Dari Senayan ke Kebun, Ali Mufthi Temukan Kedamaian di Tengah Hiruk Pikuk Politik
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 13 Okt 2025 09:37 WIB
selalu.id – Di tengah padatnya aktivitas politik di Senayan dan agenda partai di Jawa Timur, Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, tetap meluangkan waktu untuk hal yang menenangkan: berkebun.
Baca Juga: Animo Tinggi, Seminar Puasa Sehat Golkar Diikuti Ratusan Warga Surabaya
Di lahan hijau miliknya, berbagai tanaman tropis seperti cempedak dan alpukat tumbuh subur. Dengan wajah sumringah, Ali menelusuri satu per satu pohon yang ia rawat sendiri.
“Alhamdulillah, sudah mulai berbuah. Nanti kalau sudah matang, kita nikmati bareng-bareng,” ujar Ali dalam unggahan di akun Facebook pribadinya.
Unggahan sederhana itu menarik perhatian publik. Ratusan warganet membanjiri kolom komentar dengan tanggapan positif, menilai sisi humanis dari politisi yang selama ini dikenal tegas dan aktif di dunia politik.
“Panggah mantab, suasana kebun yang tenang dan asri mampu memberikan efek relaksasi yang efektif, apalagi pas panen. Hem... bisa mendadak nyidam haha,” tulis akun Instagram @MasrulHarianto.
Baca Juga: Dugaan Fasum Dijual Kaplingan, DPRD Surabaya Minta Revisi Site Plan Vila Bukit Mas Dibatalkan
Bagi sebagian warganet, kegiatan berkebun yang dilakukan Ali Mufthi memperlihatkan sosok politisi yang membumi dan dekat dengan kehidupan sederhana.
Bagi Ali, berkebun bukan sekadar hobi, tetapi ruang refleksi. Ia mengaku menemukan pelajaran hidup di antara daun dan tanah basah.
“Kalau politik itu dunia pikiran dan strategi, berkebun adalah ruang hati,” ujarnya.
Baca Juga: Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya
Ia menyebut, setiap pohon yang tumbuh dan buah yang matang menyimpan pesan tentang kesabaran, kerja keras, dan ketulusan. Menurutnya, hasil terbaik hanya akan datang dari proses panjang yang dijalani dengan niat baik.
“Di tengah kerasnya dinamika politik, kebun menjadi ruang untuk kembali belajar bahwa memimpin bukan hanya soal berbicara dan memutuskan, tetapi juga menanam, menunggu, dan menjaga kehidupan agar terus tumbuh,” pungkasnya.
Editor : Ading
