Minggu, 06 Sep 2026 17:24 WIB

63 Keluarga Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Melapor Ante Mortem, RS Bhayangkara Disiagakan

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyiapkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kemungkinan peningkatan jumlah korban yang memerlukan identifikasi lebih lanjut.

 

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dan belum mendapatkan kabar untuk segera melapor ke posko ante mortem dengan membawa data-data penting seperti foto, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan data sidik jari yang mungkin tercatat pada ijazah atau dokumen lainnya.

 

"Kami telah menyiapkan fasilitas identifikasi yang memadai. Meskipun kami berharap jumlah korban tidak banyak, kami siap menangani segala kemungkinan, termasuk dengan menyiagakan RS Bhayangkara di Surabaya yang memiliki fasilitas pendingin yang memadai, seperti pengalaman kami dalam menangani korban Air Asia dulu," ujar Kombes Pol Kusnan, Kamis (2/10/2025).

 

Selain RS Bhayangkara Surabaya, RS Polri di Porong, Sidoarjo, juga disiapkan sebagai antisipasi jika jumlah korban melebihi kapasitas. Tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat proses identifikasi. Setiap tim terdiri dari minimal empat orang dan jumlahnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

 

Hingga saat ini, Biddokkes Polda Jatim mencatat 63 keluarga telah melapor ke posko ante mortem terkait anggota keluarga yang hilang. Sementara data lapangan menyebutkan ada 66 orang dilaporkan hilang. Pihak kepolisian berharap jumlah korban meninggal tidak bertambah dan lebih banyak korban dapat diselamatkan.

 

Dalam proses identifikasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan menggunakan metode primer, yaitu mencocokkan data gigi dan sidik jari. Jika data primer tidak tersedia, data sekunder seperti ciri fisik khusus (tahi lalat, tanda lahir) atau properti pribadi yang dikenali keluarga akan digunakan.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

 

Polda Jatim berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam proses identifikasi ini, dengan harapan segera memberi kepastian kepada keluarga korban dan mempercepat penanganan lebih lanjut.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item