Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 02 Jun 2026 16:53 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka pameran Cross Musea Pertiwi 2026 di Museum Dr Soetomo, Kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI), Selasa (2/6/2026).
Pameran yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 tersebut menghadirkan pengalaman interaktif berbasis teknologi untuk mengajak masyarakat menelusuri perjalanan hidup manusia dan memahami akar budaya Nusantara.
Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
Menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, pameran itu mengusung tema "Pertiwi – Penghormatan untuk Bumi Indonesia".
Melalui tema tersebut, pengunjung diajak memahami hubungan manusia dengan tanah sebagai sumber kehidupan, mulai dari kelahiran, tumbuh dewasa, membangun kehidupan, hingga kembali ke bumi.
Berbeda dengan pameran museum konvensional, Cross Musea Pertiwi memadukan koleksi sejarah dan budaya dengan teknologi digital.
Pengunjung dapat menikmati immersive room, instalasi interaktif, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga fitur foto interaktif bersama tokoh pergerakan nasional Dr Soetomo.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan tema Pertiwi dipilih untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan.
"Melalui tema ini, kita diajak semakin mencintai bumi, menjaga kelestariannya, serta hidup selaras dengan alam. Pada akhirnya manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Karena itu, bumi pertiwi merupakan warisan yang harus kita jaga bersama," terangnya.
Pameran tersebut juga menampilkan berbagai ekspresi budaya Nusantara, mulai dari tradisi mitoni atau tujuh bulanan, khitanan, hingga koleksi wayang yang menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Cross Musea Pertiwi merupakan hasil kolaborasi Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta.
Ketiga museum menghadirkan koleksi yang saling melengkapi untuk membangun narasi mengenai tradisi, identitas, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Nusantara.
Sementara Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah mengatakan pameran ini dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang edukasi publik yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, tema Pertiwi dipilih karena mampu menghadirkan refleksi mengenai perjalanan manusia dari kelahiran hingga kematian melalui berbagai ritual dan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam
"Melalui penyajian berbasis visual dan teknologi, kami berharap pesan yang disampaikan museum dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh generasi muda," jelas Saida.
Selama pameran berlangsung, Pemkot Surabaya menargetkan keterlibatan aktif pelajar dengan mengundang sekitar delapan sekolah setiap hari. Masing-masing sekolah mengirimkan 30 hingga 50 siswa untuk mengikuti tur edukatif dan berbagai aktivitas pembelajaran yang telah disiapkan.
Perwakilan Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Yashika Sidik Pradhana menilai kolaborasi lintas museum tersebut menunjukkan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga ruang dialog budaya yang dinamis.
"Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan, pengunjung diajak memahami keberagaman budaya sekaligus merefleksikan hubungan manusia dengan alam, sejarah, dan kemanusiaan," katanya.
Editor : Zein Muhammad