Jumat, 04 Sep 2026 16:16 WIB

Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, DPRD Jatim Usulkan Sertifikasi Profesi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyuarakan keprihatinannya atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses sertifikasi profesi bagi para lulusan.

 

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

"Kita tidak hanya butuh ijazah, tapi juga sertifikasi profesi yang menjamin keahlian mereka," tegas Jairi kepada selalu.id, Kamis (15/5/2025).

 

Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi bekal penting bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja. Ia menilai, dengan adanya sertifikat kompetensi, perusahaan akan lebih fokus menilai keahlian ketimbang asal daerah atau latar belakang lainnya.

 

"Dengan sertifikat, perusahaan tidak akan punya alasan untuk menolak mereka hanya karena bukan orang Jawa atau Surabaya, melainkan akan menilai berdasarkan keahlian yang dimiliki," jelasnya.

 

Jairi mengakui, biaya sertifikasi yang bisa mencapai Rp6 juta per orang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis kolaborasi antarinstansi dapat melahirkan solusi untuk membuat proses sertifikasi lebih mudah dan terjangkau.

 

"Kita akan arahkan kedua instansi ini untuk berkolaborasi mempercepat dan mempermudah akses sertifikasi profesi bagi lulusan SMK sesuai bidang keahliannya," ujar Jairi.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

 

Ia menekankan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berguna untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk kuliah atau bekerja di luar negeri. “Mereka akan punya pegangan yang lebih baik untuk masa depan,” tambahnya.

 

Jairi turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lulusan SMK, khususnya jurusan teknik mesin, menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Menurutnya, hal ini disebabkan belum meratanya kepemilikan sertifikasi keahlian.

 

“Banyak lulusan teknik mesin, tetapi mungkin belum banyak yang memiliki sertifikasi. Dengan sertifikat, mereka bisa melamar ke perusahaan mana pun tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

 

Lebih jauh, Jairi menyebut dorongan ini sebagai bagian dari strategi mengurai akar persoalan pengangguran. Ia berharap program ini segera direalisasikan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Timur.

 

"Kita tidak hanya melihat persoalan tenaga kerja secara umum, tetapi juga mengurai masalah dari akarnya. Dengan memberikan ijazah dan sertifikasi profesi, setidaknya mereka sudah punya pegangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah," pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.