Minggu, 18 Okt 2026 21:23 WIB

DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Abdul Qodir. (Dok. Fraksi PKB for selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Abdul Qodir. (Dok. Fraksi PKB for selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Abdul Qodir menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan makro ekonomi yang perlu diwaspadai bersama.

Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar memberikan dampak cukup kompleks terhadap perekonomian Jatim yang memiliki struktur ekonomi beragam.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Politisi PKB ini menjelaskan, sektor industri manufaktur menjadi salah satu yang paling merasakan tekanan.

"Diketahui, kini masih banyak industri di Jawa Timur yang bergantung pada bahan baku dan komponen impor," kata Abdul Qodir, Selasa (19/5/2026).

Akibatnya, ketika rupiah melemah, biaya impor otomatis meningkat dan berdampak pada naiknya ongkos produksi.

Kondisi tersebut dinilai dapat menggerus margin keuntungan perusahaan apabila kenaikan biaya tidak mampu dibebankan kepada konsumen.

“Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu efisiensi tenaga kerja dan memperlambat ekspansi industri,” jelasnya.

Selain industri, sektor pertanian dan ekonomi perdesaan juga dinilai rentan terdampak.

Abdul Qodir menyebut sejumlah kebutuhan pertanian seperti pupuk non-subsidi, pestisida hingga pakan ternak masih memiliki ketergantungan terhadap bahan impor.

“Kalau biaya produksi naik sementara harga jual tidak ikut naik, maka daya beli masyarakat desa juga akan ikut tertekan,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Meski demikian, Abdul Qodir menilai ada sektor yang diuntungkan atas pelemahan rupiah terhadap dolar, seperti sektor ekspor dan pariwisata.

Produk-produk berorientasi ekspor seperti olahan makanan laut, kerajinan, produk kayu hingga perhiasan dinilai menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

“Pendapatan eksportir yang berbasis dolar tentu meningkat ketika dikonversikan ke rupiah. Ini bisa menjadi momentum memperkuat pasar ekspor daerah,” paparnya.

Abdul Qodir pun mendorong Pemprov Jatim agar menguatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, UMKM di Jatim selama ini terbukti lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi global karena mayoritas menggunakan bahan baku lokal dan menyasar pasar domestik.

Baca Juga: DPRD Jatim Sentil Pemprov, PPPK Paruh Waktu jangan Terus Digantung Nasibnya!

“UMKM menjadi bantalan ekonomi Jawa Timur. Ketika sektor besar terdampak fluktuasi kurs akibat ketergantungan impor, UMKM justru relatif lebih stabil karena berbasis potensi lokal,” beber dia.

Abdul Qodir menambahkan, kondisi pelemahan rupiah harus dijadikan momentum untuk memperkuat produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah daerah dinilai perlu hadir dengan kebijakan konkret mulai dari akses permodalan, pendampingan usaha, hingga perluasan pasar digital.

“Ketika rupiah melemah, produk lokal sebenarnya menjadi lebih kompetitif di pasar luar negeri. Ini peluang yang harus dimanfaatkan UMKM untuk naik kelas,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.