Senin, 07 Sep 2026 18:06 WIB

Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memperingatkan masyarakat terkait evolusi modus penipuan lewat ponsel atau HP.

Pelaku kini memanfaatkan tekanan psikologis untuk menjebak korban via WhatsApp (WA) maupun SMS. Serangan digital ini sering kali menyamar dalam bentuk tautan mencurigakan atau berkas aplikasi (APK).

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Supangat menegaskan bahwa kehati-hatian menanggapi pesan dari nomor tidak dikenal menjadi benteng pertahanan utama saat ini.

Menurutnya, langkah sederhana ini efektif memutus rantai akses peretas ke data pribadi pengguna secara ilegal.

"Jangan pernah mengunduh file APK atau mengeklik tautan asing dari sumber tidak kredibel," jelas Supangat, Senin (9/3/2026).

Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pengirim melalui platform pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller. Identifikasi label negatif dari pengguna lain menjadi indikator awal untuk segera melakukan pemblokiran kontak tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Modus darurat yang mencatut nama kerabat juga marak terjadi. Supangat meminta warga tetap tenang dan segera menghubungi nomor asli anggota keluarga bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Instansi resmi seperti perbankan atau lokapasar tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat.

Kode One-Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi sepenuhnya bersifat rahasia.

Baca Juga: Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia

Kesadaran digital masyarakat pun menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang kian masif.

"Pihak resmi tidak akan meminta kode OTP atau PIN melalui pesan," jelas Supangat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.

Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Kasus ini terbongkar usai seorang warga nekat melaporkan praktik percaloan tersebut secara langsung kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui DM TikTok.

Urai Macet di Jalur Ketapang, Ditlantas Polda Jatim Terjunkan 60 Personel dan Puluhan Motor Patroli

Para petugas bakal melakukan pengaturan lalu lintas, patroli berkala, hingga memastikan kelancaran arus pergerakan kendaraan.

Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Atas kondisi tersebut, Gus Fawait mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu liar dan menghindari panic buying.

Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Satgas Pangan berkomitmen memperketat pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern untuk antisipasi potensi penimbunan atau pungutan liar.