Jumat, 18 Sep 2026 06:53 WIB

Bus Sekolah Surabaya Penuh, Dishub Ajukan Tambahan Armada ke Kemenhub

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Okt 2025 10:28 WIB

selalu.id - Program bus sekolah gratis Pemerintah Kota Surabaya kembali disorot. Antusiasme pelajar yang tinggi membuat armada yang tersedia tidak lagi mampu menampung seluruh penumpang. Di beberapa rute, kapasitas bus bahkan sering melebihi 100 persen.

 

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, menjelaskan saat ini hanya terdapat sembilan unit bus sekolah yang beroperasi. Delapan di antaranya melayani tujuh rute utama, sementara satu unit disiagakan sebagai cadangan.

 

“Bus sekolah sudah termanfaatkan maksimal. Bahkan sering melebihi kapasitas, sementara masih ada wilayah yang belum terlayani,” ujar Eni, Jumat (24/10/2025).

 

Tujuh rute bus sekolah itu meliputi Dukuh Menanggal–Wijaya Kusuma, Rungkut–Wijaya Kusuma, Tandes–Wijaya Kusuma, Romokalisari, SDN Greges, Dinsos–Rias–Wonorejo, dan Liponsos–UHW Perbanas.

 

Data Dishub mencatat, sepanjang Agustus 2025, bus sekolah mengangkut 7.242 penumpang atau rata-rata 345 siswa per hari. Pada September, jumlahnya sedikit menurun menjadi 6.727 penumpang, dengan rata-rata 320 siswa per hari.

 

“Rute terpadat ada di Tandes–Wijaya Kusuma, disusul Rungkut–Wijaya Kusuma dan Dukuh Menanggal–Wijaya Kusuma,” terang Eni.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

 

Untuk mengatasi keterbatasan armada, Dishub Surabaya berencana mengajukan proposal penambahan bus ke Kementerian Perhubungan. Selain itu, Dishub juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

“Rencananya kami mau bikin proposal ke kementerian. Kami juga terbuka untuk bantuan CSR, supaya tidak hanya bergantung pada APBD,” jelasnya.

 

Sembari menunggu tambahan armada, Dishub mendorong pelajar dan mahasiswa agar memanfaatkan layanan Surabaya Bus serta angkutan feeder Wira-Wiri yang memberikan diskon 50 persen tarif sesuai Peraturan Wali Kota.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

 

Eni juga menyoroti masih banyaknya pelajar di bawah umur yang membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Ia menegaskan, bus sekolah bukan sekadar layanan antar-jemput gratis, tetapi juga sarana edukasi keselamatan berkendara.

 

“Bus sekolah ini bukan hanya antar-jemput gratis, tapi juga bagian dari edukasi keselamatan. Rutenya pun kami desain melewati sekolah-sekolah agar mudah diakses,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.