Jumat, 19 Jun 2026 07:52 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional, Swiss-Belinn Gelar Batik Fun Day

selalu.id – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Swiss-Belinn Airport Surabaya berkolaborasi dengan komunitas ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat) dan Seplaydate menggelar kegiatan “Batik Fun Day – Craft & Catwalk”. Kegiatan ini mengajak anak-anak dan keluarga berpartisipasi dalam membatik di atas tote bag daur ulang serta lomba fashion show batik.

 

Baca Juga: Sensasi Makan Siang Bernuansa Seni di Swiss-Belinn Tunjungan

General Manager Swiss-Belinn Airport Surabaya, Stefanus Dimas, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat cinta budaya sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat cinta budaya dan kepedulian lingkungan sejak dini, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan berkreasi bersama keluarga,” ujar Stefanus Dimas.

 

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui inovasi kreatif.

 

“Kami ingin mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga lingkungan. Membatik di atas tote bag merupakan bentuk nyata kepedulian Swiss-Belinn Airport Surabaya terhadap keberlanjutan lingkungan dan upaya mengurangi limbah tekstil,” kata Dimas.

 

Kegiatan membatik di atas tote bag ini disambut antusias oleh peserta. Anak-anak dan orang tua berkreasi menciptakan motif batik mereka sendiri, menciptakan suasana penuh warna dan kebersamaan.

 

Baca Juga: Swiss-Belhotel Internasional Sambut Kemerdekaan dengan Semangat Veteran

Acara semakin meriah dengan lomba fashion show anak-anak bertema batik. Para peserta tampil percaya diri dengan busana batik hasil kreasi sendiri. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para orang tua yang hadir.

 

Selain itu, acara juga diramaikan oleh booth UMKM dan pengrajin lokal seperti Kayra Craft yang menampilkan produk batik dan kerajinan tangan. Sejumlah brand turut berpartisipasi, di antaranya HDI dengan produk madu sehat, Karita, Herborist, dan Super Skin yang menawarkan promo serta layanan gratis cek kesehatan kulit wajah.

 

Dimas menyebut perayaan Hari Batik Nasional ini menjadi momentum memperkuat komitmen Swiss-Belinn Airport Surabaya dalam menghadirkan kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan kepedulian lingkungan.

 

Baca Juga: Rayakan HUT ke 36 Swiss-Belinn Bagi Sembako

“Swiss-Belinn Airport Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pelestarian budaya Indonesia serta inisiatif ramah lingkungan di dunia perhotelan,” imbuhnya.

 

Sebagai bentuk apresiasi, pihak hotel memberikan hadiah kepada para pemenang lomba fashion show.

 

“Kami percaya nilai-nilai budaya seperti batik dapat dipadukan dengan inovasi berkelanjutan untuk memberikan inspirasi positif bagi generasi muda,” tutup Dimas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

Selain soal stabilitas fiskal, Purbaya mengatakan, menteri keuangan China turut memastikan cara pandang Indonesia dalam menyelesaikan masalah global.

Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

Hasil hearing ini menjadi langkah penting untuk mengakhiri polemik yang berkembang di tengah masyarakat. 

Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan

Polres Mojokerto Kota berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya.

OMIPAS Pasuruan Resmi Digelar, Dorong Kualitas Akademik-Prestasi Siswa Madrasah

Melalui OMIPAS, diharapkan lahir generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama Kabupaten Pasuruan di berbagai ajang kompetisi.

Ada Gangguan Listrik pada Sistem Lalu Lintas di Surabaya, Berikut Lokasinya

PLN kini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Komplotan Curanmor dan Pembobol Konter di Probolinggo Dibekuk, Hasilnya Buat Judol dan Karaoke

Selain mencuri motor dan membobol konter HP, komplotan ini juga mencuri traktor milik para petani. Saat ini, polisi masih memburu pelaku lain yang kabur.