Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Abdul Qodir. (Dok. Fraksi PKB for selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Abdul Qodir. (Dok. Fraksi PKB for selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Abdul Qodir menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan makro ekonomi yang perlu diwaspadai bersama.

Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar memberikan dampak cukup kompleks terhadap perekonomian Jatim yang memiliki struktur ekonomi beragam.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Politisi PKB ini menjelaskan, sektor industri manufaktur menjadi salah satu yang paling merasakan tekanan.

"Diketahui, kini masih banyak industri di Jawa Timur yang bergantung pada bahan baku dan komponen impor," kata Abdul Qodir, Selasa (19/5/2026).

Akibatnya, ketika rupiah melemah, biaya impor otomatis meningkat dan berdampak pada naiknya ongkos produksi.

Kondisi tersebut dinilai dapat menggerus margin keuntungan perusahaan apabila kenaikan biaya tidak mampu dibebankan kepada konsumen.

“Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu efisiensi tenaga kerja dan memperlambat ekspansi industri,” jelasnya.

Selain industri, sektor pertanian dan ekonomi perdesaan juga dinilai rentan terdampak.

Abdul Qodir menyebut sejumlah kebutuhan pertanian seperti pupuk non-subsidi, pestisida hingga pakan ternak masih memiliki ketergantungan terhadap bahan impor.

“Kalau biaya produksi naik sementara harga jual tidak ikut naik, maka daya beli masyarakat desa juga akan ikut tertekan,” tegasnya.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Meski demikian, Abdul Qodir menilai ada sektor yang diuntungkan atas pelemahan rupiah terhadap dolar, seperti sektor ekspor dan pariwisata.

Produk-produk berorientasi ekspor seperti olahan makanan laut, kerajinan, produk kayu hingga perhiasan dinilai menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

“Pendapatan eksportir yang berbasis dolar tentu meningkat ketika dikonversikan ke rupiah. Ini bisa menjadi momentum memperkuat pasar ekspor daerah,” paparnya.

Abdul Qodir pun mendorong Pemprov Jatim agar menguatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, UMKM di Jatim selama ini terbukti lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi global karena mayoritas menggunakan bahan baku lokal dan menyasar pasar domestik.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

“UMKM menjadi bantalan ekonomi Jawa Timur. Ketika sektor besar terdampak fluktuasi kurs akibat ketergantungan impor, UMKM justru relatif lebih stabil karena berbasis potensi lokal,” beber dia.

Abdul Qodir menambahkan, kondisi pelemahan rupiah harus dijadikan momentum untuk memperkuat produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah daerah dinilai perlu hadir dengan kebijakan konkret mulai dari akses permodalan, pendampingan usaha, hingga perluasan pasar digital.

“Ketika rupiah melemah, produk lokal sebenarnya menjadi lebih kompetitif di pasar luar negeri. Ini peluang yang harus dimanfaatkan UMKM untuk naik kelas,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.