Sabtu, 06 Jun 2026 00:11 WIB

Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memperingatkan masyarakat terkait evolusi modus penipuan lewat ponsel atau HP.

Pelaku kini memanfaatkan tekanan psikologis untuk menjebak korban via WhatsApp (WA) maupun SMS. Serangan digital ini sering kali menyamar dalam bentuk tautan mencurigakan atau berkas aplikasi (APK).

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Supangat menegaskan bahwa kehati-hatian menanggapi pesan dari nomor tidak dikenal menjadi benteng pertahanan utama saat ini.

Menurutnya, langkah sederhana ini efektif memutus rantai akses peretas ke data pribadi pengguna secara ilegal.

"Jangan pernah mengunduh file APK atau mengeklik tautan asing dari sumber tidak kredibel," jelas Supangat, Senin (9/3/2026).

Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pengirim melalui platform pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller. Identifikasi label negatif dari pengguna lain menjadi indikator awal untuk segera melakukan pemblokiran kontak tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Modus darurat yang mencatut nama kerabat juga marak terjadi. Supangat meminta warga tetap tenang dan segera menghubungi nomor asli anggota keluarga bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Instansi resmi seperti perbankan atau lokapasar tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat.

Kode One-Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi sepenuhnya bersifat rahasia.

Baca Juga: Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia

Kesadaran digital masyarakat pun menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang kian masif.

"Pihak resmi tidak akan meminta kode OTP atau PIN melalui pesan," jelas Supangat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.