Senin, 09 Mar 2026 23:03 WIB

Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memperingatkan masyarakat terkait evolusi modus penipuan lewat ponsel atau HP.

Pelaku kini memanfaatkan tekanan psikologis untuk menjebak korban via WhatsApp (WA) maupun SMS. Serangan digital ini sering kali menyamar dalam bentuk tautan mencurigakan atau berkas aplikasi (APK).

Baca Juga: Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia

Supangat menegaskan bahwa kehati-hatian menanggapi pesan dari nomor tidak dikenal menjadi benteng pertahanan utama saat ini.

Menurutnya, langkah sederhana ini efektif memutus rantai akses peretas ke data pribadi pengguna secara ilegal.

"Jangan pernah mengunduh file APK atau mengeklik tautan asing dari sumber tidak kredibel," jelas Supangat, Senin (9/3/2026).

Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pengirim melalui platform pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller. Identifikasi label negatif dari pengguna lain menjadi indikator awal untuk segera melakukan pemblokiran kontak tersebut.

Baca Juga: Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji

Modus darurat yang mencatut nama kerabat juga marak terjadi. Supangat meminta warga tetap tenang dan segera menghubungi nomor asli anggota keluarga bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Instansi resmi seperti perbankan atau lokapasar tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat.

Kode One-Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi sepenuhnya bersifat rahasia.

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan

Kesadaran digital masyarakat pun menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang kian masif.

"Pihak resmi tidak akan meminta kode OTP atau PIN melalui pesan," jelas Supangat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkab Jember Gelar Safari Ramadan dengan Kader Posyandu: Perkuat UHC hingga Tekan Stunting

Pemkab Jember berharap sinergi antara pemerintah dan kader posyandu dapat semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kecanduan Judi Online, Mantan Pekerja Pabrik di Mojokerto Nekat Curi Truk Crane

Pelaku diketahui berinisial H dan LH, keduanya asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Saat ini, keduanya telah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PKB Jatim Sebut Muscab Blitar Raya Digelar pada 28 Maret 2026

PKB Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat soliditas kader di daerah, dengan Blitar Raya diproyeksikan sebagai salah satu basis penting.

Lecehkan Atlet Nasional Selama 2 Tahun, Pelatih Bela Diri di Jatim Diamankan

Pelatih yang diketahui berinisial WPC (44), itu kini telah ditetapkan tersangka dan ditahan.

DPRD Warning Penyaluran Zakat di Surabaya Harus Tepat Sasaran, Kaum Miskin dan Rentan Prioritas

Anggota DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar menegaskan pengelolaan dana zakat harus selaras dengan upaya pemerintah kota dalam menekan angka kemiskinan.

Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah rencana pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik.