Senin, 07 Sep 2026 01:10 WIB

Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 13:34 WIB
Satpol PP Surabaya saat razia anak jalanan. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Satpol PP Surabaya saat razia anak jalanan. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Tren kenakalan remaja di Kota Surabaya menunjukkan penurunan signifikan dalam setahun terakhir.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat jumlah kasus yang sebelumnya menembus ratusan kini merosot tajam, dipicu kombinasi kebijakan jam malam dan pola pembinaan yang lebih intensif.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebutkan, lebih dari 450 kasus ditangani sepanjang tahun lalu.

Namun pada 2026, jumlahnya turun drastis hingga di bawah 100 kasus.

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati mengatakan penurunan ini tak lepas dari kebijakan pembatasan aktivitas malam bagi anak-anak yang mulai diterapkan secara masif.

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Tak hanya mengandalkan pembatasan jam malam, Pemkot juga mengubah pendekatan penanganan.

Jika sebelumnya anak yang terjaring razia hanya mendapat konseling singkat di Kantor Satpol PP, kini mereka menjalani pembinaan lebih terstruktur.

Anak-anak yang terlibat kasus seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga geng motor, tidak langsung dipulangkan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Mereka ditempatkan di Rumah Aman untuk mengikuti pembinaan selama 7 hingga 14 hari.

Dalam program ini, peserta tidak hanya mendapat pendampingan psikologis, tetapi juga edukasi tentang bahaya kriminalitas, narkoba, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Bagi yang masih berstatus pelajar, Pemkot tetap memfasilitasi kegiatan belajar melalui sistem daring.

“Tidak hanya konseling singkat, tapi ada edukasi yang lebih mendalam agar anak-anak benar-benar memahami dampak dari perilaku mereka,” jelas Ida.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Program yang berjalan sejak pertengahan tahun lalu ini mulai menunjukkan efek jera. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di Rumah Aman pun disebut terus menurun.

Di sisi lain, Pemkot juga mendorong keterlibatan keluarga melalui edukasi kepada orang tua agar pengawasan terhadap anak lebih optimal.

Kombinasi pendekatan preventif dan pembinaan ini diyakini menjadi kunci menjaga tren penurunan kenakalan remaja di Surabaya.

“Harapannya anak-anak bisa lebih banyak terlibat dalam kegiatan positif. Karena perilaku negatif tidak hanya berdampak sosial, tapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” tutur Ida.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.