Senin, 08 Jun 2026 00:00 WIB

Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 13:34 WIB
Satpol PP Surabaya saat razia anak jalanan. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Satpol PP Surabaya saat razia anak jalanan. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Tren kenakalan remaja di Kota Surabaya menunjukkan penurunan signifikan dalam setahun terakhir.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat jumlah kasus yang sebelumnya menembus ratusan kini merosot tajam, dipicu kombinasi kebijakan jam malam dan pola pembinaan yang lebih intensif.

Baca Juga: Cara Liburan Murah di Kota Surabaya, Dijamin Nagihin Bestie

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebutkan, lebih dari 450 kasus ditangani sepanjang tahun lalu.

Namun pada 2026, jumlahnya turun drastis hingga di bawah 100 kasus.

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati mengatakan penurunan ini tak lepas dari kebijakan pembatasan aktivitas malam bagi anak-anak yang mulai diterapkan secara masif.

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Tak hanya mengandalkan pembatasan jam malam, Pemkot juga mengubah pendekatan penanganan.

Jika sebelumnya anak yang terjaring razia hanya mendapat konseling singkat di Kantor Satpol PP, kini mereka menjalani pembinaan lebih terstruktur.

Anak-anak yang terlibat kasus seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga geng motor, tidak langsung dipulangkan.

Baca Juga: Punya Mobil yang Sudah Dijual? Data Belum Diurus Bisa Bikin Gagal Dapat Bansos

Mereka ditempatkan di Rumah Aman untuk mengikuti pembinaan selama 7 hingga 14 hari.

Dalam program ini, peserta tidak hanya mendapat pendampingan psikologis, tetapi juga edukasi tentang bahaya kriminalitas, narkoba, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Bagi yang masih berstatus pelajar, Pemkot tetap memfasilitasi kegiatan belajar melalui sistem daring.

“Tidak hanya konseling singkat, tapi ada edukasi yang lebih mendalam agar anak-anak benar-benar memahami dampak dari perilaku mereka,” jelas Ida.

Baca Juga: Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

Program yang berjalan sejak pertengahan tahun lalu ini mulai menunjukkan efek jera. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di Rumah Aman pun disebut terus menurun.

Di sisi lain, Pemkot juga mendorong keterlibatan keluarga melalui edukasi kepada orang tua agar pengawasan terhadap anak lebih optimal.

Kombinasi pendekatan preventif dan pembinaan ini diyakini menjadi kunci menjaga tren penurunan kenakalan remaja di Surabaya.

“Harapannya anak-anak bisa lebih banyak terlibat dalam kegiatan positif. Karena perilaku negatif tidak hanya berdampak sosial, tapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” tutur Ida.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gelar Karya Siswa, Keseriusan SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dalam Majukan Dunia Pendidikan

Dian menyebut syarat gelar karya ini sudah dimulai sejak tahun 2022, sebelum kurikulum "deep learning" diajukan oleh pemerintah.

Meski Sudah Naik ke Laporan Polisi, Kasus TPKS Si ML di Situbondo Masih Melambat 

Pendamping hukum korban, Cliff Fabian Maliangkay, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan perkara tersebut.

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Lomba Mancing Mania Kapolres Cup 2026 Digelar di Probolinggo

Lomba ini sekaligus jadi sarana untuk mempererat sinergi serta kedekatan antara anggota Polri dan masyarakat.

Meski Izin Belum Terbuka ke Warga, Proyek Tiang FiberStar di Sidoarjo Terus Berjalan

Warga mengaku resah karena pihak pelaksana di lapangan belum dapat menunjukkan dokumen perizinan saat dimintai keterangan.

Motor Karyawan JNT di Mojokerto Dicuri, Tampang Pelaku Terekam Jelas di CCTV

"Pelaku mengambil sepeda motor dengan cara merusak rumah kunci dengan menggunakan anak kunci palsu atau kunci T," ujar Kompol Suwiji.

Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Jumlah bantuan tersebut berasal dari beberapa dinas, beberapa program kementerian, KIP, hingga zakat profuktif BUMD.