Jumat, 05 Jun 2026 20:12 WIB

Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memperingatkan masyarakat terkait evolusi modus penipuan lewat ponsel atau HP.

Pelaku kini memanfaatkan tekanan psikologis untuk menjebak korban via WhatsApp (WA) maupun SMS. Serangan digital ini sering kali menyamar dalam bentuk tautan mencurigakan atau berkas aplikasi (APK).

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Supangat menegaskan bahwa kehati-hatian menanggapi pesan dari nomor tidak dikenal menjadi benteng pertahanan utama saat ini.

Menurutnya, langkah sederhana ini efektif memutus rantai akses peretas ke data pribadi pengguna secara ilegal.

"Jangan pernah mengunduh file APK atau mengeklik tautan asing dari sumber tidak kredibel," jelas Supangat, Senin (9/3/2026).

Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pengirim melalui platform pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller. Identifikasi label negatif dari pengguna lain menjadi indikator awal untuk segera melakukan pemblokiran kontak tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Modus darurat yang mencatut nama kerabat juga marak terjadi. Supangat meminta warga tetap tenang dan segera menghubungi nomor asli anggota keluarga bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Instansi resmi seperti perbankan atau lokapasar tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat.

Kode One-Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi sepenuhnya bersifat rahasia.

Baca Juga: Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia

Kesadaran digital masyarakat pun menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang kian masif.

"Pihak resmi tidak akan meminta kode OTP atau PIN melalui pesan," jelas Supangat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.