Selasa, 20 Okt 2026 07:11 WIB

Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, DPRD Jatim Usulkan Sertifikasi Profesi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyuarakan keprihatinannya atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses sertifikasi profesi bagi para lulusan.

 

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

"Kita tidak hanya butuh ijazah, tapi juga sertifikasi profesi yang menjamin keahlian mereka," tegas Jairi kepada selalu.id, Kamis (15/5/2025).

 

Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi bekal penting bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja. Ia menilai, dengan adanya sertifikat kompetensi, perusahaan akan lebih fokus menilai keahlian ketimbang asal daerah atau latar belakang lainnya.

 

"Dengan sertifikat, perusahaan tidak akan punya alasan untuk menolak mereka hanya karena bukan orang Jawa atau Surabaya, melainkan akan menilai berdasarkan keahlian yang dimiliki," jelasnya.

 

Jairi mengakui, biaya sertifikasi yang bisa mencapai Rp6 juta per orang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis kolaborasi antarinstansi dapat melahirkan solusi untuk membuat proses sertifikasi lebih mudah dan terjangkau.

 

"Kita akan arahkan kedua instansi ini untuk berkolaborasi mempercepat dan mempermudah akses sertifikasi profesi bagi lulusan SMK sesuai bidang keahliannya," ujar Jairi.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

 

Ia menekankan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berguna untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk kuliah atau bekerja di luar negeri. “Mereka akan punya pegangan yang lebih baik untuk masa depan,” tambahnya.

 

Jairi turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lulusan SMK, khususnya jurusan teknik mesin, menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Menurutnya, hal ini disebabkan belum meratanya kepemilikan sertifikasi keahlian.

 

“Banyak lulusan teknik mesin, tetapi mungkin belum banyak yang memiliki sertifikasi. Dengan sertifikat, mereka bisa melamar ke perusahaan mana pun tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

 

Lebih jauh, Jairi menyebut dorongan ini sebagai bagian dari strategi mengurai akar persoalan pengangguran. Ia berharap program ini segera direalisasikan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Timur.

 

"Kita tidak hanya melihat persoalan tenaga kerja secara umum, tetapi juga mengurai masalah dari akarnya. Dengan memberikan ijazah dan sertifikasi profesi, setidaknya mereka sudah punya pegangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah," pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).