Selasa, 21 Jul 2026 20:58 WIB

63 Keluarga Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Melapor Ante Mortem, RS Bhayangkara Disiagakan

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyiapkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kemungkinan peningkatan jumlah korban yang memerlukan identifikasi lebih lanjut.

 

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dan belum mendapatkan kabar untuk segera melapor ke posko ante mortem dengan membawa data-data penting seperti foto, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan data sidik jari yang mungkin tercatat pada ijazah atau dokumen lainnya.

 

"Kami telah menyiapkan fasilitas identifikasi yang memadai. Meskipun kami berharap jumlah korban tidak banyak, kami siap menangani segala kemungkinan, termasuk dengan menyiagakan RS Bhayangkara di Surabaya yang memiliki fasilitas pendingin yang memadai, seperti pengalaman kami dalam menangani korban Air Asia dulu," ujar Kombes Pol Kusnan, Kamis (2/10/2025).

 

Selain RS Bhayangkara Surabaya, RS Polri di Porong, Sidoarjo, juga disiapkan sebagai antisipasi jika jumlah korban melebihi kapasitas. Tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat proses identifikasi. Setiap tim terdiri dari minimal empat orang dan jumlahnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

 

Hingga saat ini, Biddokkes Polda Jatim mencatat 63 keluarga telah melapor ke posko ante mortem terkait anggota keluarga yang hilang. Sementara data lapangan menyebutkan ada 66 orang dilaporkan hilang. Pihak kepolisian berharap jumlah korban meninggal tidak bertambah dan lebih banyak korban dapat diselamatkan.

 

Dalam proses identifikasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan menggunakan metode primer, yaitu mencocokkan data gigi dan sidik jari. Jika data primer tidak tersedia, data sekunder seperti ciri fisik khusus (tahi lalat, tanda lahir) atau properti pribadi yang dikenali keluarga akan digunakan.

Baca Juga: Breaking News: Lelaki Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo Surabaya

 

Polda Jatim berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam proses identifikasi ini, dengan harapan segera memberi kepastian kepada keluarga korban dan mempercepat penanganan lebih lanjut.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.