Selasa, 21 Jul 2026 05:17 WIB

Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, DPRD Jatim Usulkan Sertifikasi Profesi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyuarakan keprihatinannya atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses sertifikasi profesi bagi para lulusan.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

"Kita tidak hanya butuh ijazah, tapi juga sertifikasi profesi yang menjamin keahlian mereka," tegas Jairi kepada selalu.id, Kamis (15/5/2025).

 

Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi bekal penting bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja. Ia menilai, dengan adanya sertifikat kompetensi, perusahaan akan lebih fokus menilai keahlian ketimbang asal daerah atau latar belakang lainnya.

 

"Dengan sertifikat, perusahaan tidak akan punya alasan untuk menolak mereka hanya karena bukan orang Jawa atau Surabaya, melainkan akan menilai berdasarkan keahlian yang dimiliki," jelasnya.

 

Jairi mengakui, biaya sertifikasi yang bisa mencapai Rp6 juta per orang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis kolaborasi antarinstansi dapat melahirkan solusi untuk membuat proses sertifikasi lebih mudah dan terjangkau.

 

"Kita akan arahkan kedua instansi ini untuk berkolaborasi mempercepat dan mempermudah akses sertifikasi profesi bagi lulusan SMK sesuai bidang keahliannya," ujar Jairi.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

 

Ia menekankan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berguna untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk kuliah atau bekerja di luar negeri. “Mereka akan punya pegangan yang lebih baik untuk masa depan,” tambahnya.

 

Jairi turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lulusan SMK, khususnya jurusan teknik mesin, menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Menurutnya, hal ini disebabkan belum meratanya kepemilikan sertifikasi keahlian.

 

“Banyak lulusan teknik mesin, tetapi mungkin belum banyak yang memiliki sertifikasi. Dengan sertifikat, mereka bisa melamar ke perusahaan mana pun tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

 

Lebih jauh, Jairi menyebut dorongan ini sebagai bagian dari strategi mengurai akar persoalan pengangguran. Ia berharap program ini segera direalisasikan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Timur.

 

"Kita tidak hanya melihat persoalan tenaga kerja secara umum, tetapi juga mengurai masalah dari akarnya. Dengan memberikan ijazah dan sertifikasi profesi, setidaknya mereka sudah punya pegangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah," pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.