Senin, 02 Feb 2026 07:16 WIB

63 Keluarga Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Melapor Ante Mortem, RS Bhayangkara Disiagakan

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyiapkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kemungkinan peningkatan jumlah korban yang memerlukan identifikasi lebih lanjut.

 

Baca Juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dan belum mendapatkan kabar untuk segera melapor ke posko ante mortem dengan membawa data-data penting seperti foto, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan data sidik jari yang mungkin tercatat pada ijazah atau dokumen lainnya.

 

"Kami telah menyiapkan fasilitas identifikasi yang memadai. Meskipun kami berharap jumlah korban tidak banyak, kami siap menangani segala kemungkinan, termasuk dengan menyiagakan RS Bhayangkara di Surabaya yang memiliki fasilitas pendingin yang memadai, seperti pengalaman kami dalam menangani korban Air Asia dulu," ujar Kombes Pol Kusnan, Kamis (2/10/2025).

 

Selain RS Bhayangkara Surabaya, RS Polri di Porong, Sidoarjo, juga disiapkan sebagai antisipasi jika jumlah korban melebihi kapasitas. Tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat proses identifikasi. Setiap tim terdiri dari minimal empat orang dan jumlahnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto

 

Hingga saat ini, Biddokkes Polda Jatim mencatat 63 keluarga telah melapor ke posko ante mortem terkait anggota keluarga yang hilang. Sementara data lapangan menyebutkan ada 66 orang dilaporkan hilang. Pihak kepolisian berharap jumlah korban meninggal tidak bertambah dan lebih banyak korban dapat diselamatkan.

 

Dalam proses identifikasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan menggunakan metode primer, yaitu mencocokkan data gigi dan sidik jari. Jika data primer tidak tersedia, data sekunder seperti ciri fisik khusus (tahi lalat, tanda lahir) atau properti pribadi yang dikenali keluarga akan digunakan.

Baca Juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas

 

Polda Jatim berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam proses identifikasi ini, dengan harapan segera memberi kepastian kepada keluarga korban dan mempercepat penanganan lebih lanjut.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.