Jumat, 05 Jun 2026 11:13 WIB

Komitmen Lestarikan Budaya Lokal, Untag Surabaya Hadirkan Kesenian Jaranan di Untag Surabaya Expo 20

  • Penulis : Ading
  • | Sabtu, 04 Okt 2025 15:01 WIB

selalu.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui gelaran Untag Surabaya Expo 2025, Sabtu (4/10/2025). Acara ini mengusung tema “Kreativitas Lokal, Semangat Nasional” dan menjadi ruang bagi mahasiswa, dosen, serta alumni untuk belajar dan menikmati kekayaan budaya bangsa.

 

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Expo yang digelar di halaman kampus menampilkan pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), produk UMKM, hingga pertunjukan kreatif mahasiswa. Salah satu penampilan utama yang menarik perhatian pengunjung adalah kesenian jaranan.

 

Kesenian tradisional asal Jawa ini dibawakan dengan tari dan properti kuda kepang dari anyaman bambu berhiaskan warna-warni. Kehadirannya menjadi simbol kepedulian Untag Surabaya dalam menjaga seni tradisional di tengah arus globalisasi.

 

Sebagai kampus nasionalis yang mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Untag Surabaya konsisten menonjolkan nilai budaya lokal. Tahun lalu, expo serupa menghadirkan kesenian bantengan. Tahun ini, jaranan dipilih sebagai bentuk pelestarian warisan budaya Jawa Timur.

 

Ketua Panitia Untag Surabaya Expo 2025, Supangat, M.Kom., Ph.D. ITIL, COBIT, CLA, CISA., menyampaikan bahwa dukungan terhadap budaya lokal tidak berhenti pada acara tahunan.

 

“Pada setiap kegiatan kemahasiswaan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat selalu ada ruang untuk kreativitas berbasis budaya. Dengan begitu, komitmen kami tidak berhenti di acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa,” jelasnya.

 

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Tahun ini, Untag Surabaya Expo juga menghadirkan penampilan grup musik Juicy Luicy.

 

“Juicy Luicy kami pilih karena musiknya dekat dengan generasi muda. Kehadiran mereka kami harapkan menjadi daya tarik sekaligus membangun suasana kebersamaan dan kebanggaan sebagai keluarga besar Untag Surabaya,” pungkas Supangat.

 

Salah satu mahasiswa baru Program Studi Sastra Inggris, Arlin Purna Septiani, mengaku terkesan dengan penampilan jaranan.

 

Baca Juga: Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

“Rasanya bangga karena Untag Surabaya ikut menjaga budaya lokal. Saya merasa terhibur dengan penampilan mereka karena antara gamelan dan tariannya terasa pas,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap pelestarian budaya dan semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.