Kamis, 05 Nov 2026 01:22 WIB

Perkuat Literasi Mahasiswa, RLD dan GMNI Surabaya Gelar Pelatihan Jurnalistik

RLD dan GMNI Surabaya saat pelatihan jurnalistik. (Dok. RLD/selalu.id).
RLD dan GMNI Surabaya saat pelatihan jurnalistik. (Dok. RLD/selalu.id).

selalu.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) kembali menegaskan pentingnya literasi informasi bagi mahasiswa melalui Pelatihan Jurnalistik Batch #2 yang digelar di Hanaka Social Space, Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini diikuti kader GMNI dari berbagai daerah di Jawa Timur. Materi yang dibahas meliputi dasar-dasar jurnalistik, teknik verifikasi informasi, hingga tantangan penyebaran berita di era algoritma media sosial.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Kadek Ayu Wardani menegaskan bahwa kemampuan jurnalistik penting bagi aktivis mahasiswa untuk mengawal isu sosial dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

"Jurnalistik bagi kaum pergerakan adalah alat perjuangan. Melalui tulisan, kita harus mampu mendidik rakyat dengan pergerakan sekaligus mendidik penguasa dengan perlawanan," katanya.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap persoalan publik karena tulisan dapat menjadi sarana advokasi dan kontrol sosial.

Materi pelatihan yang disusun oleh Ali Masduki dikemas dalam panduan visual agar mudah dipahami peserta yang baru belajar jurnalistik. Peserta diperkenalkan pada fungsi jurnalistik sebagai media pendidikan publik sekaligus pengawal kebenaran.

Ketua Rukun Warta RLD, Fatchur Rohman menekankan bahwa verifikasi harus menjadi kebiasaan sebelum informasi disebarluaskan.

"Sikap skeptis adalah senjata utama hari ini. Jangan langsung percaya pada sebuah informasi sebelum melewati proses cek sumber, perbandingan data, konfirmasi langsung, dan pemeriksaan visual," jelasnya.

Sementara Senior GMNI, Anom Surahno yang membuka pelatihan, menjelaskan perubahan besar dalam lanskap informasi akibat teknologi digital.

Baca Juga: Diskotek dan Klub Malam Surabaya Wajib Siapkan Ruang Khusus Pengunjung Mabuk

"Dulu media besar menjadi sumber utama informasi. Sekarang persepsi kebenaran banyak dipengaruhi algoritma di ponsel," katanya.

Dalam materi bertajuk "Merawat Jalan Pedang Jurnalisme Progresif Revolusioner", Anom memetakan tiga tantangan utama penyampai informasi saat ini ada pada tuntutan kecepatan penyebaran berita, hilangnya monopoli sumber informasi, dan menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya jurnalisme warga.

Anom juga mengingatkan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi. Lima detik setelah kejadian, informasi ingin langsung sampai.

"Masalahnya, kecepatan sering kali mengesampingkan kebenaran. Kebenaran harus melalui proses cek dan ricek," tegasnya.

Anom pun mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai jurnalis warga yang berani, jujur, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga: Kejari Tanjung Perak Terima SPDP Go Bozze Gozali, Kasi Intel: Belum Ada Tersangka

Menurutnya, perhatian tidak seharusnya hanya tertuju pada konten viral. Ia menilai kelompok yang minim ruang bersuara seperti petani yang kehilangan lahan, pengemudi ojek online yang terkena suspend, dan pelaku UMKM yang terdampak perubahan algoritma perlu menjadi fokus pemberitaan.

Selain pembahasan etika dan peran sosial jurnalisme, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis yang mencakup Unsur 5W+1H, Teknik wawancara, membaca dan memverifikasi data, penulisan berita dengan struktur piramida terbalik dan yang terakhir adalah penyuntingan naskah.

Sebagai evaluasi, panitia memberikan tugas lapangan berupa observasi peristiwa, wawancara narasumber, pengumpulan fakta, dan penyusunan berita secara utuh.

Menutup pelatihan jurnalistik yang digelar GMNI Surabaya di Hanaka Social Space ini, Anom mengajak mahasiswa terus berlatih menulis dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar.

"Jangan takut salah ketika belajar menulis. Yang harus ditakuti adalah ketika kita diam saat kebenaran dibengkokkan. Jadilah orang yang mengatur algoritma melalui narasi-narasi yang jujur," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

Ning Ita menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.

Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia harus diwujudkan dalam program kerja yang riil dan berdampak langsung.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkoba Rp35 M, Pelakunya Petani hingga Pegawai Klinik

Dari pengungkapan ini, tim menyita barang bukti 1.765,13 gram sabu, 4,41 gram ganja, serta 2.018 butir ekstasi, dan meringkus 180 tersangka.

Wujud Kepedulian Sesama, PT SIER Gelar Aksi Donor Darah di Hari Pahlawan

SIER berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.