Senin, 09 Nov 2026 06:06 WIB

Hari Buruh, Arif Fathoni: Hubungan Industrial Setara Kunci Ketahanan Ekonomi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Mei 2025 13:33 WIB
Arif Fathoni
Arif Fathoni

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menyerukan agar peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 dijadikan momentum membangun hubungan industrial yang lebih setara antara pelaku usaha dan pekerja.

 

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Menurut Fathoni, keduanya adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam menggerakkan roda perekonomian.

 

“Pelaku usaha hanya bisa untung jika pekerjanya terampil. Maka, keterampilan itu harus dibalas dengan kesejahteraan,” ujarnya, Kamis (1/5/2025).

 

Politikus Partai Golkar ini juga mendorong peningkatan dialog bipartit, yakni komunikasi langsung antara pengusaha dan pekerja, untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan tanpa menunggu konflik membesar.

 

“Kesetaraan kepentingan menjadi penopang kemajuan perusahaan. Dialog bipartit yang sehat adalah solusi awal setiap masalah,” tegasnya.

 

Fathoni turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang mengembalikan ijazah milik pekerja yang sempat ditahan perusahaan. Ia menyebutnya sebagai “kado nyata” bagi buruh di Hari Buruh tahun ini.

 

Baca Juga: Dua Nama Potensial yang Disebut Cocok Dampingi Arif Fathoni di Pilwali Surabaya 2029

“Ini menjadi pengingat penting agar tidak ada lagi perjanjian kerja yang melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan maupun Perda Jatim Nomor 8 Tahun 2016,” tambahnya.

 

Ia juga mendorong Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya untuk mengimbau seluruh pengusaha agar melaporkan pelaksanaan hubungan industrial. Pelaporan ini penting sebagai dasar evaluasi, terutama setelah kewenangan pengawasan berpindah ke pemerintah provinsi.

 

Lebih jauh, Fathoni menyoroti kondisi geopolitik global yang dinamis dan berpotensi memengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia menilai persatuan antara pengusaha dan pekerja menjadi kunci ketahanan ekonomi.

 

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

“Jika ekonomi terus tumbuh, maka program pengentasan kemiskinan tidak akan terganggu,” jelasnya.

 

Ia pun menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelanggaran ketenagakerjaan seperti pembayaran upah di bawah UMK dan tidak didaftarkannya pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Persoalan hubungan industrial tak bisa diselesaikan hanya dengan menahan dokumen asli pekerja. Pengusaha harus patuh pada aturan yang menjamin hak-hak pekerja,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.