Jumat, 05 Jun 2026 21:02 WIB

Sungai Kalimas Jadi Lokasi Balapan SUP, PII Jatim: Kritik Kreatif

selalu.id – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur mendukung kegiatan "Balapan SUP nang Kalimas" yang diinisiasi Pengurus Daerah SUP Jatim. Acara yang digelar Minggu (28/9/2025) itu tidak sekadar lomba olahraga air, tetapi juga sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat Surabaya.

 

Baca Juga: Bendung Karet Gubeng Surabaya Dibersihkan Malam Ini, Warga Diminta Tidak Mendekati Sungai

Anggota PII Jatim, Ali Yusa, menyebut kegiatan ini sebagai contoh pendekatan kreatif untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kondisi Sungai Kalimas yang kini menghadapi persoalan sedimentasi, sampah rumah tangga, dan limbah deterjen.

 

"Balapan SUP ini mengajak masyarakat berinteraksi langsung dengan sungai. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan kondisi Kalimas yang sebenarnya," kata Ali Yusa, Jumat (26/9/2025).

 

Ia menambahkan, interaksi semacam ini dapat membangkitkan kesadaran lebih kuat dibandingkan hanya membaca laporan atau mendengar ceramah. Keunikan lain dari acara ini adalah hadiah utama berupa seekor domba yang dinilai simbolis, karena dapat memberikan manfaat ekonomi dan pangan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pakan dan kotoran sebagai pupuk.

 

Ali menyebut hadiah tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya ketahanan pangan serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Balapan SUP di Kalimas Angkat Kritik Sosial soal Pencemaran Sungai

 

Kegiatan ini juga menyoroti persoalan kualitas air di Kalimas. Peserta balapan dapat merasakan langsung dampak pencemaran sungai, mulai bau deterjen hingga sampah plastik yang terapung.

 

Menurut PII Jatim, lomba ini sekaligus menjadi kritik konstruktif terhadap kondisi Kalimas. Melalui pendekatan sosial-kultural yang melibatkan masyarakat, kegiatan diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab terhadap sungai yang dulu menjadi urat nadi perdagangan Surabaya.

Baca Juga: Stand Up Paddle di Kalimas Jadi Wisata Edukasi Baru Surabaya

 

"Kami ingin menunjukkan bahwa sungai masih bisa digunakan, tetapi dengan catatan harus ada perbaikan serius pada kualitas lingkungannya," tegas Ali.

 

Ali menambahkan, penggunaan bahasa lokal seperti kata "nang" dalam nama kegiatan juga dimaksudkan untuk mendekatkan isu lingkungan dengan masyarakat Surabaya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.