ITS Temukan Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 22 Jan 2022 11:42 WIB
selalu.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan produk kesehatan dengan harga ekonomis yang berbasis internet untuk memudahkan pasien dan dokter selama pengobatan.
ITS berhasil membuat alat monitoring jantung jarak jauh Electrocardiogram (ECG) dengan 12 sadapan atay ECG 12 lead yang dapat digunakan oleh pasien secara mandiri dan dipantau oleh dokter melalui data berbasis Cloud.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Salah satu anggota tim peneliti ITS, Dion Hayu Fandiantoro menjelaskan, ECG alat yang digunakan untuk memantau kondisi jantung melalui pengukuran aktivitas kelistrikan atau impuls denyut jantung.
ECG 12 lead memiliki efektivitas paling tinggi dari tipe ECG lainnya. Sehingga mampu menunjukkan kondisi jantung dari 12 perspektif secara horizontal dan vertikal pada waktu bersamaan.
"Karena harganya yang mahal, rumah sakit kecil umumnya menggunakan ECG 1 lead yang hanya mampu melihat kondisi jantung dari satu perspektif saja," jelas Dion.
Selain mengembangkan ECG 12 lead dengan harga yang lebih eknomis, tim ITS juga berfokus pada portabilitas alat.
Nantinya alat itu dapat digunakan secara mandiri oleh pasien dan dapat dipantau dari jarak jauh oleh dokter yang bertugas.
"Hasil data perekaman jantung yang tersimpan di Cloud mampu mengurangi penggunaan kertas," ujarnya.
Lebih lanjut Dion menjelaskan bahwa pasien hanya perlu menempelkan elektroda alat pada bagian dada di titik yang ditentukan.
Elektroda ini berfungsi untuk menyadap impuls jantung dan sinyal tersebut akan diterima oleh sensor alat.
"Sinyal kelistrikan jantung akan diproses secara real time oleh perangkat ECG 12 lead dengan bantuan algoritma yang dibentuk tim ITS," tuturnya.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Kemudian, hasil data perekaman impuls jantung yang diolah perangkat ECG 12 lead berupa grafik sinyal dari 12 sadapan yang kemudian akan tersimpan secara lokal dan ditampilkan pada layar LCD perangkat.
Tak hanya disimpan secara lokal, hasil perekaman juga tersimpan di Cloud untuk ditampilkan pada website.
"Melalui website tersebut, tim dokter dapat memantau hasil perekaman jantung pasien yang dilakukan secara mandiri untuk menentukan diagnosis keadaan jantung pasien," ujarnya.
Dion juga menekankan bahwa sebelum melakukan perekaman, pasien diharapkan mendaftarkan diri terlebih dahulu di website yang telah disediakan.
Setelah pengguna berhasil masuk dengan akun pribadi, pasien memilih menu mulai rekam pada halaman utama.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Ia menambahkan, pada halaman perekaman, pasien perlu memasukkan nama, nomor identitas, dan lama waktu perekaman. Selanjutnya simpan data dan mulai merekam.
"Perekaman akan dilakukan sesuai dengan durasi waktu yang diisikan pada webiste," paparnya.
Sementara itu, dalam pengerjaan alat ECG 12 lead sempat mengalami kendala dan memakan waktu dua tahun. Yakni ketersediaan pasien yang bersedia menjadi target uji coba alat masih terbatas.
Dion berharap, alat ini dapat segera diuji klinis agar dapat dikomersialisasikan ke masyarakat luas.
"Inovasi ini diharapkan mampu membantu penanganan penyakit jatung dan menyelematkan banyak jiwa," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-974-its-temukan-alat-monitoring-jantung-jarak-jauh
