Kamis, 04 Jun 2026 05:58 WIB

Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, DPRD Jatim Usulkan Sertifikasi Profesi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyuarakan keprihatinannya atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses sertifikasi profesi bagi para lulusan.

 

Baca Juga: Dorong Penguatan Mutu Pendidikan, DPRD Jatim Minta Pergub PSM Segera Disahkan

"Kita tidak hanya butuh ijazah, tapi juga sertifikasi profesi yang menjamin keahlian mereka," tegas Jairi kepada selalu.id, Kamis (15/5/2025).

 

Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi bekal penting bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja. Ia menilai, dengan adanya sertifikat kompetensi, perusahaan akan lebih fokus menilai keahlian ketimbang asal daerah atau latar belakang lainnya.

 

"Dengan sertifikat, perusahaan tidak akan punya alasan untuk menolak mereka hanya karena bukan orang Jawa atau Surabaya, melainkan akan menilai berdasarkan keahlian yang dimiliki," jelasnya.

 

Jairi mengakui, biaya sertifikasi yang bisa mencapai Rp6 juta per orang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis kolaborasi antarinstansi dapat melahirkan solusi untuk membuat proses sertifikasi lebih mudah dan terjangkau.

 

"Kita akan arahkan kedua instansi ini untuk berkolaborasi mempercepat dan mempermudah akses sertifikasi profesi bagi lulusan SMK sesuai bidang keahliannya," ujar Jairi.

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

 

Ia menekankan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berguna untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk kuliah atau bekerja di luar negeri. “Mereka akan punya pegangan yang lebih baik untuk masa depan,” tambahnya.

 

Jairi turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lulusan SMK, khususnya jurusan teknik mesin, menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Menurutnya, hal ini disebabkan belum meratanya kepemilikan sertifikasi keahlian.

 

“Banyak lulusan teknik mesin, tetapi mungkin belum banyak yang memiliki sertifikasi. Dengan sertifikat, mereka bisa melamar ke perusahaan mana pun tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Baca Juga: Driver Online Malang Dukung Regulasi RUU dalam Demo di DPRD Jatim Besok

 

Lebih jauh, Jairi menyebut dorongan ini sebagai bagian dari strategi mengurai akar persoalan pengangguran. Ia berharap program ini segera direalisasikan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Timur.

 

"Kita tidak hanya melihat persoalan tenaga kerja secara umum, tetapi juga mengurai masalah dari akarnya. Dengan memberikan ijazah dan sertifikasi profesi, setidaknya mereka sudah punya pegangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah," pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.