Rabu, 22 Jul 2026 23:47 WIB

Bantah Istilah Utang Rp 1,5 Triliun, Wali Kota Eri: Pembiayaan Alternatif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Sep 2025 18:05 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan rencana pembiayaan proyek senilai Rp1,5 triliun dalam APBD 2026 bukan utang, melainkan skema pembiayaan alternatif.

 

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Hal itu ia sampaikan usai rapat paripurna penetapan nota kesepahaman KUA dan PPAS APBD 2026 bersama DPRD Surabaya, Selasa (30/9/2025).

 

Eri menjelaskan, pembiayaan alternatif dilakukan agar proyek pembangunan bisa selesai lebih cepat tanpa menunggu anggaran tahunan yang terbagi dalam RPJMD.

 

“Kalau pembangunan nilainya Rp100 miliar dan dibagi lima tahun, tiap tahun Rp20 miliar. Tapi di tahun 2027, nilainya bukan lagi Rp20 miliar, melainkan ditambah inflasi, kenaikan UMR, hingga harga tanah. Kalau dihitung sampai 2027–2030, justru lebih mahal dibanding dikerjakan langsung di 2026,” jelasnya.

 

Dengan skema ini, proyek dapat dikerjakan sekaligus pada 2026, lalu pembayarannya dicicil di tahun berikutnya. Menurut Eri, mekanisme tersebut bisa menghemat sekitar Rp50 miliar.

 

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Selain lebih murah, percepatan pembangunan juga diyakini memberi dampak ekonomi. “Kalau jalan selesai di 2027, maka NJOP dan harga tanah perumahan akan naik. Hitungannya, tambahan PAD bisa mencapai Rp500 miliar di 2028,” ujarnya.

 

Eri menegaskan, anggaran yang digunakan bukan dana fiktif. “Kalau nanti teman-teman lihat anggaran 2029 turun, itu bukan hilang. Tapi sudah ditarik lebih dulu di 2026. Jadi bukan tidak ada uang,” katanya.

 

Soal nilai pembiayaan yang semula Rp2,9 triliun kemudian menjadi Rp1,5 triliun, Eri kembali menolak anggapan bahwa hal itu adalah utang. “Pembiayaan alternatif itu beda dengan utang. Kalau proyeknya selesai 2027, ya pembiayaannya dihitung 2027. Jadi bukan pinjam uang terus bayar entah kapan. Dicicil sesuai progres pekerjaan,” paparnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

 

Eri menyebut skema ini telah mendapat dukungan Bappenas dan Kementerian Keuangan. Ia bahkan diminta membagikan konsep tersebut kepada para wali kota di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Apeksi.

 

“Itu yang kita sampaikan ke Bappenas dan Menteri Keuangan. Bahkan Bappenas mendukung. Saya juga diminta sebagai Ketua Apeksi untuk menjelaskan skema pembiayaan ini ke seluruh kota di Indonesia. Prinsipnya, pembiayaan tidak boleh melebihi masa jabatan wali kota,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.