik dari Rp 9.300 perkilo menjadi Rp 12.600 perkilonya. Harga ini dianggap memberatkan bagi pengusaha makanan yang berbahan kedelai impor tersebut.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

"Kami sudah cek ke distributor besar kedelai impor ini saat para pengusaha tempe dan tahu ini sudah mulai mengeluhkan," kata Kepala Bidang (Kabid) distribusi Perdagangan Surabaya, Devie Afrianto, saat dihubungi selalu.id Jumat (18/2/2022).

Devie menyampaikan, pihaknya akan melakukan langkah yang sama seperti minyak goreng yakni operasi pasar, jika harga kedelai ini dalam kondisi tidak stabil.

"Nanti kalau memang ini kondisinya terus memburuk, kelihatannya kami akan menggunakan skema yang sama, kami akan melakukan operasi pasar, agar pengusaha tempe dan tahu dapat harga kedelai yang bagus," ujarnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Devie menyampaikan bahwa stok ketersediaan kedelai di pasaran masih ada, namun hanya harganya saja yang mengalami kenaikan. Disebutkan, penyebab kenaikan harga kedelai dikarenakan harga impor yang sudah tinggi. Bahkan, Devie menyebut posisi harga kedelai di pasar sudah menyentuh diangka 13 ribu.

Untuk melakukan operasi pasar, lanjut Devie, hal itu dilakukan jika satu obyeknya tidak bisa mendapatkan barang tersebut. Devie mencontohkan seperti minyak goreng yang mengalami kelangkaan di pasar.

"Saat mereka susah mencari bahannya, kami sudah mendapatkan calon penyedia. Mereka sudah siap untuk menyiapkan," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Sementara itu, ditanya soal surat pernyataan ajakan pengusaha tempe dan tahu di Surabaya mogok selama tiga hari mulai tanggal 21-23 Februari 2022, Devie mengaku bahwa pihaknya belum menerima surat mogok tersebut.

"Kami belum dapat informasi. Kami coba update lagi untuk komunikasi dengan pengrajin. Terakhir kami diskusi akhir Januari lalu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.