Minggu, 25 Okt 2026 01:31 WIB

Pemkot Surabaya Awasi Ketat "Numpang KK" saat PPDB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 02 Mei 2025 11:19 WIB
Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) memperketat verifikasi dokumen kependudukan menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tahun ajaran 2025/2026.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi praktik “numpang KK”, yaitu pemindahan alamat dalam Kartu Keluarga (KK) secara tidak sah demi mengakali sistem zonasi.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa pihaknya kini memperketat setiap pengajuan pindah KK, terutama bila hanya melibatkan anak tanpa satu keluarga inti.

“Kalau pindah KK satu keluarga lengkap dengan anak dan tinggal di alamat yang sah—bukan tempat tidak resmi atau sekadar numpang KK—akan kami proses. Tapi kalau hanya anak yang pindah KK ke alamat orang lain tanpa hubungan keluarga, kami verifikasi ulang secara ketat,” kata Eddy, Jumat (2/5/2025).

Verifikasi ini bertujuan memastikan bahwa alamat dalam KK benar-benar mencerminkan domisili calon peserta didik. Hal ini sesuai dengan regulasi Kementerian Pendidikan, yang menyatakan dasar zonasi adalah alamat dalam KK, bukan surat domisili dari camat atau lurah.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Dispendukcapil juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk mendeteksi indikasi penyalahgunaan dokumen kependudukan selama proses PPDB.

Survei dan verifikasi lapangan dilakukan terhadap setiap permohonan pindah KK, termasuk memastikan keabsahan alamat yang digunakan.

“Kalau ada anak pindah sekolah lalu masuk KK saudara atau kerabat, tapi tidak benar-benar tinggal di sana, akan kami tolak. Misalnya, ikut KK neneknya tapi masih tinggal di alamat asal, tidak akan kami otorisasi,” tegas Eddy.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Ia menambahkan, pengetatan ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus upaya mewujudkan keadilan dalam proses PPDB.

“Dengan verifikasi ketat ini, kami berharap PPDB di Surabaya berlangsung lebih jujur, adil, dan transparan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.